
Pantau - Pemerintah Italia berencana mengerahkan 500 tentara ke Kota Milan menyusul kerusuhan selama dua hari yang diwarnai bentrokan antara demonstran dan polisi, penjarahan toko, serta perusakan sejumlah fasilitas dan properti.
Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini menyampaikan bahwa pengerahan ratusan personel militer tersebut dilakukan untuk memperkuat keamanan setelah aksi demonstrasi berujung kerusuhan di kota bagian utara Italia itu.
Menurut laporan kantor berita Sputnik yang dikutip pada Selasa (20/10/2026), rencana pengerahan tentara akan dimasukkan dalam paket kebijakan keamanan yang dijadwalkan mendapat persetujuan dalam rapat kabinet pada hari yang sama.
Pemerintah Italia menyiapkan langkah tersebut untuk "melindungi Milan" setelah kerusuhan menyebabkan gangguan keamanan dan kerusakan properti.
Aksi protes yang berlangsung sepanjang akhir pekan sebelumnya terjadi di sejumlah kota di Italia, dengan kerusuhan paling parah dilaporkan berlangsung di Milan.
Demonstrasi Biaya Hidup di Milan Berujung Bentrokan dan Penjarahan
Kerusuhan di Milan terjadi di tengah gelombang demonstrasi yang berlangsung di berbagai kota Italia sepanjang akhir pekan pada 17 hingga 18 Oktober 2026.
Salah satu aksi berlangsung di kawasan Piazza Duomo, Milan, pada Minggu (18/10/2026), ketika pengunjuk rasa yang tergabung dalam gerakan Italia in Piazza menyampaikan protes terhadap tingginya biaya hidup.
Aksi demonstrasi tersebut kemudian diwarnai bentrokan antara sejumlah peserta aksi dan aparat kepolisian.
Selain bentrokan, kerusuhan di Milan juga disertai penjarahan toko dan tindakan vandalisme yang mengakibatkan kerusakan sejumlah properti.
Situasi keamanan yang memburuk mendorong aparat melakukan penindakan terhadap orang-orang yang terlibat dalam kerusuhan.
Pemerintah Italia kemudian menyiapkan tambahan pengamanan melalui rencana pengerahan 500 tentara ke Milan.
Lebih dari 300 Orang Ditahan, 110 Petugas Terluka
Kerusuhan yang berlangsung selama dua hari di Milan menyebabkan ratusan orang berurusan dengan aparat penegak hukum.
Berdasarkan laporan yang dikutip Sputnik, lebih dari 300 orang ditahan polisi selama penanganan kerusuhan di kota tersebut.
Dari jumlah tersebut, hampir 50 orang dilaporkan ditangkap setelah aparat melakukan tindakan penegakan hukum.
Bentrokan antara demonstran dan polisi juga menyebabkan lebih dari 110 petugas penegak hukum memerlukan perawatan medis.
Para petugas tersebut mendapatkan penanganan medis setelah terlibat dalam bentrokan yang berlangsung di kawasan pusat Kota Milan.
Jumlah petugas yang membutuhkan perawatan medis menunjukkan besarnya dampak kerusuhan terhadap aparat yang bertugas mengendalikan situasi.
Kerugian Kerusuhan Milan Tembus Rp14 Miliar
Selain menyebabkan korban luka dari kalangan aparat, kerusuhan di Milan menimbulkan kerugian ekonomi akibat penjarahan dan kerusakan properti.
Asosiasi bisnis Confcommercio Milano mencatat total kerugian akibat kerusuhan di Milan mencapai lebih dari 700.000 euro atau sekitar Rp14 miliar.
Kerugian tersebut berkaitan dengan dampak kerusuhan yang melanda kawasan perdagangan dan aktivitas bisnis di kota tersebut.
Sementara itu, asosiasi pengusaha Italia, Unimpresa, memperkirakan total kerugian akibat rangkaian kerusuhan secara nasional mencapai 1,6 juta euro atau sekitar Rp32 miliar.
Angka tersebut mencakup dampak ekonomi dari aksi kerusuhan yang terjadi di sejumlah wilayah Italia selama akhir pekan.
Pemerintah Italia Siapkan Paket Keamanan untuk Milan
Wakil Perdana Menteri Matteo Salvini menyatakan pemerintah akan mengirimkan 500 tentara sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan di Milan.
Rencana tersebut diperkirakan menjadi bagian dari paket kebijakan keamanan yang dibahas dalam rapat kabinet Italia pada Selasa (20/10/2026).
Pengerahan personel militer disiapkan setelah kerusuhan selama dua hari menyebabkan ratusan orang ditahan, puluhan orang ditangkap, serta lebih dari seratus petugas membutuhkan perawatan medis.
Hingga laporan tersebut disampaikan, pengerahan 500 tentara masih berupa rencana yang menunggu pembahasan dan persetujuan dalam rapat kabinet.
- Penulis :
- Aditya Yohan




