
Pantau - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan aktivitas pariwisata Indonesia semakin merata dan tidak lagi hanya terpusat di Bali maupun kota-kota besar, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi unggulan selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan perkembangan tersebut terlihat dari pertumbuhan perjalanan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara di berbagai daerah.
Berdasarkan data triwulan pertama 2026, kawasan Manado-Likupang di Sulawesi Utara mencatatkan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 60,42 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Sementara itu, kawasan Danau Toba di Sumatera Utara mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 33,40 persen pada periode yang sama.
"Pariwisata semakin berkembang di berbagai daerah, yang artinya aktivitas pariwisata menciptakan lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat," kata Widiyanti dalam Laporan Capaian Dua Tahun Sektor Pariwisata yang diterima di Bali, Selasa (20/10/2026).
Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Manado-Likupang dan Danau Toba Meningkat
Kementerian Pariwisata mencatat sejumlah destinasi di luar Bali mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara yang cukup tinggi sepanjang triwulan pertama 2026.
Kawasan Manado-Likupang menjadi salah satu destinasi dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan asing sebesar 60,42 persen dibandingkan triwulan pertama 2025.
Kawasan wisata tersebut berada di Sulawesi Utara dan mencakup berbagai destinasi wisata alam, termasuk kawasan pesisir Likupang.
Selain Manado-Likupang, kawasan Danau Toba di Sumatera Utara juga menunjukkan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 33,40 persen.
Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan Kementerian Pariwisata untuk menggambarkan perkembangan aktivitas wisata di luar destinasi utama yang selama ini banyak dikunjungi wisatawan.
Pemerintah menilai peningkatan perjalanan wisata ke berbagai daerah dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.
Danau Toba Pimpin Pertumbuhan Wisatawan Nusantara hingga 106,68 Persen
Selain kunjungan wisatawan mancanegara, pertumbuhan perjalanan wisatawan nusantara juga tercatat meningkat di sejumlah destinasi unggulan.
Kawasan Danau Toba menjadi destinasi dengan pertumbuhan wisatawan nusantara tercepat berdasarkan data perbandingan periode 2025 hingga 2026.
Kementerian Pariwisata mencatat kunjungan wisatawan nusantara ke Danau Toba melonjak sebesar 106,68 persen.
Pertumbuhan tersebut menempatkan Danau Toba sebagai salah satu kawasan wisata yang mencatatkan perkembangan perjalanan domestik paling menonjol.
Sementara itu, kawasan Lombok-Gili Tramena di Nusa Tenggara Barat mencatatkan pertumbuhan kunjungan wisatawan nusantara sebesar 75,45 persen.
Data tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas perjalanan wisata domestik di sejumlah kawasan wisata di luar Bali.
Kementerian Pariwisata menyebut pemerataan aktivitas wisata menjadi bagian penting dalam memperluas manfaat ekonomi sektor pariwisata bagi berbagai daerah.
Kemenpar Catat 113.692 Usaha Akomodasi Sudah Miliki NIB
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan bahwa pertumbuhan sektor pariwisata perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan dan penataan usaha.
Menurutnya, pengembangan pariwisata harus memperhatikan keamanan wisatawan, kebersihan destinasi, serta persaingan usaha yang sehat.
Kementerian Pariwisata melakukan berbagai langkah pembinaan dan penataan untuk memperkuat ekosistem usaha pariwisata nasional.
Hingga 23 September 2026, jumlah unit usaha akomodasi jangka pendek yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) tercatat mencapai 113.692 unit.
Jumlah tersebut bertambah sebanyak 44.852 unit usaha dibandingkan kondisi pada 31 Maret 2025, ketika Kementerian Pariwisata mulai menjalankan program penataan tersebut.
Secara persentase, pertumbuhan jumlah usaha akomodasi yang memiliki NIB mencapai 65,2 persen.
Peningkatan tersebut menjadi salah satu hasil dari upaya pemerintah mendorong legalitas dan keteraturan usaha akomodasi wisata.
Kemenpar Gandeng Sembilan Agen Perjalanan Daring untuk Tertibkan Usaha Pariwisata
Dalam mendukung penataan sektor pariwisata, Kementerian Pariwisata juga melakukan peninjauan lapangan dan pembinaan pelaku usaha di tujuh provinsi.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman pelaku industri mengenai ketentuan usaha dan standar pelayanan pariwisata.
Selain itu, Kementerian Pariwisata menjalin kemitraan dengan sembilan agen perjalanan daring atau online travel agent (OTA).
Kerja sama tersebut mencakup sosialisasi dan penerapan kebijakan, termasuk penghapusan daftar atau delisting usaha dari platform sesuai ketentuan yang berlaku.
Kementerian Pariwisata juga telah memberikan kegiatan pelatihan atau coaching clinic kepada 1.553 pelaku usaha dan operator pariwisata.
Program pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat tata kelola usaha dan meningkatkan kualitas layanan bagi wisatawan.
"Usaha yang semakin tertata berarti persaingan yang lebih adil bagi pelaku industri, perlindungan yang lebih baik bagi wisatawan, sekaligus peluang peningkatan penerimaan daerah," kata Ni Luh.
Melalui pemerataan kunjungan wisatawan dan penataan usaha pariwisata, Kementerian Pariwisata berupaya memperluas manfaat ekonomi sektor tersebut sekaligus meningkatkan kualitas destinasi di berbagai wilayah Indonesia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




