
Pantau - Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menggelar pasar murah dalam rangka Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak dengan menyediakan 11.636 paket sembako bersubsidi serta menyerap hasil pertanian, perikanan, dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat membeli paket kebutuhan pokok senilai Rp120.000 dengan harga Rp85.000 atau lebih murah Rp35.000 dari nilai normalnya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan kegiatan pasar murah tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga memberikan akses pemasaran bagi petani dan pelaku usaha lokal.
Program tersebut dilaksanakan secara bergiliran di enam kecamatan di Kota Pontianak dengan melibatkan komoditas pangan yang berasal dari hasil produksi masyarakat setempat.
"Sejumlah komoditas yang dijual di pasar murah ini berasal dari hasil tani dan budidaya lokal. Sayur-mayurnya kita borong, kemudian ada ikan lele serta produk-produk makanan sehat lainnya,” ujar Edi saat meninjau pasar murah di halaman Kantor Camat Pontianak Selatan, Selasa (20/10/2026).
Pasar Murah Pontianak Serap Sayuran, Ikan Lele, dan Produk UMKM Lokal
Pemerintah Kota Pontianak memanfaatkan kegiatan pasar murah sebagai sarana mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan hasil produksi petani dan pelaku usaha daerah.
Sejumlah komoditas yang dipasarkan dalam kegiatan tersebut berasal dari hasil pertanian dan budidaya lokal, termasuk sayur-mayur dan ikan lele.
Selain produk pertanian dan perikanan, pasar murah juga menyediakan berbagai produk makanan sehat yang dihasilkan pelaku usaha setempat.
Edi menjelaskan bahwa pola tersebut memberikan manfaat bagi dua kelompok sekaligus, yakni masyarakat sebagai pembeli dan petani serta pelaku UMKM sebagai produsen.
Masyarakat memperoleh kesempatan membeli bahan pangan dengan harga lebih terjangkau, sedangkan petani dan pelaku usaha mendapatkan saluran pemasaran untuk hasil produksinya.
“Jadi bukan hanya membantu masyarakat yang membeli, tetapi juga membantu petani dan pelaku usaha kita supaya produknya terserap,” katanya.
Menurut Edi, pasar murah tidak harus terbatas pada penjualan kebutuhan pokok, tetapi juga dapat diperluas untuk menampung berbagai komoditas pangan lokal.
Paket Sembako Rp120 Ribu Bisa Ditebus Rp85 Ribu
Dalam pelaksanaan pasar murah Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak, pemerintah daerah menyiapkan paket sembako dengan harga khusus bagi masyarakat.
Setiap paket memiliki nilai Rp120.000, tetapi warga cukup membayar Rp85.000 untuk mendapatkannya.
Dengan demikian, masyarakat memperoleh potongan harga sebesar Rp35.000 untuk setiap paket yang dibeli.
Paket sembako tersebut berisi tiga jenis kebutuhan pokok, yakni beras premium sebanyak lima kilogram, minyak goreng satu liter, dan gula pasir satu kilogram.
Secara keseluruhan, Pemkot Pontianak menyediakan 11.636 paket sembako yang dialokasikan untuk enam kecamatan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjaga keterjangkauan harga bahan pokok.
Jadwal Pasar Murah Pontianak Berlangsung hingga 28 Oktober 2026
Pelaksanaan pasar murah dilakukan secara bergiliran di enam kecamatan agar masyarakat dari berbagai wilayah Kota Pontianak dapat memperoleh manfaat program.
Pada hari kedua pelaksanaan, Selasa (20/10/2026), kegiatan berlangsung di halaman Kantor Camat Pontianak Selatan.
Antusiasme masyarakat terlihat dari antrean panjang warga yang datang untuk membeli kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Setelah dilaksanakan di Pontianak Tenggara dan Pontianak Selatan, pasar murah dijadwalkan berlanjut ke empat kecamatan lainnya.
Berikut jadwal lanjutan pasar murah di Kota Pontianak:
- Rabu, 21 Oktober 2026: Halaman Kantor Camat Pontianak Kota.
- Senin, 26 Oktober 2026: Kantor Camat Pontianak Barat.
- Selasa, 27 Oktober 2026: Kantor Camat Pontianak Utara.
- Rabu, 28 Oktober 2026: Kantor Camat Pontianak Timur.
Pelaksanaan secara bergiliran tersebut dilakukan untuk menjangkau masyarakat di seluruh kecamatan yang menjadi sasaran program.
Pemkot Pontianak Jadikan Pasar Murah Instrumen Pengendalian Inflasi
Selain membantu masyarakat memperoleh sembako dengan harga lebih rendah, pasar murah juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Pontianak menjaga stabilitas harga pangan.
Edi menilai penyerapan hasil produksi petani dan pembudidaya lokal dapat membantu memperpendek jalur distribusi pangan.
Dengan rantai distribusi yang lebih pendek, masyarakat memiliki kesempatan memperoleh lebih banyak pilihan produk pangan segar dari produsen setempat.
Kegiatan tersebut juga memberikan peluang bagi petani dan pelaku usaha lokal untuk memasarkan produknya secara langsung melalui program pemerintah daerah.
Menurut Edi, pasar murah dapat menjadi salah satu instrumen yang mendukung upaya pengendalian inflasi sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
Wali Kota Pontianak Buka Peluang Pasar Murah Digelar Berkelanjutan
Wali Kota Edi Rusdi Kamtono berharap kegiatan pasar murah tidak hanya dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Pontianak.
Pemerintah daerah membuka peluang untuk kembali menyelenggarakan program serupa apabila masyarakat masih membutuhkan dukungan akses pangan dengan harga terjangkau.
“Kita berharap ini tidak hanya saat Hari Jadi Kota. Kalau memang dibutuhkan, kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan,” katanya.
Edi menilai keberlanjutan kegiatan pasar murah dapat membantu menjaga hubungan antara produsen pangan lokal dan masyarakat sebagai konsumen.
Melalui penyediaan 11.636 paket sembako dan penyerapan hasil pertanian serta perikanan lokal, Pemkot Pontianak berupaya memperkuat daya beli masyarakat sekaligus mendukung pemasaran produk usaha daerah.
- Penulis :
- Aditya Yohan




