
Pantau - Inggris berpotensi mengimpor air dari Norwegia apabila kekeringan yang melanda sejumlah wilayah terus berlanjut dan menyebabkan cadangan air semakin menipis, terutama di kawasan Inggris bagian tenggara.
Perusahaan penyedia layanan air South East Water mengungkapkan bahwa impor air dari Norwegia telah dimasukkan dalam rencana penanggulangan kekeringan sebagai langkah darurat apabila sumber pasokan air tidak lagi mencukupi kebutuhan masyarakat.
Kondisi tersebut muncul setelah sejumlah wilayah Inggris selatan mengalami gelombang panas yang memecahkan rekor pada musim panas 2026, sehingga memicu penurunan cadangan air di sejumlah waduk.
Pada awal Oktober 2026, otoritas setempat menetapkan status peringatan kekeringan tingkat tertinggi di beberapa wilayah Inggris selatan menyusul kondisi cuaca ekstrem tersebut.
South East Water Siapkan Opsi Impor Air dari Norwegia
Kepala South East Water, Nick Price, mengatakan bahwa kemungkinan mendatangkan air dari Norwegia telah tercantum dalam rencana penanganan kekeringan perusahaan.
Namun, ia menegaskan bahwa langkah tersebut hanya akan dilakukan apabila kondisi pasokan air mencapai tahap darurat dan tidak dapat ditangani melalui langkah lainnya.
"Kendati impor air dari Norwegia tercantum dalam rencana penanggulangan kekeringan kami, opsi tersebut benar-benar menjadi langkah terakhir dalam kondisi darurat. Saat ini, langkah itu belum dipertimbangkan," kata Nick Price kepada surat kabar The Sun pada Senin (19/10/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa South East Water belum berencana merealisasikan impor air dalam waktu dekat meskipun kondisi kekeringan masih menjadi perhatian.
Opsi impor air disiapkan sebagai bagian dari langkah antisipasi apabila kekeringan terus berlangsung dan mengganggu ketersediaan air bagi masyarakat.
Waduk Ardingly Hanya Terisi 19 Persen dari Kapasitas
Salah satu kondisi yang menjadi perhatian adalah menyusutnya cadangan air di Waduk Ardingly, yang menjadi sumber pasokan air bagi wilayah Inggris tenggara.
Berdasarkan laporan yang dikutip pada Selasa (20/10/2026), volume air di waduk tersebut kini hanya mencapai 19 persen dari total kapasitas penyimpanannya.
Penurunan cadangan air tersebut terjadi di tengah kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Inggris setelah gelombang panas ekstrem sepanjang musim panas.
Menurut laporan tersebut, kondisi darurat dapat terjadi apabila Waduk Ardingly mengalami kekeringan total sehingga tidak lagi mampu menyediakan pasokan air.
Situasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam rencana penanggulangan kekeringan yang disusun South East Water.
Gelombang Panas Picu Peringatan Kekeringan Tertinggi di Inggris
Kekeringan yang melanda Inggris selatan berkaitan dengan gelombang panas yang mencatatkan rekor suhu tinggi pada musim panas 2026.
Kondisi cuaca tersebut diikuti penurunan cadangan air yang mendorong penetapan status peringatan kekeringan tingkat tertinggi pada awal Oktober.
South East Water menyatakan bahwa impor air dari Norwegia tetap menjadi opsi terakhir apabila kondisi darurat benar-benar terjadi.
Hingga pernyataan Nick Price disampaikan, perusahaan belum mempertimbangkan pelaksanaan impor air karena langkah tersebut masih berada dalam rencana penanggulangan kekeringan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




