HOME  ⁄  Ekonomi

Nusantara Regas Salurkan 33 Kargo LNG hingga September 2026, Perkuat Pasokan Gas untuk Pembangkit Listrik dan Industri

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Nusantara Regas Salurkan 33 Kargo LNG hingga September 2026, Perkuat Pasokan Gas untuk Pembangkit Listrik dan Industri
Foto: (Sumber :Ilustrasi - PT Nusantara Regas, selaku bagian Subholding Gas PT Pertamina (Persero). ANTARA/HO-PT Nusantara Regas..)

Pantau - PT Nusantara Regas (NR), perusahaan afiliasi Pertamina yang tergabung dalam Subholding Gas, mencatat penyaluran gas setara 33 kargo gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) hingga triwulan III 2026 untuk mendukung kebutuhan energi pembangkit listrik dan industri di Jakarta serta wilayah Jawa bagian barat.

Direktur Utama Nusantara Regas Mohd Iskandar Mirza mengatakan perusahaan membukukan realisasi penerimaan LNG sebesar 96.707.127 MMBTU dan penyerahan gas mencapai 96.548.452 MMBTU sepanjang Januari hingga September 2026.

Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/10/2026), Mirza menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga keandalan operasional fasilitas pengolahan dan penyaluran gas bumi.

"Capaian ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga keandalan operasional sekaligus mendukung ketahanan energi nasional, khususnya dalam memenuhi kebutuhan gas bumi bagi pembangkit listrik dan industri konsumen PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) strategis di wilayah Jakarta dan Jawa bagian barat," jelasnya.

Menurut Mirza, kinerja tersebut didukung optimalisasi operasional serta komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi kepada pelanggan.

Nusantara Regas Catat Kesiapan Fasilitas 96 Persen

Keandalan operasional Nusantara Regas tercermin dari capaian plant availability factor (PAF) sebesar 96 persen hingga September 2026.

Angka tersebut menunjukkan tingkat kesiapan fasilitas Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Nusantara Regas Satu dalam menjalankan proses regasifikasi dan penyaluran gas bumi.

Fasilitas tersebut berfungsi menerima LNG dan mengubahnya kembali menjadi gas untuk disalurkan kepada pelanggan.

Mirza mengatakan perusahaan terus menjaga kesiapan fasilitas seiring meningkatnya kebutuhan gas bumi di sektor energi dan industri.

"Kinerja positif hingga triwulan III 2026 menjadi motivasi bagi NR untuk terus menjaga keandalan operasional hingga akhir tahun. Seiring dengan kebutuhan gas bumi yang terus berkembang, kami berkomitmen memastikan kesiapan fasilitas dan kelancaran penyaluran energi guna mendukung ketahanan energi nasional," ujarnya.

Nusantara Regas berupaya mempertahankan kinerja operasional tersebut hingga akhir 2026 untuk memastikan kebutuhan gas pelanggan tetap terpenuhi.

Perusahaan Bukukan Lebih dari Satu Juta Jam Kerja Aman

Selain menjaga keandalan fasilitas, Nusantara Regas menempatkan keselamatan kerja sebagai salah satu prioritas dalam seluruh kegiatan operasionalnya.

Sepanjang Januari hingga September 2026, perusahaan mencatatkan sebanyak 1.019.352 jam kerja aman.

Secara kumulatif, Nusantara Regas telah membukukan 15.846.059 jam kerja aman sejak 2011 hingga September 2026.

Mirza menyebut pencapaian tersebut didukung peran seluruh pekerja yang menjaga keselamatan dan keandalan fasilitas selama 24 jam.

"Di balik capaian operasional ini, terdapat peran penting seluruh perwira NR yang senantiasa bekerja dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan. Komitmen mereka menjadi kekuatan utama perusahaan dalam memastikan pasokan gas bumi tetap terjaga untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat," tambah Mirza.

Perusahaan juga menerapkan standar internasional ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

Selain itu, Nusantara Regas menerapkan ISO 22301:2019 tentang Sistem Manajemen Keberlangsungan Bisnis atau Business Continuity Management System.

Nusantara Regas Raih Penghargaan Tata Kelola dan Manajemen Risiko

Dalam upaya memperkuat kinerja perusahaan, Nusantara Regas turut meningkatkan tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Sepanjang 2026, perusahaan memperoleh sejumlah penghargaan yang berkaitan dengan penerapan prinsip tata kelola perusahaan.

Pada ajang TOP GRC Awards 2026, Nusantara Regas meraih predikat Star 5 atau Bintang 5.

Dalam ajang yang sama, Direktur Manajemen Risiko Nusantara Regas Ali Azmy menerima penghargaan Most Committed GRC Leader 2026.

Perusahaan juga mencatatkan nilai Risk Maturity Index (RMI) Tahun Buku 2025 sebesar 4,22 dengan kategori Praktik Sangat Baik.

Nilai tersebut melampaui target perusahaan yang ditetapkan sebesar 3,9.

Berdasarkan capaian tersebut, Nusantara Regas menempati peringkat keempat di antara anak perusahaan Pertamina Group.

Di tingkat anak perusahaan dan afiliasi subholding Pertamina, Nusantara Regas menempati peringkat pertama.

Penghargaan Kepatuhan dan CSR Perkuat Komitmen Perusahaan

Dari sisi kepatuhan terhadap regulasi, Nusantara Regas memperoleh penghargaan Most Strategic Enterprise in Regulatory Compliance kategori Diamond.

Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards 2026 untuk sektor minyak dan gas, baik hulu maupun hilir.

Di bidang tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), Nusantara Regas meraih penghargaan TOP CSR Awards 2026 Corporate Level-Star 5.

Direktur Utama Nusantara Regas Mohd Iskandar Mirza juga menerima penghargaan TOP Leader on CSR Commitment 2026.

Perusahaan menyatakan akan terus mengembangkan program tanggung jawab sosial yang terukur dan selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Pengembangan tersebut juga diarahkan agar sesuai dengan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG).

Fasilitas LNG Nusantara Regas Dukung Kebutuhan Energi Jakarta dan Jawa Barat

Nusantara Regas merupakan perusahaan afiliasi Pertamina yang didirikan bersama PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

Perusahaan mengoperasikan fasilitas FSRU Jawa Barat di perairan Teluk Jakarta serta fasilitas penerimaan gas darat atau Onshore Receiving Facilities di Muara Karang, DKI Jakarta.

Fasilitas tersebut berperan dalam menerima dan memproses LNG menjadi gas bumi yang kemudian disalurkan untuk mendukung kebutuhan energi.

Pasokan gas yang dikelola Nusantara Regas digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dan industri di Jakarta serta wilayah Jawa bagian barat.

"Melalui penguatan keandalan operasional, budaya keselamatan kerja, tata kelola perusahaan, serta komitmen keberlanjutan, NR optimistis dapat terus menjaga kinerja positif dan memperkuat kontribusi dalam memastikan kelancaran pasokan gas bumi guna mendukung ketahanan energi nasional," sebut Mirza.

Dengan realisasi penyaluran setara 33 kargo LNG hingga September 2026, Nusantara Regas berkomitmen mempertahankan kesiapan fasilitas dan kelancaran distribusi gas bumi hingga akhir tahun.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026