
Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menggelar pelatihan bagi pelaku industri fesyen di Kota Batam, Kepulauan Riau, untuk meningkatkan keterampilan desain, memperkuat manajemen usaha, dan mendorong daya saing produk kreatif lokal.
Sebanyak 12 jenama fesyen di Batam mengikuti kegiatan yang berlangsung selama empat hari dengan melibatkan pemilik usaha, pembuat pola, dan asisten desainer.
Direktur Fesyen Kemenekraf Iffah Sa’aidah mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk membantu pelaku industri fesyen mengembangkan kemampuan teknis sekaligus meningkatkan pengelolaan bisnis.
“Industri fesyen bukan hanya kreativitas produk, tetapi manajemennya juga harus kuat. Maka, pelaku usaha harus terus bersaing, berkembang, dan beradaptasi dengan tren yang ada,” kata Iffah di Batam, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, peningkatan kualitas produk perlu diimbangi dengan kemampuan pengelolaan usaha agar pelaku industri fesyen dapat terus berkembang di tengah perubahan tren pasar.
Kemenekraf Bekali Pelaku Fesyen dengan Keterampilan Desain
Pelatihan yang diselenggarakan Kemenekraf membagi peserta ke dalam beberapa kelompok sesuai bidang pekerjaan masing-masing.
Pemilik jenama mengikuti kelas manajemen usaha, sedangkan pembuat pola dan asisten desainer mendapatkan pelatihan teknis untuk meningkatkan kemampuan pengembangan produk.
“Pemilik jenama mengikuti kelas manajemen usaha, sedangkan pembuat pola dan asisten desainer mendapatkan pelatihan desain dengan para mentor,” katanya.
Khusus pelatihan desain, Kemenekraf menghadirkan mentor dari Islamic Fashion Institute Bandung untuk memberikan pendampingan kepada peserta.
Materi pelatihan meliputi pembuatan mood board atau papan referensi visual yang digunakan untuk menentukan konsep dan arah desain produk fesyen.
Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pengembangan desain hingga praktik menggunakan manekin sebagai bagian dari proses pembuatan busana.
Melalui kegiatan tersebut, pelaku industri fesyen diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dalam merancang produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Pemilik Jenama Dapat Pelatihan Pembukuan hingga Permodalan
Selain penguatan keterampilan desain, Kemenekraf memberikan pelatihan manajemen usaha kepada para pemilik jenama fesyen.
Materi yang diberikan mencakup pengelolaan bisnis, pembukuan keuangan, pembiayaan produksi, serta strategi memperoleh modal usaha.
Pembekalan tersebut bertujuan membantu pelaku industri kreatif mengelola kegiatan bisnis secara lebih terstruktur.
Kemenekraf menilai kemampuan manajemen menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlangsungan usaha fesyen.
Dengan pengelolaan keuangan dan produksi yang lebih baik, pelaku usaha diharapkan memiliki bekal untuk meningkatkan kapasitas bisnisnya.
Iffah menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan tersebut juga merupakan bagian dari aktivasi creative hub atau pusat pengembangan ekonomi kreatif di berbagai daerah.
“Harapan kami adalah untuk menghidupkan kembali ekosistem ekonomi kreatif di daerah dan juga meningkatkan skala dan skill pelaku bisnis. Dari 21 subsektor ekraf, fesyen menjadi salah satu prioritas yang kami kembangkan,” katanya.
Kemenekraf menempatkan industri fesyen sebagai salah satu subsektor prioritas dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional.
Pemkot Batam Dukung Pengembangan Industri Kreatif
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata menyambut baik penyelenggaraan pelatihan tersebut karena dinilai sesuai dengan potensi ekonomi kreatif di daerahnya.
Menurutnya, Batam memiliki berbagai subsektor industri kreatif yang terus berkembang seiring dengan aktivitas pariwisata dan kegiatan ekonomi masyarakat.
“Pemerintah Kota Batam akan mendukung kegiatan yang dapat memperkuat kemampuan pelaku industri kreatif karena di Batam berbagai bidang itu berkembang dengan pesat, dari gim, kuliner, film dan lain,” katanya.
Ardiwinata mengatakan penguatan kemampuan pelaku usaha kreatif merupakan salah satu langkah yang didukung pemerintah daerah.
Ia juga menilai pelatihan tersebut sejalan dengan program pembinaan yang selama ini dilakukan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Batam.
Salah satu produk yang mendapat perhatian dalam pembinaan tersebut adalah batik Barelang yang dikembangkan melalui peningkatan kualitas desain dan produk.
“Penguatan keterampilan tenaga kerja, termasuk di sektor industri kreatif, menjadi salah satu upaya pemerintah daerah,” katanya.
Aktivasi Pusat Ekonomi Kreatif Diharapkan Berlanjut
Ardiwinata mengapresiasi Kemenekraf yang memilih Batam sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan aktivasi pusat pengembangan ekonomi kreatif.
Menurutnya, pelatihan tersebut dapat mendukung peningkatan keterampilan pelaku usaha lokal sekaligus memperkuat pengembangan produk kreatif daerah.
Pemerintah Kota Batam berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk mendukung pertumbuhan industri kreatif, termasuk sektor fesyen.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, pengembangan industri fesyen di Batam diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan pelaku usaha dan kualitas produk lokal.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




