
Pantau - Brunei Darussalam menggelar Pertemuan Komite Koordinasi ASEAN ke-22 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna memperkuat kerja sama regional, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha di kawasan Asia Tenggara.
Pertemuan tersebut diselenggarakan bersama oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Brunei serta Dewan Pembangunan Ekonomi Brunei (BEDB).
Berdasarkan siaran pers BEDB yang diterbitkan pada Selasa (20/10/2026), kegiatan tersebut melibatkan perwakilan negara-negara anggota ASEAN, Sekretariat ASEAN, mitra dialog, dan sejumlah organisasi mitra.
Agenda pertemuan difokuskan pada penguatan pengembangan UMKM agar mampu menghadapi perubahan kebutuhan pasar dan memperluas jaringan perdagangan regional.
ASEAN Dorong UMKM Perluas Akses Pasar dan Rantai Pasok
Wakil Sekretaris Tetap Brunei untuk Sumber Daya Primer dan Pariwisata, Mohammad Yusree Haji Junaidi, menekankan pentingnya kerja sama antarnegara dalam mendukung pertumbuhan UMKM.
Menurutnya, kolaborasi regional perlu memberikan manfaat langsung kepada pelaku usaha, terutama dalam membuka peluang perdagangan dan memperluas jangkauan pasar.
Kerja sama tersebut juga diharapkan membantu UMKM menyesuaikan diri dengan persyaratan pasar yang terus mengalami perubahan.
Selain itu, pelaku UMKM perlu memperoleh kesempatan lebih luas untuk menjalin hubungan dengan pembeli dan mitra usaha di kawasan ASEAN.
Penguatan jaringan tersebut mencakup keterlibatan UMKM dalam rantai pasok regional agar dapat berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi lintas negara.
Brunei Perkuat Kolaborasi dengan Negara Anggota ASEAN
Pertemuan Komite Koordinasi ASEAN ke-22 menjadi wadah bagi negara-negara anggota untuk membahas upaya bersama dalam mengembangkan sektor UMKM.
Selain perwakilan pemerintah negara anggota, kegiatan tersebut turut melibatkan Sekretariat ASEAN, mitra dialog, dan organisasi mitra.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut mendukung pembahasan agenda pengembangan UMKM melalui kerja sama regional.
Brunei kembali menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan negara-negara ASEAN dalam memajukan agenda UMKM di kawasan.
Komitmen tersebut juga mencakup penguatan koordinasi bersama Sekretariat ASEAN dan mitra regional.
Pengembangan UMKM Dukung Integrasi Ekonomi ASEAN
Pengembangan UMKM menjadi bagian dari upaya ASEAN membangun perekonomian kawasan yang semakin terintegrasi.
Melalui kerja sama regional, negara-negara anggota berupaya meningkatkan keterhubungan pelaku usaha dengan pasar, pembeli, dan jaringan pasokan di Asia Tenggara.
Brunei menekankan pentingnya pengembangan ekonomi yang inklusif agar peluang pertumbuhan dapat menjangkau pelaku usaha dari berbagai skala.
Selain itu, kerja sama pengembangan UMKM diarahkan untuk mendukung ketahanan ekonomi kawasan dalam menghadapi perubahan kondisi pasar.
Pertemuan tersebut menjadi salah satu langkah koordinasi ASEAN dalam memperkuat sektor UMKM sekaligus mendorong perekonomian regional yang lebih terintegrasi, inklusif, dan tangguh.
- Penulis :
- Aditya Yohan




