HOME  ⁄  Ekonomi

ITDC Andalkan MotoGP dan Wisata Olahraga untuk Kembangkan Mandalika, Jumlah Pelaku Usaha Meningkat Jadi 29

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

ITDC Andalkan MotoGP dan Wisata Olahraga untuk Kembangkan Mandalika, Jumlah Pelaku Usaha Meningkat Jadi 29
Foto: (Sumber :General Manager ITDC Mandalika, I Made Pari Wijaya, dalam Conference of Travel and Tourism (CONVETO) 2026 yang diselenggarakan oleh Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok, NTB, Senin (19/10/2026). (ANTARA/Agus Setiawan).)

Pantau - InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menjadikan pariwisata olahraga atau sport tourism sebagai salah satu strategi utama pengembangan kawasan The Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui penyelenggaraan ajang olahraga internasional, penguatan infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

General Manager ITDC Mandalika I Made Pari Wijaya menyampaikan strategi tersebut dalam Conference of Travel and Tourism (CONVETO) 2026 yang diselenggarakan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok, Senin (19/10/2026).

Dalam konferensi bertema Strategy for Developing Healthy Active Tourism Destinations, ITDC memaparkan potensi pengembangan wisata olahraga dengan mengintegrasikan kegiatan olahraga, penyelenggaraan acara, serta keterlibatan pelaku usaha lokal.

ITDC menilai pengembangan Mandalika tidak cukup hanya mengandalkan penyelenggaraan kompetisi olahraga, tetapi juga perlu menghadirkan berbagai aktivitas wisata yang dapat dinikmati pengunjung.

MotoGP hingga Mandalika Ultra Trail Jadi Andalan Wisata Olahraga

ITDC mengembangkan The Mandalika sebagai kawasan pariwisata yang menggabungkan ajang olahraga nasional dan internasional dengan beragam atraksi wisata.

Sejumlah kegiatan masuk dalam kalender acara The Mandalika sepanjang 2026, termasuk Indonesian Grand Prix atau MotoGP.

Selain balapan MotoGP, kawasan tersebut juga menjadi lokasi berbagai ajang balap kendaraan lainnya.

Kegiatan olahraga lain yang tercatat dalam kalender Mandalika meliputi Pocari Sweat Run Lombok dan Mandalika Ultra Trail.

Penyelenggaraan festival seni dan budaya turut menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan kegiatan bagi wisatawan.

Melalui kombinasi kegiatan tersebut, ITDC berupaya menjadikan Mandalika sebagai destinasi yang memiliki daya tarik di luar penyelenggaraan balapan.

Berbagai acara olahraga dan budaya juga diarahkan untuk meningkatkan aktivitas kawasan serta memperluas pengalaman wisatawan selama berkunjung.

ITDC Dorong Infrastruktur dan Penyelenggaraan Acara Berkelanjutan

ITDC menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur di dalam maupun di luar kawasan Mandalika untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata.

Ketersediaan infrastruktur menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam pengembangan destinasi wisata olahraga.

Selain pembangunan fasilitas, ITDC menilai penyelenggaraan kegiatan nasional dan internasional secara rutin diperlukan untuk mempertahankan daya tarik kawasan.

Konsistensi pelaksanaan acara juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pengunjung terhadap Mandalika sebagai destinasi pariwisata.

ITDC turut mengaitkan pengembangan infrastruktur dan agenda kegiatan dengan upaya meningkatkan daya tarik investasi di kawasan tersebut.

Melalui strategi ini, pengembangan Mandalika diarahkan agar tidak hanya bergantung pada satu ajang olahraga tertentu.

Jumlah Pelaku Usaha di KEK Mandalika Naik dari 15 Menjadi 29

ITDC mencatat perkembangan aktivitas usaha di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam CONVETO 2026, jumlah pelaku usaha di kawasan tersebut mencapai 29 pada 2026.

Angka itu meningkat dibandingkan dengan 2022 yang mencatat sebanyak 15 pelaku usaha.

Dengan demikian, terdapat penambahan 14 pelaku usaha dalam kurun waktu empat tahun.

ITDC menilai keterlibatan pelaku usaha menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan wisata agar pertumbuhan sektor pariwisata dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pengembangan destinasi juga diarahkan untuk membuka peluang usaha yang berkaitan dengan aktivitas wisata dan penyelenggaraan berbagai kegiatan di Mandalika.

Pemberdayaan UMKM dan Pelestarian Lingkungan Jadi Bagian Pengembangan

Selain memperkuat atraksi wisata, ITDC menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan di kawasan Mandalika.

Program tersebut mencakup pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelatihan bagi masyarakat sekitar.

ITDC juga melaksanakan kegiatan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pengelolaan kawasan wisata.

Keterlibatan masyarakat lokal dinilai penting agar pengembangan destinasi tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi bagi warga.

Melalui kegiatan pemberdayaan tersebut, ITDC berupaya mengintegrasikan pertumbuhan pariwisata dengan pengembangan potensi sosial dan ekonomi masyarakat.

CONVETO 2026 Bahas Pengembangan Destinasi Wisata Aktif dan Sehat

CONVETO 2026 yang diselenggarakan Poltekpar Lombok mempertemukan kalangan akademisi, pengelola destinasi, serta pelaku industri pariwisata.

Konferensi tersebut membahas strategi pengembangan destinasi yang menggabungkan aktivitas fisik, kesehatan, dan potensi ekonomi masyarakat.

Forum itu juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai pengelolaan kawasan wisata yang berkelanjutan.

Melalui pembahasan tersebut, pengembangan pariwisata olahraga diharapkan dapat mendukung peningkatan daya saing destinasi wisata Indonesia.

ITDC menempatkan strategi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi wisata olahraga sekaligus kawasan yang memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026