
Pantau - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah, memberikan diskon tarif masuk sebesar 30 persen untuk dua destinasi wisata unggulan, yakni Lokawisata Baturraden dan Menara Teratai Purwokerto, mulai 1 November 2026 guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kebijakan tersebut diumumkan Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti dalam kegiatan Temu Mitra Usaha Pariwisata se-Kabupaten Banyumas yang berlangsung di Convention Hall Graha Putra Sang Fajar, kompleks Menara Teratai Purwokerto, Selasa (20/10/2026).
Program potongan harga tiket masuk tersebut diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi pelaku usaha yang bergerak di sektor pariwisata.
"Saya berharap program ini dapat menambah minat masyarakat untuk berkunjung. Saya juga mengimbau para pelaku usaha pariwisata untuk mempertimbangkan penawaran khusus sesuai dengan kemampuan dan karakter usaha masing-masing," kata Lintarti.
Pemkab Banyumas berencana mengevaluasi pelaksanaan program diskon tersebut setelah berjalan selama enam bulan untuk melihat dampaknya terhadap kunjungan wisatawan.
Diskon Tiket Masuk Baturraden dan Menara Teratai Berlaku Mulai November
Program diskon tarif masuk sebesar 30 persen akan diterapkan di Lokawisata Baturraden dan Menara Teratai Purwokerto mulai Minggu (1/11/2026).
Kedua destinasi tersebut merupakan objek wisata yang dikelola pemerintah daerah dan menjadi bagian dari upaya pengembangan sektor pariwisata Banyumas.
Pemberian potongan harga dilakukan untuk meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan di tengah upaya pemerintah daerah memulihkan jumlah pengunjung.
Selain memberikan diskon tiket masuk, Pemkab Banyumas juga mengajak pengelola destinasi wisata lainnya untuk mempertimbangkan penawaran khusus sesuai kondisi masing-masing usaha.
Wakil Bupati Banyumas berharap langkah tersebut dapat mendorong masyarakat untuk lebih banyak mengunjungi destinasi wisata di wilayah Banyumas.
Program diskon ini akan menjadi salah satu kebijakan yang dievaluasi pemerintah daerah setelah enam bulan pelaksanaan.
Kunjungan Wisata Banyumas Menurun Selama 2023 hingga 2025
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Junaidi, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi yang dikelola pemerintah daerah mengalami penurunan selama periode 2023 hingga 2025.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah dalam menyusun langkah peningkatan daya tarik wisata.
“Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama melalui penguatan promosi, peningkatan kualitas pelayanan, dan pengembangan atraksi wisata,” kata Junaidi.
Junaidi, yang juga menjabat Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Banyumas, menilai peningkatan kualitas layanan dan promosi menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor pariwisata.
Pemerintah daerah juga berupaya memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Banyumas.
Pemkab Banyumas Dorong Kolaborasi Hotel, Restoran, dan Pelaku UMKM
Wakil Bupati Dwi Asih Lintarti menegaskan bahwa Banyumas memiliki beragam potensi pariwisata yang dapat dikembangkan, mulai dari wisata alam, budaya, sejarah, kuliner, hingga produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya dengan memperkenalkan destinasi kepada masyarakat, tetapi juga harus mampu menarik wisatawan untuk tinggal lebih lama dan mengunjungi lebih banyak objek wisata.
Pemerintah daerah mendorong pengelola destinasi, hotel, restoran, biro perjalanan wisata, dan pelaku UMKM untuk membangun kemitraan yang lebih kuat.
"Pengelola destinasi, hotel, restoran, biro perjalanan, dan pelaku UMKM perlu saling terhubung agar potensi yang ada dapat dikemas menjadi paket wisata yang menarik dan mudah dipasarkan," kata Lintarti.
Melalui kerja sama tersebut, berbagai potensi wisata Banyumas diharapkan dapat dikemas dalam paket perjalanan yang lebih mudah dipromosikan kepada wisatawan.
Kegiatan Temu Mitra Usaha Pariwisata se-Kabupaten Banyumas sendiri melibatkan sekitar 93 pihak dari unsur pemerintah, lembaga terkait, dunia usaha, asosiasi biro perjalanan, pengelola destinasi, pengelola desa wisata, dan komunitas pariwisata.
Junaidi juga mengajak pelaku usaha memperkuat kerja sama dengan biro perjalanan wisata, termasuk melalui pemberian komisi yang wajar dan disepakati bersama untuk meningkatkan kunjungan wisatawan secara berkelompok.
Pebemas Siapkan Promosi Wisata Banyumas Lewat Travel Mart 2027
Ketua Umum Perhimpunan Biro Perjalanan Wisata Banyumas (Pebemas), Auliya Rahman, menyampaikan bahwa organisasinya berencana kembali menyelenggarakan Pebemas Travel Mart pada 2027.
Kegiatan tersebut dijadwalkan menjadi penyelenggaraan kelima dengan mengundang biro perjalanan wisata dari berbagai daerah, terutama Pulau Jawa dan sebagian Sumatera.
Auliya mengungkapkan bahwa partisipasi pelaku usaha wisata lokal dalam kegiatan sebelumnya masih berada di kisaran 20 persen.
Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha setempat perlu ditingkatkan agar kegiatan promosi pariwisata dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Pebemas berharap kerja sama antara pemerintah daerah, biro perjalanan, pengelola destinasi, dan pelaku usaha dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Banyumas.
Melalui program diskon tiket masuk dan penguatan promosi bersama, Pemkab Banyumas berupaya meningkatkan daya tarik pariwisata sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar destinasi wisata.
- Penulis :
- Aditya Yohan




