HOME  ⁄  Nasional

Khofifah Dorong Peningkatan Ekspor Sepeda Polygon, Industri Lokal Berpotensi Buka Lapangan Kerja Baru di Jawa Timur

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Khofifah Dorong Peningkatan Ekspor Sepeda Polygon, Industri Lokal Berpotensi Buka Lapangan Kerja Baru di Jawa Timur
Foto: (Sumber :Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi pabrik sepeda Polygon di Sidoarjo. ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim.)

Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan peningkatan kapasitas produksi dan ekspor sepeda Polygon berpotensi membuka lapangan kerja baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan industri manufaktur yang berorientasi pasar internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Senin (19/10/2026), setelah mengunjungi pabrik sepeda Polygon milik PT Insera Sena di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Menurutnya, peningkatan produksi industri dalam negeri dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat, terutama melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan.

"Kenaikan kapasitas produksi akan memberi dampak positif pada peningkatan pendapatan dan pembukaan lapangan kerja," kata Khofifah.

Ia menilai keberhasilan Polygon menembus pasar internasional menunjukkan bahwa produk manufaktur Indonesia memiliki kemampuan bersaing dengan produk dari negara lain.

Khofifah Sebut Sepeda Polygon Mampu Bersaing di Pasar Internasional

Khofifah mengatakan Polygon merupakan salah satu contoh produk dalam negeri yang berhasil mengembangkan pasar hingga ke berbagai negara.

Sebagian besar hasil produksi perusahaan tersebut dipasarkan ke luar negeri sehingga kegiatan ekspor menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan industri sepeda nasional.

"Bahkan, hampir sebagian besar produknya di ekspor dan diserap pasar luar negeri," katanya.

Menurut Khofifah, kemampuan industri lokal dalam memenuhi permintaan pasar internasional menjadi peluang untuk memperkuat pertumbuhan sektor manufaktur di Jawa Timur.

Peningkatan kapasitas produksi juga dinilai dapat mendorong aktivitas ekonomi melalui kebutuhan tenaga kerja serta pengembangan industri pendukung.

Ia berharap industri berorientasi ekspor terus berkembang sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

Polygon Kembangkan Sepeda Listrik dengan Baterai Produksi Dalam Negeri

Selain memproduksi sepeda konvensional, Polygon juga mengembangkan sepeda listrik untuk merespons perubahan kebutuhan pasar menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Khofifah mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut telah melakukan ekspor perdana sepeda listrik pada akhir 2024 dengan menggunakan baterai hasil produksi dalam negeri.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari inovasi industri nasional dalam meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat penggunaan komponen lokal.

"Inovasi ini sejalan dengan program hilirisasi industri dan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia," ujarnya.

Ia menilai pengembangan sepeda listrik dapat menjadi peluang bagi industri dalam negeri untuk memperluas pasar sekaligus mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Khofifah juga mengajak masyarakat meningkatkan kebanggaan terhadap produk Indonesia yang memiliki kualitas dan daya saing di pasar internasional.

"Rekomendasikan jika barang buatan Indonesia tidak kalah bagus dengan buatan asing," ucapnya.

PT Insera Sena Perkuat Kerja Sama dengan SMK untuk Siapkan Tenaga Kerja

Sementara itu, Direktur Operasional atau Chief Operating Officer (COO) PT Insera Sena Soni Hartanto mengapresiasi kunjungan Gubernur Jawa Timur sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap perkembangan sektor industri.

Soni mengatakan perusahaan berkomitmen melanjutkan kerja sama dengan pemerintah daerah dan institusi pendidikan untuk mendukung peningkatan keterampilan generasi muda.

Kerja sama tersebut antara lain dilakukan melalui program magang dan kunjungan industri bagi pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK).

Melalui kegiatan tersebut, para pelajar memperoleh kesempatan mempelajari proses produksi sepeda secara langsung, termasuk keterampilan teknis yang digunakan dalam industri manufaktur.

"Mereka mendapat bekal ilmu yang mungkin tidak didapatkan di sekolah misalnya teknik pengelasan dan perakitan. Selain menambah wawasan dan pengalaman, kolaborasi dengan institusi pendidikan yang ada untuk membuka peluang lapangan kerja," katanya.

Menurut Soni, kolaborasi antara perusahaan dan lembaga pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kesiapan lulusan SMK untuk memasuki dunia kerja.

Pasar Ekspor Polygon Didominasi Kawasan Eropa

Soni menjelaskan bahwa pengembangan produk Polygon dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional.

Sekitar 70 persen pasar perusahaan tersebut berada di kawasan Eropa, yang menjadi salah satu tujuan utama pemasaran sepeda Polygon.

Besarnya pasar internasional tersebut menunjukkan pentingnya kegiatan ekspor dalam mendukung keberlangsungan produksi perusahaan.

Di sisi lain, perusahaan juga terus mengembangkan inovasi produk untuk menyesuaikan kebutuhan konsumen, termasuk melalui pengembangan sepeda listrik.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap penguatan industri manufaktur seperti Polygon dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan daya saing produk nasional, serta membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026