HOME  ⁄  Geopolitik

Kuba Kecam Surat Perintah Penangkapan Raul Castro oleh Florida, Sebut Langkah AS Bermotif Politik

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kuba Kecam Surat Perintah Penangkapan Raul Castro oleh Florida, Sebut Langkah AS Bermotif Politik
Foto: (Sumber :Warga mengibarkan bendera nasional Kuba saat berpartisipasi dalam sebuah unjuk rasa di Platform Anti-Imperialis di Havana, Kuba, (22/5/2026). (Xinhua/Joaquin Hernandez).)

Pantau - Pemerintah Kuba mengecam penerbitan surat perintah penangkapan terhadap mantan Presiden Kuba Raul Castro oleh otoritas Negara Bagian Florida, Amerika Serikat (AS), pada Senin (19/10/2026), dan menilai langkah tersebut sebagai manuver politik yang tidak memiliki dasar hukum maupun dampak praktis.

Surat perintah penangkapan itu berkaitan dengan dakwaan konspirasi untuk melakukan pembunuhan tingkat pertama dalam kasus penembakan jatuh dua pesawat sipil pada 1996.

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menuding tindakan tersebut merupakan upaya politik kelompok anti-Kuba yang berkaitan dengan kebijakan blokade Washington terhadap negaranya.

"Tindakan tercela terhadap Jenderal Angkatan Darat pagi ini dalam sebuah sirkus menyedihkan di Miami, dengan latar belakang pemilu, tidak memiliki, dan tidak akan pernah memiliki, makna hukum sedikit pun, apalagi makna praktis," kata Diaz-Canel melalui akun media sosial X, Senin (19/10/2026).

Pemerintah Kuba juga mengaitkan penerbitan surat perintah tersebut dengan ketegangan politik antara Havana dan Washington.

Florida Terbitkan Surat Perintah Penangkapan Raul Castro

Jaksa Agung Florida James Uthmeier mengumumkan bahwa otoritas negara bagian telah memperoleh surat perintah penangkapan terhadap Raul Castro pada Senin.

Surat perintah tersebut diterbitkan atas dakwaan konspirasi untuk melakukan pembunuhan tingkat pertama.

Kasus itu berhubungan dengan insiden penembakan jatuh dua pesawat sipil pada 1996.

Raul Castro yang kini berusia 95 tahun merupakan salah satu tokoh utama Revolusi Kuba dan pernah menjabat sebagai presiden negara tersebut.

Ketika insiden penembakan pesawat terjadi, Castro menjabat sebagai Menteri Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba.

Pemerintah Kuba selama ini menyatakan bahwa penembakan terhadap dua pesawat tersebut berlangsung di wilayah udara Kuba.

Havana juga mempertahankan pandangan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk pembelaan diri.

Penerbitan surat perintah penangkapan oleh otoritas Florida kembali memunculkan perbedaan pandangan mengenai insiden yang terjadi sekitar tiga dekade lalu.

Presiden Kuba Sebut Penangkapan Raul Castro sebagai Manuver Politik

Presiden Miguel Diaz-Canel menolak langkah hukum yang dilakukan otoritas Florida terhadap Raul Castro.

Menurut Diaz-Canel, penerbitan surat perintah penangkapan tersebut merupakan tindakan politik yang menggunakan proses hukum sebagai sarana untuk menekan Kuba.

Ia menilai langkah itu didalangi kelompok politik anti-Kuba yang beroperasi di Amerika Serikat.

Diaz-Canel juga mengaitkan tindakan tersebut dengan situasi politik dan kebijakan Washington terhadap Havana.

Dalam pernyataannya, Presiden Kuba menilai surat perintah tersebut "mencerminkan kesulitan yang mereka (AS) hadapi dalam upaya membenarkan blokade dan hukuman kolektif terhadap rakyat kami".

Pemerintah Kuba memandang penerbitan surat perintah tersebut sebagai bagian dari tekanan politik terhadap negara dan tokoh-tokoh pemerintahannya.

Namun, laporan yang tersedia belum memuat tanggapan otoritas Florida terhadap tudingan politik yang disampaikan Diaz-Canel.

Menteri Luar Negeri Kuba Kritik Politikus Anti-Kuba di Florida

Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez turut mengecam penerbitan surat perintah penangkapan terhadap Raul Castro.

Melalui unggahan di media sosial X, Rodriguez menuding kelompok politik anti-Kuba di Florida Selatan berada di balik langkah tersebut.

Ia menyebut penerbitan surat perintah itu sebagai "manuver baru yang mandul dari para politikus anti-Kuba di Florida Selatan terhadap Jenderal Angkatan Darat Raul Castro Ruz, yang mereka padukan dengan tuduhan-tuduhan klise dan tak berdasar lainnya terhadap Kuba".

Rodriguez juga menyampaikan kritik terhadap kelompok yang menurutnya menggunakan isu Kuba untuk mempertahankan dukungan politik dan keuangan.

Ia menilai langkah tersebut mencerminkan "kebusukan politik dan keruntuhan moral sekelompok parasit yang menipu dan mengelabui para pengikut mereka, membuat mereka terus berkontribusi melalui penggalangan dana dan dukungan finansial".

Pernyataan tersebut memperlihatkan penolakan pemerintah Kuba terhadap proses hukum yang diumumkan otoritas Florida.

Baik Diaz-Canel maupun Rodriguez sama-sama menilai tindakan tersebut berkaitan dengan kepentingan politik kelompok anti-Kuba.

Kasus Penembakan Dua Pesawat Sipil pada 1996 Kembali Disorot

Surat perintah penangkapan terhadap Raul Castro berkaitan dengan peristiwa penembakan jatuh dua pesawat sipil pada 1996.

Dalam perkara tersebut, otoritas Florida mengajukan dakwaan konspirasi untuk melakukan pembunuhan tingkat pertama.

Saat peristiwa berlangsung, Castro masih menjabat sebagai Menteri Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba.

Sementara itu, pemerintah Kuba menyatakan bahwa pesawat-pesawat tersebut ditembak jatuh di wilayah udara negaranya.

Havana menyebut tindakan tersebut sebagai langkah pembelaan diri.

Perbedaan pandangan mengenai lokasi dan dasar tindakan penembakan menjadi bagian dari perselisihan yang kembali muncul setelah pengumuman surat perintah penangkapan.

Laporan tersebut belum menjelaskan mekanisme pelaksanaan surat perintah penangkapan terhadap Castro maupun kemungkinan tindak lanjut hukum dari otoritas Amerika Serikat.

Ketegangan Kuba dan Amerika Serikat Kembali Mencuat

Penerbitan surat perintah penangkapan Raul Castro menambah persoalan dalam hubungan Kuba dan Amerika Serikat.

Pemerintah Kuba mengaitkan langkah otoritas Florida dengan kebijakan blokade ekonomi Washington terhadap negara tersebut.

Diaz-Canel menilai tindakan hukum itu merupakan bagian dari upaya mempertahankan tekanan politik terhadap Havana.

Rodriguez juga menyampaikan penolakan terhadap tuduhan yang diarahkan kepada Castro dan pemerintah Kuba.

Di sisi lain, otoritas Florida menyatakan surat perintah tersebut diterbitkan dalam kaitannya dengan dakwaan atas insiden penembakan dua pesawat sipil pada 1996.

Hingga laporan ini disampaikan, belum terdapat informasi mengenai pelaksanaan surat perintah penangkapan terhadap Raul Castro yang kini berusia 95 tahun.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026