HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Sulawesi Tengah Gandeng Penyuluh Pertanian di Sigi untuk Kejar Target Penyerapan 3.300 Ton Jagung

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Bulog Sulawesi Tengah Gandeng Penyuluh Pertanian di Sigi untuk Kejar Target Penyerapan 3.300 Ton Jagung
Foto: Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah melakukan pertemuan dengan penyuluh pertanian di Kabupaten Sigi, Senin 19/10/2026 (sumber: Humas Bulog)

Pantau - Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Tengah menggandeng penyuluh pertanian di Kabupaten Sigi untuk meningkatkan produksi dan penyerapan jagung domestik guna mengejar target pengadaan sebanyak 3.300 ton sepanjang 2026 sekaligus mendukung program swasembada jagung nasional.

Pimpinan Bulog Kanwil Sulawesi Tengah, Jusri Pakee, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut bertujuan memperkuat koordinasi dalam memetakan potensi produksi, memantau perkembangan tanaman, serta memastikan hasil panen petani dapat terserap secara optimal.

Hal tersebut disampaikan Jusri dalam pertemuan bersama para penyuluh pertanian di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (19/10/2026).

Menurutnya, penyuluh pertanian memiliki peran strategis karena berhubungan langsung dengan petani dan mengetahui kondisi produksi jagung di berbagai wilayah.

"Penyuluh pertanian berperan penting dalam mendampingi petani, mengidentifikasi potensi lahan, serta menyediakan informasi mengenai perkembangan produksi dan jadwal panen jagung," kata Jusri Pakee.

Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat keterhubungan antara kegiatan produksi jagung di tingkat petani dengan kebutuhan penyerapan komoditas pangan oleh Bulog.

Bulog Sulawesi Tengah Baru Serap Lebih dari 800 Ton Jagung

Bulog Kanwil Sulawesi Tengah mendapatkan target penyerapan jagung domestik sebanyak 3.300 ton sepanjang 2026 sebagai bagian dari program penguatan cadangan dan ketahanan pangan nasional.

Hingga pertengahan 2026, realisasi penyerapan jagung domestik di wilayah tersebut tercatat telah mencapai lebih dari 800 ton.

Jumlah tersebut setara dengan lebih dari 24,24 persen dari keseluruhan target pengadaan jagung domestik yang ditetapkan sepanjang tahun.

Berdasarkan realisasi minimum 800 ton tersebut, Bulog Sulawesi Tengah masih membutuhkan penyerapan sekitar 2.500 ton jagung tambahan untuk mencapai target tahunan, dengan jumlah sebenarnya bergantung pada perkembangan realisasi berikutnya.

Untuk mendukung pencapaian target, Bulog memperkuat koordinasi dengan penyuluh pertanian agar potensi produksi jagung di Kabupaten Sigi dapat dipetakan secara lebih akurat.

Pemetaan tersebut mencakup identifikasi lahan pertanian, perkembangan tanaman, perkiraan volume produksi, serta jadwal panen yang berlangsung di sejumlah wilayah.

Informasi yang diperoleh nantinya menjadi dasar bagi Bulog untuk menyiapkan mekanisme penyerapan hasil panen sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Kami berharap potensi jagung di Kabupaten Sigi dapat terpetakan dengan lebih optimal, sehingga penyerapan hasil panen bisa disiapkan sesuai kondisi di lapangan," terangnya.

Penyuluh Pertanian Dilibatkan untuk Petakan Potensi Panen Jagung di Sigi

Jusri menjelaskan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan pertanian jagung, mulai dari pendampingan petani hingga penyediaan informasi mengenai perkembangan produksi.

Melalui koordinasi yang lebih intensif, Bulog diharapkan dapat memperoleh gambaran mengenai luas lahan produktif, kondisi tanaman, serta perkiraan waktu panen di Kabupaten Sigi.

Ketersediaan data tersebut diperlukan agar proses pengadaan jagung dapat direncanakan secara lebih efektif dan sesuai dengan potensi produksi yang tersedia.

Dengan mengetahui perkiraan volume dan waktu panen, Bulog dapat menyesuaikan persiapan penyerapan jagung sehingga hasil pertanian petani dapat ditangani berdasarkan kondisi produksi di daerah.

Koordinasi antara Bulog dan penyuluh pertanian juga diharapkan mampu mengurangi kesenjangan informasi antara ketersediaan hasil panen dengan kebutuhan pengadaan jagung pemerintah.

Selain itu, kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan Kabupaten Sigi dalam menyediakan komoditas jagung sebagai salah satu penopang ketahanan pangan daerah.

Jusri menilai keberhasilan penyerapan jagung tidak hanya ditentukan oleh besarnya volume pengadaan, tetapi juga oleh kesiapan koordinasi antara pihak yang terlibat sejak tahap produksi hingga pemasaran hasil panen.

Penyerapan Jagung Bulog Diharapkan Berikan Kepastian Pasar bagi Petani

Bulog Sulawesi Tengah menilai optimalisasi penyerapan jagung domestik memiliki peran penting dalam memberikan kepastian pasar bagi petani.

Melalui mekanisme pengadaan yang dijalankan Bulog, hasil panen petani memiliki peluang untuk terserap sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Kepastian pasar tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung keberlanjutan kegiatan pertanian jagung di Kabupaten Sigi.

Kerja sama dengan penyuluh pertanian juga diharapkan membantu petani memperoleh informasi yang lebih baik mengenai perkembangan produksi dan kebutuhan penyerapan hasil pertanian.

Menurut Jusri, penguatan kemitraan antara Bulog, penyuluh pertanian, dan pemangku kepentingan lainnya merupakan langkah penting dalam membangun sistem pangan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Kemitraan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui akses pasar yang lebih baik.

"Kami berkomitmen melanjutkan kemitraan dengan penyuluh pertanian dan pemangku kepentingan lainnya, guna mendukung pencapaian swasembada jagung dan memperkuat ketahanan pangan nasional," ucapnya.

Bulog Jalankan Program SPHP untuk Jaga Pasokan dan Harga Jagung

Selain meningkatkan penyerapan hasil panen petani, Bulog Sulawesi Tengah juga menjalankan penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Jusri menjelaskan bahwa penyerapan jagung domestik dan penyaluran jagung melalui SPHP merupakan dua langkah yang saling menunjang dalam menjaga keseimbangan pasar.

Penyerapan hasil panen dari petani diarahkan untuk mendukung pemasaran produksi pertanian sekaligus memperkuat pengadaan komoditas jagung dalam negeri.

Sementara itu, penyaluran jagung melalui program SPHP bertujuan membantu menjaga ketersediaan pasokan dan kestabilan harga di pasar.

Kedua mekanisme tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan petani sebagai produsen dan peternak lokal sebagai pengguna jagung.

Stabilitas pasokan jagung menjadi perhatian karena komoditas tersebut merupakan salah satu bahan baku penting dalam produksi pakan ternak.

Ketersediaan jagung dengan harga yang stabil dapat membantu mendukung keberlanjutan kegiatan peternakan lokal di Sulawesi Tengah.

Melalui pelaksanaan pengadaan jagung domestik dan penyaluran SPHP, Bulog berupaya menjaga kestabilan pasar sekaligus mendukung kesejahteraan petani dan peternak.

Bulog Perkuat Kemitraan untuk Dukung Swasembada Jagung Nasional

Bulog Sulawesi Tengah menyatakan akan terus memperkuat kemitraan dengan penyuluh pertanian dan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan efektivitas penyerapan jagung domestik.

Kerja sama tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas informasi produksi, pemetaan potensi panen, serta persiapan pengadaan jagung berdasarkan kondisi di lapangan.

Dengan koordinasi yang lebih baik, Bulog berharap potensi produksi jagung di Kabupaten Sigi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pencapaian target penyerapan sebanyak 3.300 ton pada 2026.

Penguatan kerja sama juga diarahkan untuk meningkatkan keterhubungan antara petani dan kebutuhan pasar sehingga hasil produksi pertanian memiliki peluang penyerapan yang lebih baik.

Selain mendukung pencapaian target pengadaan, kemitraan tersebut menjadi bagian dari kontribusi Sulawesi Tengah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung program swasembada jagung nasional.

Bulog berharap koordinasi berkelanjutan dengan penyuluh pertanian dapat membantu membangun sektor pertanian jagung yang lebih mandiri sekaligus mendukung kesejahteraan petani dan peternak di daerah.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026