HOME  ⁄  Ekonomi

BULOG Salurkan Tambahan 150 Ribu Ton Jagung SPHP Tahap II, Peternak Mikro Bisa Beli Maksimal Rp5.500 per Kilogram

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BULOG Salurkan Tambahan 150 Ribu Ton Jagung SPHP Tahap II, Peternak Mikro Bisa Beli Maksimal Rp5.500 per Kilogram
Foto: (Sumber :BULOG Gencarkan Penyaluran 150 Ribu Ton SPHP Jagung Tahap II, Prioritaskan Peternak Mikro.)

Pantau - Perum BULOG mulai mempercepat penyaluran tambahan 150 ribu ton jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Tahap II pada Selasa (20/10/2026), dengan memprioritaskan peternak mikro di berbagai daerah untuk membantu menekan biaya pakan ternak.

Dalam program tersebut, BULOG menetapkan harga jagung sebesar Rp5.000 per kilogram di gudang, sedangkan harga penjualan melalui koperasi kepada peternak dibatasi maksimal Rp5.500 per kilogram.

Penyaluran tambahan ini dilakukan bersamaan dengan penyelesaian program SPHP Jagung Tahap I yang realisasinya telah mencapai 84,43 persen.

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan percepatan distribusi dilakukan untuk memastikan peternak rakyat memperoleh jagung pakan dengan harga terjangkau.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga jagung sebagai salah satu bahan baku utama pakan ternak.

BULOG Mulai Salurkan 150 Ribu Ton Jagung SPHP Tahap II

Perum BULOG menggencarkan penyaluran jagung SPHP Tahap II dengan tambahan alokasi sebanyak 150 ribu ton untuk mendukung kebutuhan peternak di berbagai wilayah Indonesia.

Program tersebut diarahkan untuk memperluas akses peternak mikro terhadap bahan baku pakan dengan harga yang lebih kompetitif.

BULOG memprioritaskan kelompok peternak mikro karena biaya pakan merupakan salah satu komponen penting dalam kegiatan usaha peternakan rakyat.

Melalui tambahan pasokan jagung, perusahaan berupaya membantu peternak menjaga efisiensi biaya produksi dan keberlanjutan usaha.

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa penyaluran jagung harus dilakukan secara optimal agar manfaat program diterima kelompok sasaran.

“BULOG berkomitmen memastikan penyaluran SPHP Jagung berjalan optimal dan tepat sasaran. Kami terus mempercepat penyelesaian sisa penyaluran SPHP Jagung Tahap I, sekaligus menjalankan tambahan penugasan Tahap II sebanyak 150 ribu ton yang mulai disalurkan hari ini,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

Penyaluran tahap kedua mulai dijalankan pada Selasa (20/10/2026) sebagai kelanjutan dari program stabilisasi pasokan jagung yang telah berlangsung sebelumnya.

Harga Jagung SPHP Ditetapkan Rp5.000 di Gudang BULOG

Dalam pelaksanaan SPHP Jagung Tahap II, pemerintah melalui BULOG menerapkan ketentuan harga untuk memastikan jagung pakan tetap terjangkau bagi peternak.

Harga jagung ditetapkan sebesar Rp5.000 per kilogram untuk pembelian di gudang BULOG.

Sementara itu, harga maksimal jagung yang disalurkan melalui koperasi hingga sampai kepada peternak ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram.

Selisih harga tersebut menjadi bagian dari skema distribusi yang melibatkan koperasi sebagai penyalur kepada peternak.

BULOG mengoptimalkan peran koperasi untuk memperluas jangkauan program, khususnya kepada peternak mikro yang membutuhkan dukungan pasokan jagung.

Penerapan batas harga tersebut diharapkan dapat mengurangi tekanan biaya pakan dan membantu peternak mempertahankan kegiatan produksinya.

Realisasi Penyaluran SPHP Jagung Tahap I Capai 84,43 Persen

Selain menjalankan tambahan penugasan tahap kedua, BULOG terus menyelesaikan distribusi jagung SPHP Tahap I.

Hingga Selasa (20/10/2026), realisasi penyaluran tahap pertama telah mencapai 84,43 persen.

Dengan capaian tersebut, masih terdapat sekitar 15,57 persen dari target penyaluran tahap pertama yang perlu diselesaikan.

BULOG menyatakan akan terus mempercepat distribusi sisa alokasi agar manfaat program dapat menjangkau lebih banyak peternak.

Penyelesaian tahap pertama dilakukan bersamaan dengan dimulainya penyaluran tambahan 150 ribu ton jagung pada tahap kedua.

Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga kesinambungan pasokan jagung pakan bagi pelaku usaha peternakan rakyat.

Peternak Mikro Jadi Prioritas Distribusi Jagung Bersubsidi Harga

BULOG menempatkan peternak mikro sebagai kelompok prioritas dalam pelaksanaan SPHP Jagung Tahap II.

Prioritas tersebut diberikan untuk membantu pelaku usaha peternakan berskala kecil memperoleh bahan baku pakan dengan harga yang lebih terjangkau.

Perusahaan juga mendorong pemanfaatan koperasi sebagai jalur distribusi agar penyaluran dapat dilakukan secara lebih merata.

Melalui mekanisme tersebut, peternak di berbagai wilayah diharapkan memiliki akses yang lebih baik terhadap pasokan jagung.

Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa percepatan penyaluran menjadi bagian dari komitmen BULOG dalam mendukung keberlangsungan usaha peternakan rakyat.

Ketersediaan jagung pakan dengan harga terjangkau diharapkan dapat membantu peternak mengendalikan biaya produksi.

BULOG Perkuat Stabilitas Pasokan Jagung untuk Peternakan Rakyat

Pelaksanaan SPHP Jagung Tahap I dan Tahap II merupakan bagian dari upaya BULOG menjaga stabilitas pasokan serta harga komoditas pangan, termasuk jagung untuk kebutuhan pakan ternak.

Tambahan alokasi 150 ribu ton pada tahap kedua diharapkan memperkuat ketersediaan jagung di tengah kebutuhan bahan baku pakan oleh peternak.

BULOG juga terus mendorong distribusi yang tepat sasaran melalui kerja sama dengan koperasi agar program dapat menjangkau kelompok peternak mikro.

Dengan harga maksimal Rp5.500 per kilogram di tingkat peternak melalui koperasi, program SPHP Jagung diharapkan dapat membantu efisiensi usaha peternakan rakyat.

Percepatan distribusi kedua tahap tersebut menjadi bagian dari langkah BULOG mendukung keberlanjutan produksi peternakan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026