
Pantau - Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Ditlantas Polda Kalsel) menggelar pelatihan keselamatan berkendara atau safety riding bagi 100 pengemudi ojek daring (ojol) untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan kemampuan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan.
Pelatihan tersebut berlangsung di aula Safety Driving Center (SDC) Ditlantas Polda Kalsel, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (19/10/2026).
Wakil Kepala Polda Kalsel Brigjen Pol Noviar mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membekali pengemudi ojol dengan pengetahuan dan keterampilan keselamatan karena mereka setiap hari beraktivitas di jalan raya.
“Kami harapkan para pengemudi ojol bisa menjadi agen perubahan dan teladan berkendara di tengah masyarakat,” kata Noviar di Banjarbaru.
Menurutnya, pengemudi ojol memiliki peran penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas karena aktivitas pekerjaan mereka berkaitan langsung dengan penggunaan jalan raya.
Polisi Bekali Pengemudi Ojol Tiga Keterampilan Keselamatan
Noviar menjelaskan bahwa pelatihan tersebut mencakup tiga aspek utama yang perlu dikuasai pengemudi ojol dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Aspek pertama adalah keselamatan berkendara untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai perilaku aman saat menggunakan sepeda motor di jalan raya.
Aspek kedua meliputi tindakan awal ketika menemukan kecelakaan lalu lintas agar pengemudi mengetahui langkah yang harus dilakukan sebelum bantuan lanjutan tiba.
Sementara itu, aspek ketiga berfokus pada kemampuan memberikan pertolongan kepada korban kecelakaan sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
Noviar berharap seluruh peserta dapat memahami ketiga materi tersebut sehingga mampu menerapkannya ketika berkendara maupun menghadapi situasi darurat.
“Saya mewakili bapak kapolda menyampaikan apresiasi atas inisiasi dirlantas menggelar kegiatan ini yang sekaligus sebagai implementasi semangat polisi bersama masyarakat yang digaungkan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto,” ucap Wakapolda.
Pelatihan tersebut menjadi salah satu bentuk kerja sama antara kepolisian dan masyarakat dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas.
Peserta Dilatih Memberikan Pertolongan Pertama Korban Kecelakaan
Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel Kombes Pol Fahri Siregar mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pelatihan berkelanjutan yang dilaksanakan SDC Ditlantas Polda Kalsel.
Program tersebut diselenggarakan melalui kerja sama dengan Jasa Raharja serta unsur lain yang bergerak dalam bidang keselamatan lalu lintas.
Fahri menegaskan bahwa pelatihan tidak hanya berfokus pada kemampuan mengendarai sepeda motor secara aman, tetapi juga kesiapan peserta ketika menemukan kecelakaan.
“Setiap tindakan pertama di lapangan menjadi faktor kunci menyelamatkan korban dari fatalitas, makanya di sini peserta kita berikan pelatihan paket lengkap dalam rangkaian safety riding,” katanya.
Menurut Fahri, pengemudi ojol perlu memahami langkah awal yang tepat ketika menghadapi kecelakaan lalu lintas agar tidak melakukan tindakan yang berisiko memperburuk kondisi korban.
Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah memastikan keamanan lokasi kejadian sebelum memberikan bantuan.
Setelah itu, pengemudi diharapkan mampu menghubungi layanan darurat dan memberikan pertolongan pertama dasar sesuai dengan kondisi korban.
Pengetahuan PPGD Diuji Melalui Teori dan Praktik
Fahri menjelaskan bahwa materi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) menjadi salah satu bagian penting dalam pelatihan tersebut.
Pengetahuan mengenai PPGD diperlukan agar peserta memahami tindakan yang aman dan tepat ketika memberikan bantuan kepada korban kecelakaan.
Ia mengingatkan bahwa penanganan yang tidak sesuai dapat berisiko memperburuk kondisi korban.
Karena itu, seluruh peserta mendapatkan pembekalan yang mencakup pengetahuan teori dan keterampilan praktik.
“Baik pengetahuan secara teori maupun praktik di lapangan semua kita ujikan kepada peserta agar benar-benar menguasai,” katanya menegaskan.
Melalui pengujian tersebut, kepolisian ingin memastikan peserta tidak hanya memahami materi secara lisan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi yang membutuhkan tindakan cepat.
Fahri juga meminta para pengemudi ojol mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius agar pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal saat bekerja.
Asosiasi Ojol Nusantara Siapkan 400 Anggota Ikuti Pelatihan
Wakil Ketua Umum Asosiasi Ojol Nusantara wilayah Kalimantan Selatan, Aryo, menyampaikan apresiasi kepada Ditlantas Polda Kalsel atas penyelenggaraan pelatihan keselamatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan itu memberikan kesempatan bagi pengemudi ojol untuk meningkatkan keterampilan berkendara sekaligus memahami prosedur pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan.
Aryo mengungkapkan bahwa asosiasinya memiliki 400 anggota yang menunjukkan antusiasme untuk mengikuti program pelatihan serupa.
“Semua anggota kami yang berjumlah 400 orang sangat antusias nanti kita ikutkan secara bergiliran di pelatihan ini,” ucapnya.
Asosiasi berencana mengikutsertakan para anggotanya secara bergiliran agar lebih banyak pengemudi memperoleh pembekalan keselamatan.
Melalui pelatihan berkelanjutan tersebut, Ditlantas Polda Kalsel berharap pengemudi ojol dapat menjadi contoh dalam menerapkan keselamatan berkendara sekaligus membantu penanganan awal korban kecelakaan lalu lintas.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




