HOME  ⁄  Ekonomi

WGC Ungkap 76 Persen Masyarakat Indonesia Mengenal Emas Digital, Akses Investasi Semakin Luas

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

WGC Ungkap 76 Persen Masyarakat Indonesia Mengenal Emas Digital, Akses Investasi Semakin Luas
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Warga melakukan registrasi untuk mencuci emas gratis di Pegadaian, Palu. Sulawesi Tengah, Rabu (15/4/2026). PT Pegadaian Cabang Palu membuka layanan cuci emas gratis sebagai upaya untuk mendorong masyarakat menjaga nilai aset emas serta mengenalkan aplikasi digital dan produk investasi berbasis emas. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/wsj.)

Pantau - World Gold Council (WGC) bersama Boston Consulting Group (BCG) mengungkapkan bahwa Indonesia mencatat tingkat kesadaran terhadap investasi emas digital tertinggi di antara 12 negara yang disurvei, yakni mencapai 76 persen, seiring semakin mudahnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan dan produk investasi berbasis emas.

Hasil tersebut tercantum dalam riset bertajuk Digital Gold: Unlocking a $700-billion Opportunity yang menyoroti perkembangan pasar emas digital serta potensi pertumbuhannya secara global.

Kepala Asia-Pasifik di luar China sekaligus Kepala Global Bank Sentral WGC, Shaokai Fan, mengatakan kemudahan akses melalui lembaga keuangan yang telah dikenal masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas investasi emas digital di Indonesia.

“Indonesia menunjukkan bagaimana akses melalui lembaga yang sudah dikenal dan terpercaya dapat memperluas jangkauan investasi emas,” kata Fan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Riset tersebut juga mencatat sekitar lima juta nasabah di Indonesia telah melakukan transaksi emas digital melalui layanan keuangan yang tersedia.

Indonesia Catat Kesadaran Emas Digital Tertinggi di 12 Negara

Berdasarkan penelitian WGC dan BCG, Indonesia menempati posisi tertinggi dalam tingkat kesadaran masyarakat terhadap emas digital dibandingkan 11 negara lain yang menjadi objek survei.

Tingkat kesadaran terhadap produk investasi tersebut mencapai 76 persen.

Temuan ini menunjukkan bahwa emas digital telah dikenal oleh sebagian besar responden Indonesia dalam survei tersebut.

Menurut WGC, kemudahan akses melalui layanan keuangan menjadi salah satu faktor yang mendukung perkembangan pasar emas digital.

Masyarakat kini dapat mengakses produk investasi emas melalui lembaga keuangan yang menyediakan layanan berbasis digital.

Fan menjelaskan bahwa perkembangan tersebut memungkinkan masyarakat memulai investasi dengan nilai transaksi yang lebih terjangkau.

“Kehadiran emas digital melalui berbagai layanan keuangan memungkinkan masyarakat berinvestasi dengan lebih mudah dan dalam nominal yang lebih terjangkau,” katanya menambahkan.

Kemudahan tersebut menjadi salah satu aspek yang disoroti WGC dalam melihat perkembangan investasi emas digital di Indonesia.

Pegadaian dan BSI Perluas Akses Investasi Emas Digital

Riset WGC dan BCG turut menyoroti peran lembaga keuangan dalam menyediakan layanan investasi emas digital kepada masyarakat Indonesia.

Dua lembaga yang disebut menyediakan akses terhadap produk tersebut adalah Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Kedua lembaga tersebut menawarkan layanan emas digital yang didukung oleh kepemilikan emas fisik yang disimpan dalam fasilitas penyimpanan.

Jenis investasi tersebut dikenal sebagai vaulted digital gold atau emas digital yang didukung cadangan emas fisik.

Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat melakukan transaksi investasi emas secara digital tanpa harus langsung menyimpan emas fisik sendiri.

Berdasarkan riset tersebut, sekitar lima juta nasabah di Indonesia telah melakukan transaksi emas digital.

Jumlah tersebut menjadi salah satu indikator partisipasi masyarakat dalam penggunaan layanan investasi berbasis emas.

WGC menilai keberadaan lembaga keuangan yang telah dikenal masyarakat berperan dalam memperluas jangkauan produk investasi tersebut.

WGC Sebut Kepercayaan Menjadi Kunci Pertumbuhan Investasi

Shaokai Fan mengatakan tingginya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap emas digital menjadi perkembangan positif bagi industri investasi berbasis emas.

Namun, ia menekankan bahwa pertumbuhan pasar tetap membutuhkan penguatan kepercayaan dan kemudahan akses layanan.

“Tingginya kesadaran dan meningkatnya partisipasi masyarakat Indonesia terhadap emas digital menjadi sinyal positif bagi perkembangan pasar di Indonesia. Ke depan, penguatan kepercayaan dan kemudahan akses akan menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ini,” ujar Fan.

Menurut WGC, pengembangan pasar emas digital tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan produk investasi.

Kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan melalui lembaga keuangan yang terpercaya juga menjadi faktor penting.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa perluasan akses keuangan dapat mendukung peningkatan partisipasi masyarakat dalam investasi emas digital.

Pasar Emas Digital Global Bernilai hingga 55 Miliar Dolar AS

Selain meneliti kondisi Indonesia, WGC dan BCG menganalisis perkembangan pasar emas digital secara global.

Laporan tersebut mencatat nilai pasar emas digital dunia saat ini berada pada kisaran 45–55 miliar dolar AS.

Dari total nilai tersebut, sekitar 89 persen berasal dari emas digital yang didukung oleh emas fisik dalam fasilitas penyimpanan.

Lebih dari separuh nilai kepemilikan emas digital jenis tersebut terkonsentrasi di tiga negara, yakni China, India, dan Indonesia.

Ketiga negara tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangan pasar emas digital yang didukung cadangan emas fisik.

Riset juga mengidentifikasi potensi permintaan emas digital yang belum terealisasi dengan nilai mencapai 700 miliar dolar AS.

Namun, WGC menegaskan bahwa angka tersebut bukan merupakan proyeksi nilai pasar dalam jangka pendek.

Nilai 700 miliar dolar AS merupakan estimasi total peluang permintaan yang dapat terealisasi apabila berbagai hambatan penggunaan emas digital berhasil diatasi.

WGC Proyeksikan Pasar Emas Digital Tembus 170 Miliar Dolar AS pada 2031

Dalam skenario dasar selama lima tahun, WGC dan BCG memperkirakan pasar emas digital global dapat tumbuh sekitar 27 persen setiap tahun.

Dengan tingkat pertumbuhan tersebut, nilai pasar diproyeksikan mencapai kisaran 160–170 miliar dolar AS pada 2031.

Proyeksi itu didasarkan pada skenario pertumbuhan yang mempertimbangkan kondisi dan hambatan adopsi emas digital saat ini.

Sementara itu, apabila berbagai hambatan dapat diatasi lebih cepat, nilai pasar berpotensi meningkat lebih tinggi.

Dalam skenario tersebut, pasar emas digital diperkirakan dapat mencapai 270–280 miliar dolar AS pada 2031.

Perbedaan proyeksi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan pasar akan bergantung pada keberhasilan mengatasi hambatan yang masih membatasi penggunaan emas digital.

Riset WGC dan BCG menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar penting dalam perkembangan investasi emas digital global, dengan tingkat kesadaran masyarakat mencapai 76 persen dan sekitar lima juta nasabah telah melakukan transaksi melalui layanan keuangan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026