HOME  ⁄  Ekonomi

ITS dan BTI Defence Perpanjang Kerja Sama Pengembangan Teknologi Maritim, Perkuat Kolaborasi Indonesia-UEA

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

ITS dan BTI Defence Perpanjang Kerja Sama Pengembangan Teknologi Maritim, Perkuat Kolaborasi Indonesia-UEA
Foto: (Sumber :Rektor ITS Prof Bambang Pramujati (kanan) dan Direktur BTI Defence Peter Tjahjono (kiri) usai penandatanganan MoU didampingi Dubes Indonesia untuk UEA Judha Nugraha. ANTARA/HO-Humas ITS.)

Pantau - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memperpanjang kerja sama dengan BTI Defence untuk memperkuat pengembangan teknologi maritim melalui pemanfaatan keahlian akademik, penelitian, dan inovasi di bidang perkapalan serta kelautan.

Perpanjangan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati dan Direktur BTI Defence Peter Tjahjono.

Kegiatan itu turut didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA) Judha Nugraha.

Rektor ITS Bambang Pramujati mengatakan kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan industri maritim.

“ITS berharap kolaborasi dengan BTI Defence dapat terus berjalan dengan baik dan membuka peluang pemanfaatan keahlian akademik untuk menjawab kebutuhan industri maritim,” kata Bambang dalam keterangannya di Surabaya, Selasa (20/10/2026).

ITS dan BTI Defence Lanjutkan Kolaborasi Riset Maritim

Perpanjangan kerja sama ITS dengan BTI Defence menjadi kelanjutan dari kolaborasi yang telah berlangsung sebelumnya.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memanfaatkan kemampuan akademik dan penelitian ITS dalam mendukung kebutuhan pengembangan teknologi maritim.

ITS memiliki keahlian di bidang teknik perkapalan dan kelautan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan solusi teknologi bagi industri.

Direktur BTI Defence Peter Tjahjono mengatakan pengalaman kerja sama sebelumnya menjadi salah satu pertimbangan pihaknya untuk melanjutkan kolaborasi.

Menurut Peter, tenaga ahli ITS telah memberikan kontribusi dalam mendukung berbagai kebutuhan perusahaan.

“Kerja sama yang pernah terjalin tidak membuat kami kecewa karena banyak tenaga ahli ITS yang sangat membantu kami selama ini,” kata Peter.

Ia juga menilai ITS memiliki kompetensi yang kuat dalam bidang perkapalan dan kelautan.

Dubes RI Sebut Kerja Sama Jadi Momentum Hubungan Indonesia-UEA

Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab Judha Nugraha menyambut perpanjangan kerja sama antara ITS dan BTI Defence.

Menurut Judha, kolaborasi tersebut memiliki arti penting bagi penguatan hubungan bilateral Indonesia dan UEA.

Perpanjangan kerja sama itu juga bertepatan dengan momentum peringatan 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Judha menyatakan pihaknya siap mendukung pengembangan kerja sama lain pada masa mendatang.

“Kolaborasi ini adalah tonggak penting sekaligus hadiah bagi penguatan hubungan kedua negara, ke depannya kami pun siap untuk memfasilitasi lebih banyak kerja sama di masa mendatang,” ujarnya.

Dukungan tersebut diharapkan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara lembaga pendidikan dan pelaku industri.

ITS Pernah Kembangkan Kapal Wisata Berdasar Kaca

Selain menjalin kerja sama dengan BTI Defence, ITS telah terlibat dalam sejumlah proyek pengembangan teknologi maritim di Indonesia.

Salah satunya adalah kerja sama dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dalam perancangan dan pembangunan kapal wisata bottom glass.

Kapal tersebut dirancang dengan bagian dasar transparan sehingga penumpang dapat melihat kondisi bawah laut dari dalam kapal.

Pengembangan kapal wisata itu ditujukan untuk mendukung destinasi pariwisata superprioritas di Indonesia.

Proyek tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan kemampuan akademik ITS dalam pengembangan teknologi perkapalan.

Ocean Farm ITS Dikembangkan untuk Budi Daya Ikan Laut Lepas

ITS juga mengembangkan Ocean Farm ITS (OFITS), yakni struktur terapung yang dirancang untuk mendukung kegiatan budi daya ikan di laut lepas.

Teknologi tersebut dikembangkan untuk menunjang budi daya komoditas perikanan, termasuk tuna dan kakap.

Pengembangan OFITS merupakan bagian dari pemanfaatan riset dan teknologi kelautan untuk menjawab kebutuhan sektor maritim.

Melalui berbagai proyek tersebut, ITS berupaya menghubungkan hasil penelitian perguruan tinggi dengan penerapan teknologi di sektor industri.

Perpanjangan kerja sama dengan BTI Defence diharapkan dapat memperluas pemanfaatan keahlian akademik ITS sekaligus mendukung pengembangan industri maritim Indonesia.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026