
Pantau - Penelitian terbaru menemukan bahwa makanan ultraproses memiliki hubungan yang berbeda dengan risiko kanker usus besar, yakni produk daging olahan seperti hot dog dan daging untuk roti lapis berkaitan dengan peningkatan risiko, sedangkan sejumlah makanan ultraproses yang mengandung serat, biji-bijian utuh, dan kalsium berkaitan dengan risiko lebih rendah.
Temuan tersebut disampaikan oleh QIMR Berghofer Medical Research Institute di Australia berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah PLOS Medicine.
Penelitian ini menganalisis data pola makan lebih dari 460.000 orang dewasa di Amerika Serikat yang dipantau selama hampir 20 tahun.
Hasilnya menunjukkan bahwa jenis makanan dan kandungan gizinya perlu diperhatikan ketika menilai hubungan konsumsi makanan ultraproses dengan risiko kanker usus besar.
Daging Ultraproses Berkaitan dengan Risiko Kanker Usus Besar Lebih Tinggi
Para peneliti menemukan bahwa konsumsi produk daging ultraproses berkaitan dengan peningkatan risiko kanker usus besar.
Jenis makanan yang termasuk dalam kelompok tersebut antara lain hot dog dan daging olahan yang digunakan sebagai isian roti lapis.
Hubungan tersebut menunjukkan bahwa tidak semua jenis makanan ultraproses memiliki keterkaitan risiko kesehatan yang sama.
Penelitian ini juga menyoroti pentingnya memperhatikan kandungan gizi serta jenis bahan makanan yang dikonsumsi.
Meski demikian, temuan berupa hubungan statistik tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa konsumsi makanan tertentu secara langsung menyebabkan kanker usus besar.
Roti Gandum Utuh dan Yogurt Berperisa Berkaitan dengan Risiko Lebih Rendah
Berbeda dengan produk daging ultraproses, sejumlah makanan dalam kategori yang sama justru ditemukan berkaitan dengan risiko kanker usus besar yang lebih rendah.
Kelompok tersebut mencakup makanan ultraproses yang menyediakan biji-bijian utuh, serat, produk susu, dan kalsium.
Contoh makanan yang disebutkan dalam penelitian adalah roti gandum utuh dan yogurt berperisa.
Temuan ini memperlihatkan adanya perbedaan hubungan antara kelompok makanan ultraproses berdasarkan jenis dan kandungan nutrisinya.
Para peneliti menekankan bahwa kualitas pola makan secara keseluruhan menjadi faktor penting dalam memahami hasil penelitian tersebut.
Mengganti 10 Persen Makanan Ultraproses Berkaitan dengan Penurunan Insiden Kanker
Penelitian tersebut juga menganalisis hubungan antara perubahan komposisi makanan dan kejadian kanker usus besar.
Hasil analisis menunjukkan bahwa penggantian 10 persen asupan makanan ultraproses dengan makanan yang diproses secara minimal, dalam berat yang setara, berkaitan dengan penurunan insiden kanker usus besar sebesar 2 persen.
Angka tersebut merupakan hasil analisis hubungan berdasarkan data penelitian, bukan bukti bahwa penggantian makanan secara langsung akan menurunkan risiko setiap individu dengan besaran yang sama.
Temuan ini memberikan gambaran mengenai pentingnya pilihan makanan dalam membentuk pola makan yang lebih berkualitas.
Peneliti Pantau Lebih dari 460 Ribu Orang Selama Hampir 20 Tahun
Studi yang diterbitkan dalam PLOS Medicine tersebut menggunakan data pola makan lebih dari 460.000 orang dewasa di Amerika Serikat.
Para peserta berusia antara 50 hingga 71 tahun ketika mengisi kuesioner pola makan pada pertengahan 1990-an.
Selanjutnya, peneliti memantau para peserta selama hampir dua dekade untuk mengamati kejadian kanker usus besar.
Selama masa pemantauan tersebut, sebanyak 10.075 peserta didiagnosis menderita kanker usus besar.
Data itu kemudian digunakan untuk menganalisis hubungan antara jenis makanan ultraproses yang dikonsumsi dan kejadian kanker usus besar.
Peneliti Tekankan Pentingnya Kualitas Pola Makan
Berdasarkan hasil penelitian, para peneliti menilai makanan ultraproses tidak dapat dipandang sebagai satu kelompok dengan hubungan risiko kesehatan yang seragam.
Kandungan serat, biji-bijian utuh, kalsium, dan zat gizi lainnya menjadi bagian penting dalam penilaian kualitas makanan.
Peneliti juga menekankan pentingnya memprioritaskan makanan padat nutrisi dalam pola makan sehari-hari.
Selain itu, konsumsi makanan dengan kandungan gula tambahan, garam, dan lemak jenuh yang tinggi perlu dibatasi.
Temuan ini menegaskan perlunya mempertimbangkan jenis makanan dan kualitas gizi secara keseluruhan ketika membahas hubungan makanan ultraproses dengan risiko kanker usus besar.
- Penulis :
- Aditya Yohan




