
Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) memperkuat pengembangan industri sulih suara nasional setelah alumni program Wonder Voice of Indonesia (WVI) menghasilkan dampak ekonomi langsung lebih dari Rp2,5 miliar dan dipercaya oleh lebih dari 300 merek.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan industri sulih suara memiliki peluang ekonomi besar seiring meningkatnya kebutuhan pengisi suara untuk film, animasi, gim, periklanan, dan konten digital.
Pemerintah mendorong pengembangan talenta pengisi suara melalui pelatihan, pembinaan, serta perluasan akses pasar agar pelaku industri kreatif Indonesia mampu bersaing secara global.
“Potensi ini telah dibuktikan melalui Wonder Voice of Indonesia, para alumninya telah dipercaya oleh lebih dari 300 merek dan menghasilkan dampak ekonomi langsung lebih dari Rp2,5 miliar,” kata Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Alumni Wonder Voice of Indonesia Dipercaya Lebih dari 300 Merek
Program Wonder Voice of Indonesia menjadi salah satu upaya Kemenekraf dalam mengembangkan talenta pengisi suara di Tanah Air.
Melalui program tersebut, para peserta mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan memperluas jaringan di industri kreatif.
Riefky mengungkapkan bahwa alumni WVI telah mendapatkan kepercayaan dari lebih dari 300 merek untuk berbagai kebutuhan pekerjaan sulih suara.
Aktivitas para alumni tersebut telah menghasilkan dampak ekonomi langsung yang nilainya melampaui Rp2,5 miliar.
Capaian itu menjadi salah satu dasar pemerintah untuk memperluas pembinaan talenta suara di berbagai daerah.
Sulih Suara Masuk 21 Subsektor Ekonomi Kreatif
Kemenekraf memperkuat pengembangan industri sulih suara melalui kebijakan nasional yang memberikan pengakuan terhadap bidang tersebut.
Pemerintah menetapkan sulih suara sebagai bagian dari 21 subsektor ekonomi kreatif dalam Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045.
Ketentuan tersebut diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026.
Menurut Riefky, pengembangan keterampilan individu harus berjalan bersama penguatan ekosistem industri agar semakin banyak talenta dapat memperoleh kesempatan kerja.
Pemerintah juga mendorong perluasan akses pelatihan dan hubungan dengan pasar bagi pelaku kreatif dari berbagai wilayah Indonesia.
Program Wonder Voice of Indonesia 2026 Dimulai di Bandung
Kemenekraf resmi memulai rangkaian program pencarian dan pembinaan talenta suara tingkat nasional Wonder Voice of Indonesia 2026 di Bandung, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026).
Program tersebut diselenggarakan melalui kerja sama dengan Voice Institute Indonesia dan sejumlah lembaga pendidikan.
Kegiatan pembukaan WVI 2026 diikuti lebih dari 250 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa dan komunitas lokal.
Melalui program ini, pemerintah berupaya memperluas kesempatan bagi talenta suara untuk mengembangkan keterampilan dan memasuki industri profesional.
Pembinaan tersebut juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan industri sulih suara di pasar domestik maupun internasional.
Kemenekraf Siapkan Tiga Program Penguatan Industri Kreatif
Selain WVI 2026, Kemenekraf menjalankan tiga program unggulan untuk mendukung pengembangan ekosistem ekonomi kreatif.
Ketiga program tersebut meliputi aktivasi Desa Kreatif, aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia.
Program-program tersebut diarahkan untuk menggali potensi daerah, memperkuat kolaborasi, dan mendorong pemanfaatan kekayaan intelektual lokal.
“Karena itu, Kementerian Ekraf menghadirkan tiga program unggulan, yakni aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia, untuk menggali potensi daerah, memperkuat ekosistem kreatif, serta mendorong kekayaan intelektual (IP) lokal agar mampu bersaing dan menembus pasar global,” katanya.
Kemenekraf berharap penguatan kebijakan dan pembinaan tersebut dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja serta kolaborasi bagi talenta sulih suara Indonesia.
- Penulis :
- Aditya Yohan




