HOME  ⁄  Geopolitik

IRGC Iran Sebut Kapal Tanker Minyak Terbakar Setelah Menghantam Ranjau di Selat Hormuz, Insiden Ketiga dalam Tiga Hari

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IRGC Iran Sebut Kapal Tanker Minyak Terbakar Setelah Menghantam Ranjau di Selat Hormuz, Insiden Ketiga dalam Tiga Hari
Foto: (Sumber :Kapal tanker minyak berukuran sedang milik Iran menunggu di lepas pantai Bandar Abbas, Selat Hormuz, Provinsi Hormozgan, Iran, (9/9/2026). (ANTARA/Anadolu/Fatemeh Bahrami).)

Pantau - Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan sebuah kapal tanker minyak terbakar setelah menghantam ranjau laut di bagian selatan Selat Hormuz pada Minggu malam (18/10/2026) waktu setempat, menambah rangkaian insiden serupa yang terjadi di jalur pelayaran strategis tersebut.

Ledakan dilaporkan mengenai ruang mesin kapal ketika tanker tersebut berupaya meninggalkan kawasan Selat Hormuz melalui jalur selatan.

Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan kejadian tersebut dengan mengutip pernyataan resmi Angkatan Laut IRGC.

Menurut pihak Iran, kapal tanker itu diduga melanggar peraturan pelayaran karena menggunakan jalur yang tidak diizinkan dan menonaktifkan sistem navigasinya.

Hingga pengumuman tersebut disampaikan, IRGC belum mengungkap identitas kapal, jumlah awak, kemungkinan korban jiwa, maupun tingkat kerusakan akibat ledakan dan kebakaran.

IRGC Tuduh Kapal Tanker Melanggar Aturan Pelayaran

Angkatan Laut IRGC menyatakan kapal tanker tersebut telah mematikan seluruh sistem pemosisian dan navigasi sejak awal pelayaran.

Kapal itu kemudian disebut berupaya melintasi jalur selatan Selat Hormuz yang oleh otoritas Iran dianggap sebagai rute tidak resmi.

Menurut IRGC, tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap peraturan maritim yang mengatur pergerakan kapal di kawasan Selat Hormuz.

Ledakan terjadi ketika kapal berupaya keluar dari jalur perairan tersebut dan menghantam ranjau laut.

Bagian ruang mesin dilaporkan terkena dampak ledakan hingga memicu kebakaran di kapal tanker.

Pihak Iran belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi kapal setelah kebakaran maupun upaya penanganan yang dilakukan.

IRGC juga tidak menyampaikan informasi mengenai asal negara, kepemilikan, atau muatan kapal tanker yang mengalami insiden tersebut.

Iran Peringatkan Kapal yang Mematikan Sistem Navigasi

Menyusul insiden tersebut, Angkatan Laut IRGC mengeluarkan peringatan kepada kapal-kapal yang beroperasi di Selat Hormuz dan kawasan Teluk.

Peringatan itu ditujukan kepada kapal yang berlayar dengan sistem navigasi dan identifikasi dalam keadaan tidak aktif.

IRGC menegaskan bahwa kapal yang tidak mematuhi ketentuan pelayaran di kawasan tersebut dapat menghadapi tindakan tegas.

Otoritas Iran mengaitkan insiden terbaru dengan dugaan penggunaan jalur pelayaran yang tidak diizinkan.

Namun, pernyataan yang dilaporkan Fars belum memuat keterangan independen mengenai penyebab ledakan maupun kondisi ranjau di lokasi kejadian.

Tiga Kapal Tanker Dilaporkan Menghantam Ranjau dalam Tiga Hari

Insiden pada Minggu malam menjadi laporan ketiga mengenai kapal tanker yang menghantam ranjau laut di Selat Hormuz dalam tiga hari berturut-turut.

Sebelumnya, pada Jumat (16/10/2026), Angkatan Laut IRGC melaporkan sebuah kapal tanker menghantam ranjau hingga menimbulkan ledakan dan kebakaran.

Sehari kemudian, Sabtu (17/10/2026), IRGC kembali mengumumkan insiden serupa yang melibatkan sebuah kapal tanker minyak berukuran sangat besar atau supertanker.

Menurut pernyataan Iran, kapal tersebut membawa lebih dari dua juta barel minyak mentah ketika berupaya melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang tidak diizinkan.

Kapal tanker itu dilaporkan menghantam ranjau laut dan mengalami kebakaran.

Dengan laporan terbaru pada Minggu, sedikitnya tiga insiden kapal tanker yang menghantam ranjau telah diumumkan IRGC sejak 16 Oktober 2026.

Belum tersedia informasi lengkap mengenai jumlah korban, kerusakan, maupun status penanganan seluruh kapal yang terlibat dalam rangkaian kejadian tersebut.

Ketegangan Iran dan Amerika Serikat Pengaruhi Pelayaran Selat Hormuz

Rangkaian insiden tersebut terjadi di tengah ketegangan keamanan kawasan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran sejak 28 Februari 2026.

Iran merespons serangan tersebut dengan meluncurkan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah wilayah di kawasan Timur Tengah.

Konflik itu juga berdampak terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz setelah Iran secara efektif menutup jalur perairan tersebut.

Amerika Serikat kemudian memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Pada Juni 2026, Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Namun, pelaksanaan kesepahaman tersebut terhenti akibat perbedaan pandangan mengenai pengaturan keamanan pelayaran.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi internasional karena menghubungkan kawasan Teluk dengan perairan menuju pasar global.

Insiden terbaru yang diumumkan IRGC menambah perhatian terhadap keselamatan kapal tanker yang melintasi kawasan tersebut di tengah belum terselesaikannya persoalan keamanan pelayaran.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026