HOME  ⁄  Ekonomi

BEI Minta Klarifikasi MSCI soal Status Pasar Modal Indonesia, IHSG Anjlok 5,05 Persen dan Batas ARB Dipangkas Jadi 7 Persen

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BEI Minta Klarifikasi MSCI soal Status Pasar Modal Indonesia, IHSG Anjlok 5,05 Persen dan Batas ARB Dipangkas Jadi 7 Persen
Foto: (Sumber :Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik menyampaikan keterangan kepada wartawan di Ruang Media BEI, Jakarta, Senin (19/10/2026). (ANTARA/ Muhammad Heriyanto).)

Pantau - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadwalkan pertemuan secara daring dengan penyedia indeks saham global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (19/10/2026) pukul 15.30 WIB untuk meminta klarifikasi terkait keputusan MSCI menempatkan pasar modal Indonesia dalam status konsultasi (consultation) yang memicu ketidakpastian di kalangan investor.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan pertemuan tersebut dilakukan setelah MSCI mengumumkan keputusan tersebut pada Jumat (16/10/2026) pagi waktu Indonesia.

Menurut Jeffrey, pengumuman itu mengejutkan BEI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta sejumlah pelaku pasar dan investor global yang sebelumnya tidak mengetahui rencana keputusan tersebut.

"Terkait itu, nanti siang kami akan meeting online dengan MSCI. Kami segera minta waktu untuk bertemu dengan MSCI. Nanti setelah pertemuan saya update," ujar Jeffrey kepada wartawan di Ruang Media BEI, Jakarta, Senin.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai pertimbangan MSCI dalam menetapkan status konsultasi terhadap pasar modal Indonesia.

BEI dan OJK Tidak Menduga Keputusan MSCI

Jeffrey mengungkapkan bahwa BEI dan OJK sebelumnya tidak memperoleh informasi mengenai rencana MSCI mengumumkan status konsultasi terhadap pasar modal Indonesia.

Ia menyebut keputusan tersebut juga mengejutkan sebagian besar partisipan MSCI dan investor global yang selama ini berkomunikasi dengan pihak Bursa.

Pengumuman yang dinilai mendadak itu kemudian memunculkan kebingungan dan ketidakpastian di kalangan pelaku pasar.

Menurut Jeffrey, kondisi tersebut turut memicu kepanikan investor sehingga memberikan tekanan terhadap pergerakan pasar saham domestik.

BEI pun mengambil langkah untuk menjaga stabilitas perdagangan sekaligus memberikan kesempatan kepada investor dalam mencermati perkembangan informasi.

BEI Pangkas Batas ARB dari 15 Persen Menjadi 7 Persen

Sebagai respons terhadap kondisi pasar, BEI memberlakukan penyesuaian batas bawah penghentian penurunan harga saham otomatis atau Auto Rejection Bawah (ARB).

Batas ARB yang sebelumnya ditetapkan sebesar 15 persen diturunkan menjadi 7 persen untuk membatasi penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan.

Jeffrey mengakui kebijakan tersebut bukan langkah yang lazim diterapkan, tetapi dinilai diperlukan untuk meredam kepanikan akibat tingginya ketidakpastian.

Penyesuaian tersebut bertujuan memberikan waktu kepada investor agar tidak terburu-buru mengambil keputusan investasi di tengah tekanan pasar.

"Kebijakan ini akan kita review, tetapi dari review kita pagi sampai siang tadi, kebijakan itu cukup efektif untuk bisa meredam kepanikan," katanya.

Jeffrey menyampaikan bahwa berdasarkan evaluasi sejak pagi hingga siang, kebijakan penyesuaian ARB dinilai cukup efektif dalam membantu mengendalikan kepanikan pasar.

Meski demikian, BEI akan terus melakukan peninjauan terhadap penerapan kebijakan tersebut sesuai perkembangan kondisi perdagangan.

IHSG Anjlok 5,05 Persen pada Penutupan Sesi Pertama

Tekanan terhadap pasar saham Indonesia terlihat dari pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (19/10/2026).

Berdasarkan data penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG turun 261,85 poin atau 5,05 persen ke level 4.923,26.

Meski mengalami penurunan cukup tajam, pelemahan indeks secara keseluruhan tersebut belum mencapai angka 7 persen yang menjadi batas ARB untuk saham yang dikenai ketentuan tersebut.

Aktivitas perdagangan saham pada sesi pertama juga mencatat transaksi dalam jumlah besar di tengah tekanan jual yang terjadi.

Berikut rincian perdagangan saham di BEI pada penutupan sesi pertama:

  • IHSG: 4.923,26.
  • Penurunan indeks: 261,85 poin atau 5,05 persen.
  • Frekuensi perdagangan: Sekitar 850 ribu transaksi.
  • Volume perdagangan: 15,90 miliar lembar saham.
  • Nilai transaksi: Rp10,01 triliun.
  • Saham menguat: 43 saham.
  • Saham melemah: 782 saham.
  • Saham tidak berubah: 138 saham.

Data tersebut menunjukkan jumlah saham yang mengalami penurunan jauh lebih banyak dibandingkan saham yang mencatatkan penguatan.

Kondisi itu mencerminkan tekanan jual yang meluas di pasar saham Indonesia selama perdagangan sesi pertama.

BEI Minta Investor Tetap Cermati Fundamental Perusahaan

Jeffrey mengimbau investor agar lebih berhati-hati dalam menyikapi perkembangan informasi terkait keputusan MSCI.

Ia berharap pelaku pasar tidak mengambil keputusan investasi hanya berdasarkan kepanikan atau ketidakpastian yang muncul setelah pengumuman tersebut.

Menurutnya, investor perlu kembali mempertimbangkan kondisi fundamental perusahaan sebelum menentukan langkah investasi.

BEI juga memastikan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan pasar sejak Jumat hingga Minggu sebelum perdagangan kembali berlangsung pada Senin.

Dalam proses tersebut, pihak Bursa melakukan komunikasi dan diskusi dengan berbagai pihak, termasuk mendengarkan masukan dari pelaku pasar.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai dampak keputusan MSCI terhadap kondisi pasar modal domestik.

Hasil Pertemuan dengan MSCI Akan Disampaikan kepada Publik

BEI memastikan akan menyampaikan perkembangan hasil pertemuan dengan MSCI setelah pembahasan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin sore selesai dilaksanakan.

Salah satu fokus utama pertemuan adalah memperoleh penjelasan mengenai alasan dan pertimbangan MSCI menempatkan pasar modal Indonesia dalam status konsultasi.

Klarifikasi tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian informasi kepada investor dan pelaku pasar yang sebelumnya dikejutkan oleh pengumuman MSCI.

Selain meminta penjelasan, BEI akan terus mengevaluasi kondisi perdagangan dan efektivitas kebijakan penyesuaian ARB yang telah diterapkan.

Hingga keterangan Jeffrey disampaikan, hasil pertemuan dengan MSCI belum tersedia karena pembahasan baru dijadwalkan berlangsung pada pukul 15.30 WIB.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026