
Pantau - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) akan memprioritaskan investasi pada tiga sektor strategis pada 2027, yakni mineral kritis, hilirisasi, serta infrastruktur digital yang mencakup pembangunan pusat data dan pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Managing Director Global Relations & Communications Danantara, Pahala Mansury, mengatakan pihaknya tengah menyeleksi sejumlah proyek dalam daftar rencana investasi (pipeline) untuk menentukan proyek strategis yang akan menjadi prioritas tahun depan.
Proses seleksi tersebut melibatkan PT Danantara Investment Management (DIM), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta perusahaan swasta yang berpotensi menjadi mitra investasi Danantara.
Pahala menyampaikan hal tersebut dalam acara Morning Coffee Session yang diselenggarakan di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis.
Mineral Kritis dan Hilirisasi Dominasi Rencana Investasi Danantara
Pahala mengungkapkan bahwa sebagian besar proyek investasi yang diajukan BUMN terkonsentrasi pada sektor mineral kritis dan hilirisasi.
Kedua sektor tersebut menjadi bagian terbesar dari daftar proyek yang saat ini tengah dikaji Danantara untuk menentukan prioritas investasi pada 2027.
"Yang paling besar, dari khususnya BUMN-BUMN kita adalah di sektor critical minerals dan downstreaming. Jadi itu adalah yang cukup banyak," ungkap Pahala.
Selain kedua sektor tersebut, Danantara melihat peluang investasi yang besar pada infrastruktur digital, khususnya pembangunan pusat data (data center) dan pengembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Pahala mengungkapkan bahwa salah satu proyek investasi pusat data berpotensi mencapai tahap finalisasi dalam penyelenggaraan New Asia Forum (NAF) yang dijadwalkan berlangsung pada 3–4 Desember 2026 di Bali.
Forum tersebut menargetkan komitmen investasi hingga 30 miliar dolar AS sekaligus menjadi wadah pertemuan berbagai pihak untuk membahas peluang investasi strategis di Indonesia.
Danantara berharap forum internasional tersebut dapat mempertemukan calon investor dan mitra strategis untuk mempercepat pembahasan sejumlah proyek investasi.
Danantara Jajaki Investasi Pangan, Energi, dan Pendidikan
Meski menetapkan tiga sektor utama sebagai prioritas pada 2027, Danantara tetap membuka peluang investasi pada sektor lain yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan dan pengembangan.
Sejumlah sektor tambahan yang tengah dijajaki meliputi ketahanan pangan (food security), energi rendah karbon (low carbon energy), energi tanpa karbon (carbonless energy), serta pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Khusus sektor pendidikan, Pahala mengungkapkan bahwa Danantara telah berdiskusi dengan sejumlah universitas dari berbagai negara untuk menjajaki peluang kerja sama pengembangan pendidikan di Indonesia.
Pembahasan tersebut diharapkan berlanjut dalam penyelenggaraan NAF di Bali, termasuk mengenai peluang pembangunan dan pengembangan institusi pendidikan berkelas dunia di Indonesia.
Menurut Pahala, investasi di sektor pendidikan tidak hanya berfokus pada penyediaan pendanaan, tetapi juga mencakup transfer pengetahuan, pengembangan keahlian, peningkatan kualitas talenta, dan berbagai aspek pendukung lainnya.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari penjajakan Danantara dalam memperluas investasi di luar sektor industri dan infrastruktur.
Danantara Mulai Borong Saham BUMN di Pasar Modal
Sementara itu, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mulai melakukan pembelian saham di pasar modal Indonesia sejak dua hari terakhir.
Pandu menjelaskan bahwa pembelian tersebut terutama menyasar saham perusahaan BUMN yang dinilai memiliki valuasi menarik dan prospek pertumbuhan bisnis yang baik.
Menurutnya, keputusan investasi dilakukan berdasarkan sejumlah pertimbangan, mulai dari fundamental perusahaan, potensi pertumbuhan usaha, hingga tingkat imbal hasil dibandingkan dengan risiko investasi.
Danantara juga akan terus mencermati pergerakan harga saham untuk menentukan peluang pembelian berikutnya.
"Per kemarin, hari ini kita sudah mulai membeli saham-saham yang ada, menurut kami efektif, dan kita akan terus selama harganya menarik, memiliki prospek yang baik," ujar Pandu.
Pandu menegaskan bahwa pembelian saham akan terus dilakukan selama harga saham perusahaan yang menjadi sasaran investasi masih dinilai menarik dan didukung prospek usaha yang baik.
Dengan strategi tersebut, Danantara menyiapkan investasi pada 2027 melalui pengembangan proyek mineral kritis, hilirisasi, dan infrastruktur digital, sekaligus menjajaki peluang di sektor pangan, energi, pendidikan, serta pasar modal Indonesia.
- Penulis :
- Arian Mesa




