HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Intensifkan Modifikasi Cuaca di Empat Provinsi untuk Atasi Karhutla, Hujan Mulai Turun di Sejumlah Wilayah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemerintah Intensifkan Modifikasi Cuaca di Empat Provinsi untuk Atasi Karhutla, Hujan Mulai Turun di Sejumlah Wilayah
Foto: (Sumber :Prajurit TNI AU menunjukkan dry ice atau es kering sebagai bahan semai untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di dalam pesawat Cassa C-212 milik Skadron IV Wing Udara 1.2 Grup 1 Angkut Lanud Abdulrachman Saleh di Base Ops Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH), Palembang, Sumatera Selatan, Senin (19/10/2026).ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/tom.)

Pantau - Pemerintah mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di empat provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yakni Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat, untuk membantu pemadaman kebakaran serta mengurangi dampak kabut asap.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan operasi tersebut dilakukan menggunakan bahan semai natrium klorida (NaCl) dan es kering atau dry ice.

Penggunaan kedua bahan itu dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi konsentrasi asap dan mendorong terbentuknya hujan di wilayah terdampak.

"Sekarang kita coba pakai dry ice untuk memecah asap sehingga matahari bisa sedikit masuk sebagai pengungkit munculnya benih awan hujan. Baru dihantam pakai OMC NaCl. Alhamdulillah di beberapa kabupaten dilaporkan mulai turun hujan," ujar Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Prasetyo menegaskan pemerintah terus mengerahkan berbagai upaya untuk menangani kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah.

Sumatera Selatan Gunakan Es Kering untuk Mengurangi Kabut Asap

Operasi modifikasi cuaca di Sumatera Selatan telah berlangsung sejak 16 Oktober 2026.

Hingga Selasa (20/10/2026), operasi tersebut mencatat delapan penerbangan atau sorti dengan penggunaan 1.600 kilogram NaCl dan 4.000 kilogram dry ice.

Selain melalui posko di Palembang, operasi juga mendapat dukungan dari posko di Lampung.

Dukungan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kendala jarak pandang akibat kabut asap di Palembang.

Posko Lampung telah melaksanakan enam sorti pada 15–18 Oktober 2026 dengan menggunakan 4.800 kilogram dry ice.

Menurut laporan pemerintah, operasi tersebut menunjukkan hasil positif berupa penurunan konsentrasi partikel halus PM2,5 dan peningkatan jarak pandang di Sumatera Selatan.

Kalimantan Tengah Catat 48 Sorti dan Hujan di Enam Kabupaten

Di Kalimantan Tengah, operasi modifikasi cuaca telah dilakukan sejak 26 Agustus 2026.

Hingga 20 Oktober, sebanyak 48 sorti telah dilaksanakan dengan penggunaan 43.800 kilogram bahan semai NaCl.

Pemerintah melaporkan volume curah hujan yang dihasilkan selama kegiatan tersebut mencapai 67,45 juta meter kubik.

Operasi di Kalimantan Tengah juga mendapat dukungan dari posko Kalimantan Selatan karena kendala jarak pandang.

Dukungan tersebut dimulai pada 18 Oktober melalui dua sorti dengan penggunaan 800 kilogram dry ice dan 800 kilogram NaCl.

Berdasarkan laporan lapangan, hujan terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kapuas, Gunung Mas, dan Barito Timur.

Kalimantan Selatan Gunakan Dua Pesawat untuk Modifikasi Cuaca

Operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Selatan dimulai pada 10 Oktober 2026.

Hingga 20 Oktober, sebanyak 23 sorti telah dilaksanakan dengan penggunaan 23.000 kilogram bahan semai NaCl.

Pelaksanaan operasi di provinsi tersebut didukung dua unit pesawat.

Pemerintah mencatat volume curah hujan selama kegiatan OMC mencapai 222,67 juta meter kubik.

Hujan juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Tabalong, Tapin, dan Barito Kuala.

Kegiatan modifikasi cuaca tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membantu penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.

Kalimantan Barat Laksanakan 107 Sorti dengan 98,8 Ton NaCl

Kalimantan Barat menjadi wilayah dengan jumlah penerbangan OMC terbanyak dalam laporan pemerintah hingga 20 Oktober 2026.

Operasi yang dimulai pada 22 Agustus tersebut telah mencatat 107 sorti dengan penggunaan 98.800 kilogram NaCl.

Volume curah hujan yang dilaporkan selama kegiatan berlangsung mencapai 471,2 juta meter kubik.

Pada 19 Oktober 2026, hujan tercatat terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Daerah yang dilaporkan mengalami hujan meliputi Kabupaten Sanggau, Kubu Raya, Sambas, Landak, Kayong Utara, Bengkayang, Kapuas Hulu, dan Ketapang.

Hujan juga dilaporkan turun di Kota Singkawang dan Pontianak.

Pemerintah Terus Upayakan Pemadaman Karhutla

Operasi modifikasi cuaca di empat provinsi dilakukan sebagai salah satu langkah pemerintah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan.

Selain mendukung pembentukan hujan, penggunaan dry ice diarahkan untuk membantu mengurangi asap yang terperangkap di lapisan bawah atmosfer.

Kegiatan tersebut melibatkan koordinasi antara Kementerian Kehutanan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta TNI.

Prasetyo menyatakan pemerintah akan terus melakukan berbagai langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.

"Kita semua berusaha sekeras kerasnya, semua dilakukan," kata Prasetyo.

Pemerintah berharap pelaksanaan OMC dapat membantu pemadaman karhutla sekaligus memperbaiki kondisi udara di wilayah terdampak.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026