
Pantau - Perum Bulog berhasil mencatatkan realisasi pengadaan gabah dan beras dalam negeri sebesar 4.131.492 ton setara beras atau 103,29 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton sebagai bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut menjadi rekor pengadaan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan sekaligus menandai keberhasilan Bulog melampaui target pengadaan pangan nasional lebih awal dari yang ditetapkan.
Realisasi pengadaan tersebut melampaui target nasional sebanyak 131.492 ton setara beras atau sekitar 3,29 persen di atas sasaran yang telah ditentukan pemerintah.
Menurut Rizal, keberhasilan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan kebijakan pemerintah untuk memperkuat penyerapan hasil panen petani dalam negeri sekaligus menjaga ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
"Capaian ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah Tahun 2026–2029," ungkap Rizal saat dikonfirmasi di Jakarta pada Selasa (20/10/2026).
Bulog Cetak Rekor Pengadaan Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa realisasi pengadaan sebesar 4,13 juta ton setara beras menjadi pencapaian penting dalam pelaksanaan penugasan strategis pemerintah di sektor pangan.
Jumlah tersebut merupakan realisasi pengadaan gabah dan beras dalam negeri tertinggi yang pernah dicatatkan Perum Bulog sepanjang sejarah perusahaan.
"Capaian tertinggi sepanjang sejarah Bulog ini menjadi momentum bersejarah yang patut disyukuri," ujar Rizal.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional.
"Capaian bersejarah ini merupakan wujud nyata pelaksanaan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional," tegasnya.
Menurut Rizal, pengadaan gabah dan beras dari petani dalam negeri menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga ketersediaan cadangan pangan nasional.
Optimalisasi penyerapan hasil panen juga diarahkan untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah yang digunakan dalam mendukung berbagai kebijakan pangan nasional.
Bulog terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar proses pengadaan gabah dan beras dapat berjalan optimal di berbagai sentra produksi pertanian.
Jawa Timur Sumbang Hampir Seperempat Pengadaan Beras Nasional
Di balik pencapaian pengadaan nasional tersebut, Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu daerah dengan kontribusi terbesar terhadap penyerapan gabah dan beras dalam negeri.
Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur berhasil merealisasikan pengadaan sebesar 979.817 ton setara beras.
Jumlah tersebut mencapai 110,85 persen dari target pengadaan wilayah yang ditetapkan sebesar 883.912 ton.
Dengan realisasi tersebut, Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur berhasil melampaui target sebanyak 95.905 ton atau sekitar 10,85 persen.
Kontribusi pengadaan dari Jawa Timur mencapai sekitar 23,7 persen terhadap keseluruhan realisasi pengadaan gabah dan beras nasional.
Besarnya kontribusi tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu wilayah penting dalam keberhasilan Bulog mencatatkan rekor pengadaan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Pencapaian Jawa Timur juga menunjukkan peran sentra produksi pertanian dalam mendukung penguatan cadangan pangan nasional melalui penyerapan hasil panen petani.
Bulog Perkuat Koordinasi dengan Petani, Pemerintah, TNI, dan Polri
Rizal menyampaikan bahwa keberhasilan melampaui target pengadaan nasional merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang terlibat dalam sektor pangan.
Ia mengapresiasi kontribusi petani, pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, mitra penggilingan, serta seluruh pemangku kepentingan yang mendukung pelaksanaan pengadaan gabah dan beras.
"Capaian pengadaan sebesar 4,13 juta ton setara beras menjadi bukti nyata komitmen Bulog dalam menjalankan amanah pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional," ungkap Rizal.
Perum Bulog secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas arahan dan dukungan dalam pelaksanaan penugasan strategis pemerintah di bidang pangan.
Penghargaan juga diberikan kepada para petani Indonesia yang memiliki peran penting dalam menjaga produksi pangan nasional.
Selain itu, Bulog menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) atas dukungan kebijakan, koordinasi, serta pendampingan dalam pelaksanaan pengadaan gabah dan beras di berbagai wilayah.
Rizal turut menyoroti kontribusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam membantu kelancaran kegiatan pengadaan pangan.
Dukungan kedua institusi tersebut antara lain dilakukan melalui keterlibatan Tim Jemput Pangan yang membantu memperkuat pelaksanaan pengadaan hingga ke sentra-sentra produksi pertanian.
"Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari sinergi TNI dan Polri melalui dukungan Tim Jemput Pangan yang turut memperkuat pelaksanaan pengadaan hingga ke sentra-sentra produksi," kata Rizal.
Kerja sama dengan pemerintah daerah dan mitra penggilingan juga berperan dalam memperlancar proses penyerapan gabah dan beras dari petani.
Menurut Rizal, keberhasilan pengadaan pangan nasional bukan hanya pencapaian Bulog, melainkan hasil kolaborasi berbagai pihak yang memiliki komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan Indonesia.
Direktur Utama Bulog Apresiasi Kerja Keras Seluruh Pegawai
Selain menyampaikan penghargaan kepada mitra dan pemangku kepentingan, Rizal memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran pegawai Perum Bulog yang terlibat dalam pelaksanaan pengadaan pangan nasional.
Penghargaan tersebut diberikan kepada seluruh insan Bulog, mulai dari pegawai kantor pusat, kantor wilayah, kantor cabang, hingga petugas operasional yang tersebar di berbagai daerah.
Rizal menilai kerja keras, konsistensi, dan dedikasi seluruh pegawai menjadi salah satu faktor utama keberhasilan perusahaan melampaui target pengadaan nasional.
"Semangat kerja keras, konsistensi, dan komitmen seluruh Bulogers dalam mengoptimalkan pengadaan gabah dan beras dari petani menjadi kekuatan utama di balik keberhasilan perusahaan melampaui target nasional dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah," tegasnya.
Menurutnya, optimalisasi kegiatan pengadaan membutuhkan koordinasi yang kuat antara seluruh jajaran perusahaan dan berbagai pihak yang terlibat dalam rantai pasok pangan.
Konsistensi pelaksanaan pengadaan juga menjadi bagian penting dalam memastikan hasil produksi petani dapat terserap untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah.
Capaian Pengadaan Dukung Ketahanan dan Swasembada Pangan
Realisasi pengadaan sebesar 4.131.492 ton setara beras menjadi salah satu hasil pelaksanaan Inpres Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah Tahun 2026–2029.
Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa Bulog telah memenuhi sekaligus melampaui target pengadaan nasional sebesar 4 juta ton setara beras.
Dengan kontribusi besar dari Jawa Timur serta dukungan berbagai pemangku kepentingan, Bulog berupaya menjaga keberlanjutan penyerapan hasil produksi petani dalam negeri.
Penguatan pengadaan gabah dan beras juga menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memastikan ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah untuk mendukung kebijakan pangan nasional.
Melalui koordinasi lintas sektor dan optimalisasi penyerapan hasil panen, Perum Bulog terus menjalankan penugasan pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan serta mendukung percepatan swasembada pangan nasional.
- Penulis :
- Shila Glorya




