
Pantau - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mendorong pengembangan domain internet berbasis aksara Nusantara sebagai langkah memperkuat inklusivitas digital sekaligus melestarikan identitas budaya Indonesia dalam Pertemuan Umum Tahunan ICANN87 di Kabupaten Badung, Bali, Senin (19/10/2026).
Meutya mengatakan penggunaan aksara daerah dalam sistem nama domain menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan ruang digital yang dapat mengakomodasi keberagaman bahasa dan budaya Indonesia.
"Bagi Indonesia, sebuah negara dengan ratusan bahasa dan warisan budaya yang kaya, ini adalah pertimbangan yang sangat penting," kata Meutya dalam forum tersebut.
Menurutnya, pengembangan domain aksara daerah memungkinkan identitas lokal mendapatkan tempat dalam ekosistem internet nasional.
Pemerintah bersama Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) terus mendorong pengembangan sistem domain yang mendukung penggunaan berbagai aksara Nusantara.
PANDI Siapkan Domain Aksara Sunda, Jawa, dan Batak
Meutya menjelaskan bahwa pengembangan domain berbasis aksara daerah telah dimulai sejak Desember 2025.
Saat itu, PANDI bersama sejumlah mitra meluncurkan domain tingkat kedua menggunakan aksara Bali dalam ekosistem domain .id.
Langkah tersebut menjadi awal pengembangan nama domain internet yang mendukung penulisan menggunakan aksara daerah Indonesia.
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) kemudian mendorong perluasan dukungan terhadap aksara Nusantara lainnya.
"Berdasarkan inisiatif ini, PANDI sedang mempersiapkan pengembangan lebih lanjut yang melibatkan aksara Sunda, aksara Jawa, dan aksara Batak, yang diharapkan akan diperkenalkan pada resepsi penyambutan nanti malam," ujarnya.
Pengembangan tersebut merupakan bagian dari penerapan prinsip penerimaan universal agar sistem internet dapat mendukung penggunaan berbagai bahasa dan aksara.
Melalui inisiatif tersebut, pemerintah berupaya memperluas keterwakilan budaya lokal dalam perkembangan teknologi digital.
Cakupan Internet 4G Indonesia Capai 98,96 Persen Populasi
Selain membahas domain aksara Nusantara, Meutya memaparkan perkembangan pemerataan konektivitas internet di Indonesia.
Ia mengatakan pemerintah terus memperluas infrastruktur telekomunikasi agar masyarakat di berbagai wilayah dapat mengakses layanan digital.
"Pada awal tahun 2026, cakupan 4G kita telah mencapai 98,96% dari populasi, sementara satelit Satria-1 kita mendukung konektivitas untuk lebih dari 31.000 fasilitas layanan publik," kata dia.
Menurut Meutya, perluasan jaringan internet menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam ekosistem digital.
Kehadiran satelit Satria-1 juga mendukung penyediaan konektivitas bagi fasilitas pelayanan publik yang membutuhkan akses internet.
Pemerintah menilai pengembangan infrastruktur perlu berjalan seiring dengan peningkatan inklusivitas agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
Kemkomdigi Tindak Lebih dari 4,2 Juta Konten Terkait Judi Daring
Dalam forum ICANN87, Meutya juga menyoroti upaya pemerintah menjaga keamanan ruang digital dari berbagai bentuk aktivitas ilegal.
Ia mengungkapkan bahwa sepanjang Oktober 2026, Kemkomdigi telah mengambil tindakan terhadap lebih dari 4,2 juta konten situs web yang dikaitkan dengan perjudian daring ilegal.
Penanganan konten tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam mengatasi pelanggaran dan kejahatan di ruang digital.
Meutya menekankan bahwa pengawasan internet tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja.
"Dan ini hanya dapat terjadi melalui kerja sama antara lembaga-lembaga pemerintah dan pada dasarnya lembaga-lembaga secara keseluruhan dan tentu saja juga partisipasi dari masyarakat," tuturnya.
Menurutnya, koordinasi antarlembaga dan keterlibatan masyarakat diperlukan untuk memperkuat efektivitas penanganan aktivitas ilegal di internet.
ICANN87 Bali Bahas Keamanan Internet dan Sistem Nama Domain
Pertemuan Umum Tahunan ICANN87 diselenggarakan oleh Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) bersama PANDI di Bali.
Forum internasional tersebut mempertemukan perwakilan pemerintah, pelaku usaha, pakar teknis, serta organisasi masyarakat sipil dari berbagai negara.
Agenda pembahasan mencakup keamanan internet, pengembangan Sistem Nama Domain atau Domain Name System (DNS), dan penguatan kerja sama global.
Presiden PANDI Isnawan Aslam mengatakan keberagaman bahasa dan budaya merupakan bagian penting dari identitas Indonesia yang perlu mendapatkan ruang dalam perkembangan internet.
"Dengan ribuan pulau dan ratusan bahasa, keragaman adalah bagian dari takdir kita," ucapnya.
Isnawan juga mengundang para delegasi ICANN87 untuk mengikuti acara penyambutan resmi sekaligus mengenal keberagaman budaya Indonesia.
Sementara itu, Presiden dan CEO ICANN Kurtis Lindqvist menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi komunitas internet Indonesia dalam pengembangan dukungan penulisan berbagai aksara dan bahasa.
"Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada ICANN dan komunitas internet Indonesia atas upaya berkelanjutan mereka dalam mengembangkan referensi pelokalan tingkat sektor untuk penulisan skrip, termasuk bahasa-bahasa di Indonesia, Jerman, dan Inggris," kata dia.
Kurtis menegaskan bahwa pembahasan dalam pertemuan internasional tersebut harus ditindaklanjuti melalui program yang dapat dilaksanakan secara nyata.
"Kita sekarang harus membuat komitmen untuk mengubah kata-kata tersebut menjadi program operasional dan memberikan hasil atas keputusan-keputusan tersebut," ujarnya.
Pengembangan domain aksara Nusantara menjadi salah satu agenda yang dibawa Indonesia dalam forum tersebut, seiring dengan upaya memperluas konektivitas, meningkatkan keamanan internet, dan memperkuat keterwakilan bahasa lokal dalam ekosistem digital global.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




