
Pantau - Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan dukungan sebanyak 86.023 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) sepanjang 2026 untuk mempercepat modernisasi sektor pertanian, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa modernisasi pertanian menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam meningkatkan efisiensi produksi pangan sekaligus menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian.
"Modernisasi pertanian menjadi salah satu langkah strategis Kementerian Pertanian dalam memperkuat produksi pangan nasional selama dua tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih," kata Amran dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Program mekanisasi tersebut diarahkan untuk mempercepat pengolahan lahan, meningkatkan efisiensi tenaga kerja, menekan biaya produksi, serta membantu petani mengoptimalkan kegiatan budidaya.
Dukungan alsintan yang mencapai 86.023 unit sepanjang 2026 terutama ditujukan untuk menunjang kegiatan usaha tani pada tahapan prapanen.
Kementan Percepat Mekanisasi Pertanian untuk Tingkatkan Produksi Pangan
Amran menjelaskan bahwa modernisasi pertanian semakin dibutuhkan karena sektor pertanian nasional menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks.
Tantangan tersebut meliputi perubahan iklim, bencana alam, keterbatasan tenaga kerja pertanian, alih fungsi lahan, hingga meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat.
Menurut Amran, berbagai persoalan tersebut menuntut perubahan sistem produksi agar kegiatan pertanian dapat berlangsung lebih efisien dan berkelanjutan.
"Karena itu, modernisasi pertanian diperlukan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus menjaga keberlanjutan usaha tani," ucapnya.
Amran menegaskan bahwa pemerintah menerapkan dua pendekatan utama untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan, yakni deregulasi dan transformasi sistem pertanian melalui pemanfaatan teknologi modern.
"Langkah kami ada dua untuk mencapai swasembada, yaitu deregulasi dan transformasi pertanian dari tradisional ke modern," kata Amran.
Transformasi tersebut dilakukan melalui penerapan mekanisasi yang disesuaikan dengan kebutuhan petani, karakteristik lahan, serta jenis komoditas yang dibudidayakan.
Pemanfaatan alsintan diharapkan dapat mempercepat proses pengolahan lahan dan penanaman sehingga kegiatan produksi dapat dilakukan pada waktu yang tepat.
Selain itu, mekanisasi juga diarahkan untuk mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja, mengurangi ketergantungan terhadap metode pertanian tradisional, serta meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.
Mekanisasi Pertanian Berpotensi Tingkatkan Efisiensi Waktu hingga 97,4 Persen
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Andi Nur Alamsyah, menjelaskan bahwa penyediaan alsintan merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas produksi pertanian nasional.
Menurutnya, keberhasilan mekanisasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan peralatan, tetapi juga kesesuaian teknologi dengan kondisi lahan dan kebutuhan petani.
Pemilihan jenis alsintan yang tepat dinilai dapat mempercepat pekerjaan, meningkatkan efisiensi tenaga kerja, serta mendukung produktivitas pertanian.
"Karena itu, dukungan peralatan harus diikuti dengan pengelolaan dan pemanfaatan yang baik agar memberikan manfaat berkelanjutan," kata Andi.
Dari sisi teknis, penerapan mekanisasi pertanian memiliki potensi meningkatkan efisiensi waktu kerja hingga 97,4 persen, bergantung pada jenis pekerjaan, spesifikasi peralatan, dan kondisi penerapannya.
Selain mempercepat proses produksi, penggunaan alsintan juga berpotensi meningkatkan indeks pertanaman sehingga pemanfaatan lahan pertanian dapat dilakukan secara lebih optimal.
Mekanisasi pertanian juga dinilai berpotensi menekan tingkat susut hasil pertanian menjadi sekitar 3,5 hingga 5,5 persen.
Meski demikian, Kementan menekankan bahwa manfaat mekanisasi tidak selalu sama pada setiap kegiatan usaha tani karena dipengaruhi kondisi lahan, jenis pekerjaan, serta kemampuan peralatan yang digunakan.
Traktor, Drone, dan Pompa Air Didorong Sesuai Kebutuhan Petani
Kementan menjelaskan bahwa berbagai jenis alsintan memiliki fungsi berbeda dalam mendukung kegiatan budidaya pertanian.
Traktor roda empat digunakan untuk mengolah lahan pada area hamparan yang membutuhkan kapasitas kerja lebih besar.
Sementara itu, traktor roda dua lebih sesuai untuk pengolahan lahan yang relatif sempit atau memiliki karakteristik tertentu, termasuk lahan pertanian terasering.
Untuk kondisi lahan berlumpur dalam, penggunaan traktor crawler dapat menjadi pilihan sepanjang sesuai dengan spesifikasi dan kemampuan peralatan.
Selain traktor, pompa air digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan pengairan lahan, terutama ketika ketersediaan air terbatas pada musim kemarau.
Kementan juga mendorong pemanfaatan alat tanam dan pesawat nirawak atau drone sebagai bagian dari penerapan teknologi modern dalam kegiatan usaha tani.
"Dukungan alsintan harus sesuai dengan peruntukannya. Traktor, alat tanam, drone, dan pompa air memiliki fungsi berbeda dalam mendukung kegiatan usaha tani. Dengan pemilihan alat yang tepat, mekanisasi dapat membantu mempercepat pekerjaan dan meningkatkan efisiensi proses budidaya," ujarnya.
Andi menekankan bahwa penggunaan peralatan harus mempertimbangkan karakteristik lahan, jenis komoditas, dan kebutuhan operasional agar bantuan pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal.
Kementan Targetkan Modernisasi Pertanian Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan
Kementan menegaskan bahwa keberhasilan modernisasi pertanian tidak cukup hanya diukur berdasarkan jumlah alsintan yang disalurkan kepada petani.
Pemerintah juga menaruh perhatian pada pengelolaan, pemanfaatan, serta kesesuaian teknologi dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Pengelolaan peralatan yang baik dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan bantuan alsintan dapat digunakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat terhadap kegiatan produksi pertanian.
Melalui penguatan mekanisasi selama dua tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih, Kementan berupaya mempercepat transformasi pertanian nasional dari sistem tradisional menuju sistem produksi yang lebih modern dan produktif.
Dukungan 86.023 unit alsintan sepanjang 2026 diharapkan dapat membantu petani menghadapi keterbatasan tenaga kerja, meningkatkan efisiensi usaha tani, serta memperkuat kemampuan produksi pangan dalam negeri.
Selain mekanisasi, deregulasi dan optimalisasi pemanfaatan teknologi pertanian menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan produksi pangan nasional.
Kementan menargetkan transformasi tersebut dapat mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, dan pemanfaatan sumber daya pertanian secara optimal.
- Penulis :
- Shila Glorya




