
Pantau - Atlet para angkat berat Indonesia, Ni Nengah Widiasih, berhasil mempersembahkan medali perunggu pertama bagi kontingen Merah Putih pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 meskipun harus bertanding dalam kondisi cedera bahu yang belum pulih sepenuhnya.
Widiasih meraih medali tersebut setelah menempati peringkat ketiga pada nomor 41 kilogram putri yang berlangsung di Nagoya City Trade and Industry Center, Nagoya, Jepang, Senin (19/10/2026).
Atlet berusia 33 tahun itu mencatatkan angkatan terbaik seberat 97 kilogram pada percobaan pertama dari total tiga kesempatan yang dijalaninya.
"Biasanya saya selalu merebut emas dan perak, tetapi di Asian Para Games kali ini kondisi saya belum pulih 100 persen dari cedera karena sobekan bahu," kata Ni Nengah Widiasih seusai pertandingan.
Meski belum mampu meraih medali emas atau perak, Widiasih mengaku puas dengan hasil yang diperolehnya karena masih berjuang dalam kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih.
Widiasih Angkat Beban 97 Kilogram dan Finis di Posisi Ketiga
Dalam pertandingan kelas 41 kilogram putri, Widiasih menghadapi persaingan dari sejumlah atlet terbaik Asia, termasuk wakil China dan Kazakhstan.
Widiasih berhasil menyelesaikan angkatan seberat 97 kilogram pada percobaan pertama yang kemudian menjadi catatan terbaiknya dalam pertandingan tersebut.
Namun, atlet Indonesia itu gagal menyelesaikan percobaan kedua dan ketiga sehingga tidak dapat memperbaiki hasil angkatan awalnya.
Dengan catatan tersebut, Widiasih menempati posisi ketiga dan berhak membawa pulang medali perunggu.
Medali emas diraih atlet China, Zhe Cui, yang keluar sebagai juara dalam pertandingan tersebut.
Sementara itu, medali perak menjadi milik atlet Kazakhstan, Tursynay Kabyl, yang menempati peringkat kedua.
Hasil pertandingan tersebut memastikan Widiasih menjadi penyumbang medali pertama bagi kontingen Indonesia pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
Cedera Bahu Sejak Kejuaraan Dunia 2025 Belum Sepenuhnya Pulih
Widiasih menjelaskan bahwa cedera bahu yang dialaminya bukan merupakan cedera baru menjelang Asian Para Games 2026.
Cedera berupa sobekan pada bagian bahu tersebut dialaminya ketika mengikuti Kejuaraan Dunia para angkat berat di Mesir pada 2025.
Hingga tampil pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, kondisi bahunya masih belum pulih sepenuhnya.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Widiasih saat harus mengangkat beban dalam pertandingan tingkat internasional.
Meski demikian, ia tetap berusaha memberikan penampilan terbaik dengan memanfaatkan tiga kesempatan angkatan yang tersedia.
Widiasih berhasil mencatatkan angkatan sah pada percobaan pertama, tetapi upayanya untuk meningkatkan catatan angkatan pada dua kesempatan berikutnya belum membuahkan hasil.
Keberhasilannya meraih medali perunggu dalam kondisi cedera menjadi pencapaian yang disyukuri atlet asal Bali tersebut.
Widiasih Bidik Peringkat Dunia untuk Paralimpiade Los Angeles 2028
Selain berusaha mempersembahkan medali bagi Indonesia, Widiasih memiliki target jangka panjang dalam mengikuti Asian Para Games 2026.
Ia ingin memperbaiki posisinya dalam peringkat dunia para angkat berat sebagai bagian dari persiapan menuju Paralimpiade Los Angeles 2028 di Amerika Serikat.
"Saya berusaha maksimal karena selain mengejar medali, juga untuk memperbaiki world ranking saya untuk Paralimpiade 2028 di LA," katanya.
Menurut Widiasih, setiap kesempatan bertanding di ajang internasional memiliki arti penting dalam upayanya mempertahankan daya saing menghadapi atlet dari berbagai negara.
Asian Para Games 2026 juga menjadi penampilan kelima Widiasih dalam ajang olahraga disabilitas terbesar di kawasan Asia tersebut.
Dari lima kali keikutsertaannya, medali perunggu pada edisi Aichi-Nagoya menjadi pencapaian tertingginya sepanjang tampil di Asian Para Games.
Meski sebelumnya terbiasa membidik medali emas dan perak dalam berbagai kompetisi, Widiasih tetap bersyukur atas hasil yang diraihnya kali ini.
Medali Perunggu Widiasih Buka Perolehan Medali Indonesia
Keberhasilan Widiasih meraih perunggu memiliki arti penting karena menjadi medali pertama yang diperoleh kontingen Indonesia pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
Pencapaian tersebut diraih di tengah kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya pulih akibat cedera bahu sejak tahun sebelumnya.
Widiasih juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan doa selama persiapannya menghadapi pertandingan.
Dukungan tersebut menjadi salah satu sumber semangatnya untuk tetap berkompetisi dan memberikan hasil terbaik bagi Indonesia.
Setelah meraih medali perunggu, Widiasih masih memiliki target untuk meningkatkan peringkat dunia sebagai bagian dari perjalanan menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.
- Penulis :
- Aditya Yohan




