HOME  ⁄  Ekonomi

Bakom Dorong Transformasi Ekonomi pada Tahun Ketiga Prabowo-Gibran, Investasi Harus Ciptakan Lapangan Kerja Berkualitas

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Bakom Dorong Transformasi Ekonomi pada Tahun Ketiga Prabowo-Gibran, Investasi Harus Ciptakan Lapangan Kerja Berkualitas
Foto: (Sumber :Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Fithra Faisal Hastiadi memberikan pandangan pemerintah terkait perekonomian nasional terkini dalam acara Bisnis Indonesia Forum yang digelar di Jakarta. ANTARA/Aditya Ramadhan.)

Pantau - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menekankan pentingnya transformasi struktural ekonomi pada tahun ketiga pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka agar pertumbuhan investasi mampu meningkatkan produktivitas, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan memperkuat daya beli masyarakat.

Tenaga Ahli Bakom RI Fithra Faisal Hastiadi mengatakan tantangan utama pemerintah adalah mengubah momentum pertumbuhan ekonomi menjadi pembangunan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Menurutnya, tantangan tersebut semakin besar akibat ketidakpastian ekonomi global yang dipengaruhi perkembangan geopolitik, perubahan harga energi, tekanan inflasi, dan dinamika pasar keuangan internasional.

"Jika dua tahun pertama merupakan fase membangun fondasi, maka tahun ketiga harus menjadi momentum memperkuat efek pengganda dari transformasi tersebut," kata Fithra kepada ANTARA di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Pertumbuhan Investasi Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Fithra menilai perkembangan investasi sepanjang semester pertama 2026 menjadi salah satu sinyal positif bagi perekonomian Indonesia.

Pada triwulan I 2026, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh sebesar 5,96 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen pada periode yang sama.

Tren serupa berlanjut pada triwulan II 2026 ketika PMTB mencatat pertumbuhan sebesar 6,87 persen.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II tercatat sebesar 5,29 persen.

Perbandingan pertumbuhan investasi dan ekonomi Indonesia pada 2026

Menurut Fithra, pertumbuhan investasi yang melampaui pertumbuhan ekonomi menunjukkan adanya penguatan kapasitas dari sisi penawaran atau supply side.

Namun, ia mengingatkan bahwa peningkatan investasi harus disertai kenaikan produktivitas agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Investasi Harus Tingkatkan Produktivitas dan Nilai Tambah Industri

Fithra menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya diukur berdasarkan kenaikan produk domestik bruto (PDB).

Pemerintah perlu memastikan pertumbuhan tersebut mampu meningkatkan produktivitas nasional dan menciptakan pekerjaan dengan kualitas yang lebih baik.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas produksi yang produktif dapat menghasilkan pendapatan baru, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan permintaan dalam perekonomian.

Karena itu, investasi yang masuk perlu diarahkan untuk memperdalam struktur industri nasional.

Menurutnya, investasi seharusnya tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga meningkatkan nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan.

Penguatan industri tersebut diharapkan dapat memberikan dampak lebih besar terhadap pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Transformasi Ekonomi Perlu Selaras dengan Asta Cita

Fithra mengatakan agenda transformasi ekonomi harus sejalan dengan prioritas pembangunan pemerintah dalam Asta Cita.

Industrialisasi yang menjadi bagian dari Asta Cita kelima perlu berjalan bersama pengembangan sumber daya manusia dalam Asta Cita keempat.

Kebijakan tersebut juga harus mendukung penciptaan lapangan kerja berkualitas yang menjadi bagian dari Asta Cita ketiga.

Menurutnya, keterpaduan ketiga agenda tersebut diperlukan agar investasi pada manusia dan penguatan kapasitas produksi dapat saling mendukung.

Peningkatan kualitas tenaga kerja diharapkan mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.

Dengan demikian, manfaat investasi tidak hanya dirasakan oleh sektor usaha, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat melalui kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan.

Pemerintah Diminta Jaga Kredibilitas Fiskal dan Moneter

Selain mendorong produktivitas, Fithra menekankan pentingnya menjaga stabilitas makroekonomi selama pelaksanaan transformasi struktural.

Pemerintah perlu menyeimbangkan upaya percepatan pertumbuhan dengan kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter.

Menurutnya, transformasi ekonomi membutuhkan langkah kebijakan yang besar, tetapi tetap harus disertai disiplin pengelolaan ekonomi.

Keseimbangan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah ketidakpastian global.

Fithra berharap pemerintah dapat membangun struktur ekonomi yang lebih kuat, mandiri, dan produktif.

Keberhasilan Pemerintah Diukur dari Dampak Jangka Panjang

Fithra menilai keberhasilan tahun ketiga pemerintahan Prabowo-Gibran perlu dilihat dari kemampuan kebijakan ekonomi dalam memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang.

Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi dalam waktu singkat bukan satu-satunya ukuran keberhasilan pemerintah.

Menurutnya, perubahan struktur ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan secara merata menjadi indikator penting keberlanjutan pembangunan.

"Ukuran keberhasilan sebuah pemerintahan bukanlah seberapa cepat ekonomi bertumbuh dalam satu atau dua tahun, melainkan seberapa jauh kebijakannya mampu mengubah lintasan pembangunan bangsa untuk satu atau dua generasi mendatang," ujarnya.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026