HOME  ⁄  Ekonomi

WCCE 2026 Perluas Peluang Investasi dan Pasar Global bagi Industri Kreatif Indonesia dari 65 Negara

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

WCCE 2026 Perluas Peluang Investasi dan Pasar Global bagi Industri Kreatif Indonesia dari 65 Negara
Foto: Deputi Pengembangan Strategis Kementerian Ekonomi Kreatif Mohammed Ali Berawi menyampaikan paparan kepada awak media usai acara Friends of Creative Economy di Kempinski, Jakarta, Rabu 21/10/2026 (sumber: ANTARA/Fitra Ashari)

Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif memanfaatkan penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta untuk mempertemukan pelaku industri kreatif Indonesia dengan investor dan mitra bisnis dari 65 negara guna membuka peluang investasi, kerja sama internasional, serta perluasan akses pasar global.

Deputi Pengembangan Strategis Kementerian Ekonomi Kreatif Mohammed Ali Berawi menjelaskan bahwa WCCE 2026 tidak hanya menjadi forum pertukaran gagasan dan pembahasan kebijakan, tetapi juga dirancang untuk menghasilkan peluang kolaborasi bisnis yang konkret.

Salah satu agenda utama yang disiapkan adalah pertemuan bisnis antarpelaku usaha atau business-to-business matching yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif nasional dengan calon mitra, investor, dan lembaga keuangan internasional.

"Nanti, ada business to business matching, kita juga dihadiri dari investor ekonomi kreatif dan lembaga keuangan internasional. Ini juga akan menjadi ruang temu membuka akses pasar baru bagi para pelaku ekonomi kreatif Indonesia," ujar Ali kepada awak media di Jakarta, Rabu.

Melalui pertemuan tersebut, pelaku usaha kreatif Indonesia diharapkan dapat memperkenalkan produk dan layanan mereka sekaligus membangun jaringan bisnis dengan perusahaan dari berbagai negara.

WCCE 2026 Buka Peluang Produksi Bersama dan Investasi Internasional

Ali menjelaskan bahwa pertemuan bisnis dalam WCCE 2026 berpotensi menghasilkan berbagai bentuk kerja sama antara perusahaan Indonesia dan mitra internasional.

Salah satu peluang yang dapat dikembangkan adalah produksi bersama atau co-production untuk memperkuat kapasitas industri kreatif nasional melalui kolaborasi lintas negara.

Selain produksi bersama, forum tersebut juga membuka kesempatan bagi perusahaan dan lembaga keuangan internasional untuk menjajaki investasi di sektor ekonomi kreatif Indonesia.

Namun, Ali menegaskan bahwa dampak ekonomi yang diharapkan pada tahap awal penyelenggaraan WCCE 2026 adalah terbukanya akses pasar internasional serta terbentuknya jaringan kolaborasi bisnis.

Pertemuan yang berlangsung selama forum belum secara otomatis menghasilkan kesepakatan investasi atau kerja sama yang langsung terealisasi.

Realisasi investasi dan bentuk kolaborasi lainnya masih bergantung pada tindak lanjut komunikasi, negosiasi, serta keputusan masing-masing pihak setelah penyelenggaraan forum.

Kementerian Ekonomi Kreatif berharap peluang tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh perusahaan besar, tetapi juga dapat menjangkau pelaku usaha kreatif di berbagai daerah Indonesia.

Dengan terbukanya jaringan bisnis internasional, pelaku ekonomi kreatif daerah diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk memperkenalkan produk dan mengembangkan usaha di pasar luar negeri.

Netflix dan Tencent Hadir dalam Rangkaian Kegiatan WCCE 2026

Selain mempertemukan pelaku usaha dan investor, WCCE 2026 menghadirkan kegiatan Creative Village yang diselenggarakan di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta.

Kegiatan tersebut menjadi ruang pamer dan promosi berbagai produk ekonomi kreatif Indonesia kepada peserta forum, calon investor, serta perwakilan industri internasional.

Ali menjelaskan bahwa sebagian besar produk yang ditampilkan dalam Creative Village merupakan karya pelaku ekonomi kreatif Indonesia, meskipun terdapat pula partisipasi dari industri luar negeri.

Sejumlah perusahaan internasional juga hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut, termasuk Netflix dan Tencent, untuk menjajaki peluang kolaborasi dengan pelaku industri kreatif.

"Di SCBD, sebenarnya mostly adalah produk-produk kreatif Indonesia dan juga tentunya ada dari teman-teman di internasional, beberapa juga dari internasional juga sudah melakukan bilateral meeting dan juga penjajakan produknya. Termasuk misalnya dari Netflix ada, terus Tencent, terus berbagai internasional companies investment. Kita lihat nanti perkembangannya," ujar Ali.

Kehadiran perusahaan global tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku industri kreatif nasional untuk memperluas jejaring bisnis dan memperkenalkan potensi produk Indonesia.

Pertemuan bilateral dan penjajakan produk yang berlangsung selama kegiatan juga membuka ruang komunikasi langsung antara pelaku usaha Indonesia dan calon mitra internasional.

Meski demikian, perkembangan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan tersebut masih memerlukan tindak lanjut sebelum dapat dipastikan menghasilkan kesepakatan bisnis.

WCCE 2026 Libatkan 65 Negara dan Tujuh Lembaga Internasional

WCCE 2026 menjadi forum internasional yang mempertemukan unsur pemerintah, pelaku industri, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan ekonomi kreatif dunia.

Berdasarkan informasi penyelenggaraan, forum tersebut diikuti peserta dari 65 negara dan tujuh lembaga internasional.

Sebanyak 133 pembicara dari dalam dan luar negeri juga terlibat dalam berbagai agenda pembahasan mengenai kebijakan, tantangan, dan peluang pengembangan sektor ekonomi kreatif.

Keterlibatan berbagai negara dan lembaga internasional memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk memperkuat hubungan kerja sama sekaligus bertukar pengalaman mengenai pengembangan industri kreatif.

Forum tersebut juga menjadi sarana untuk membahas pendekatan bersama dalam menghadapi perubahan ekonomi global dan perkembangan industri berbasis kreativitas.

Melalui keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, Indonesia berupaya memperkuat posisinya dalam ekosistem ekonomi kreatif internasional.

Deklarasi Jakarta Jadi Bagian dari Agenda Ekonomi Kreatif Global

Selain membuka peluang bisnis, WCCE 2026 menghasilkan Deklarasi Jakarta Vision on Creative Economy yang memuat arah pembahasan pengembangan ekonomi kreatif pada tingkat internasional.

Deklarasi tersebut diharapkan dapat menjadi landasan bagi pembahasan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai agenda ekonomi kreatif setelah tahun 2030.

Hasil tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif melalui kerja sama internasional dan penyelarasan arah kebijakan pembangunan.

Dengan demikian, penyelenggaraan WCCE 2026 tidak hanya berorientasi pada peluang investasi dan transaksi bisnis jangka pendek, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.

Kementerian Ekonomi Kreatif berharap pertemuan bisnis, kegiatan Creative Village, keterlibatan perusahaan internasional, serta pembahasan kebijakan global dapat memberikan manfaat bagi pelaku industri kreatif Indonesia.

Peluang perluasan pasar dan investasi yang muncul dari forum tersebut juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha kreatif di berbagai daerah.

Keberhasilan WCCE 2026 dalam menghasilkan dampak ekonomi nyata selanjutnya akan ditentukan oleh tindak lanjut pertemuan bisnis, realisasi kerja sama produksi, serta keputusan investasi antara pelaku usaha Indonesia dan mitra internasional.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026