HOME  ⁄  Ekonomi

HIMKI Perkuat Ekspor Mebel ke Amerika Serikat, Targetkan Nilai Ekspor 6 Miliar Dolar AS pada 2031

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

HIMKI Perkuat Ekspor Mebel ke Amerika Serikat, Targetkan Nilai Ekspor 6 Miliar Dolar AS pada 2031
Foto: Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur dalam forum Dexter–RIM Global Business Connect bertajuk Indonesia–USA Freight & Logistics Challenges di Jakarta, Selasa 20/10/2026 (sumber: HIMKI)

Pantau - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) memperkuat penetrasi pasar produk mebel dan kerajinan nasional ke Amerika Serikat (AS) melalui peningkatan daya saing industri, efisiensi logistik, serta perluasan jaringan perdagangan internasional dengan target ekspor mencapai 6 miliar dolar AS pada 2031.

Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur menyatakan bahwa Amerika Serikat menjadi salah satu pasar strategis bagi industri mebel dan kerajinan Indonesia karena memiliki potensi permintaan yang besar.

Namun, peningkatan ekspor ke pasar tersebut membutuhkan penguatan daya saing secara menyeluruh, mulai dari kualitas produk, inovasi desain, kepastian pengiriman, hingga efisiensi biaya logistik.

"Peluang di pasar Amerika Serikat terbuka, tetapi peningkatan ekspor membutuhkan daya saing yang kuat. Pembeli mempertimbangkan desain, mutu yang konsisten, kepastian pengiriman, biaya logistik, dan kepatuhan terhadap ketentuan pasar," ujar Abdul Sobur dalam pernyataan tertulisnya yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

HIMKI Bidik Peluang Pasar Mebel Amerika Serikat Senilai 26,46 Miliar Dolar AS

Berdasarkan data U.S. Trade Representative (USTR) yang disampaikan HIMKI, total perdagangan barang antara Indonesia dan Amerika Serikat pada 2025 mencapai 45,5 miliar dolar AS.

Dari jumlah tersebut, nilai impor barang Amerika Serikat dari Indonesia tercatat sebesar 34,6 miliar dolar AS atau meningkat 24,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, ekspor barang Amerika Serikat ke Indonesia mencapai 10,8 miliar dolar AS atau tumbuh sebesar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Besarnya nilai perdagangan kedua negara menjadi salah satu pertimbangan HIMKI dalam memperkuat akses pasar bagi produk industri nasional.

Khusus sektor mebel, data impor Amerika Serikat untuk kategori HS 9403 pada 2025 menunjukkan nilai perdagangan mencapai 26,46 miliar dolar AS.

Nilai tersebut menjadi salah satu indikator besarnya potensi pasar yang dapat dimanfaatkan produsen mebel Indonesia untuk meningkatkan ekspor.

Meski demikian, HIMKI menilai peluang tersebut harus diimbangi kemampuan produsen nasional dalam menghadapi persaingan dengan negara eksportir lainnya.

Konsistensi mutu menjadi salah satu faktor utama karena pembeli internasional membutuhkan kepastian bahwa produk yang diterima sesuai dengan spesifikasi dan standar yang telah disepakati.

Selain kualitas, pengembangan desain yang mengikuti kebutuhan dan perkembangan selera pasar internasional juga menjadi perhatian HIMKI.

Ketepatan waktu pengiriman turut menjadi pertimbangan penting bagi pembeli dalam membangun hubungan perdagangan jangka panjang dengan produsen Indonesia.

Efisiensi Logistik Jadi Kunci Daya Saing Produk Mebel Indonesia

Abdul Sobur menilai efisiensi logistik dan penguatan rantai pasok menjadi faktor penting dalam meningkatkan kemampuan produk mebel dan kerajinan Indonesia bersaing di pasar internasional.

Menurutnya, daya saing ekspor tidak cukup hanya dihitung berdasarkan harga produk ketika keluar dari pabrik atau tempat produksi.

Perhitungan juga harus mempertimbangkan keseluruhan biaya hingga produk diterima pembeli, termasuk tarif perdagangan, biaya angkutan, dan penanganan logistik.

Oleh karena itu, HIMKI mendorong peningkatan konektivitas perdagangan agar pengiriman produk dari berbagai sentra industri nasional menuju pasar ekspor dapat berlangsung lebih efisien.

Kepastian biaya pengiriman juga menjadi perhatian karena tingginya biaya logistik atau perubahan tarif yang tidak menentu dapat memengaruhi harga akhir produk di pasar internasional.

Selain biaya, kepastian jadwal pengiriman harus diperkuat agar eksportir mampu memenuhi kesepakatan pengadaan dan distribusi dengan mitra dagang.

HIMKI turut menekankan pentingnya penguatan rantai pasok, mulai dari ketersediaan bahan baku, proses produksi, pengemasan, hingga pengiriman barang.

Koordinasi pada seluruh tahapan tersebut dinilai diperlukan untuk menjaga kelancaran produksi dan memenuhi kebutuhan pembeli internasional secara konsisten.

HIMKI Dorong Inovasi Desain, Teknologi, dan Penguatan UMKM

Dari sisi produksi, HIMKI mendorong pelaku industri mebel dan kerajinan nasional meningkatkan kemampuan desain untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar global.

Pengembangan desain diharapkan mampu memperkuat nilai tambah sekaligus meningkatkan daya tarik produk Indonesia di hadapan pembeli internasional.

HIMKI juga mendorong pemanfaatan teknologi dalam kegiatan industri untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi proses produksi, serta konsistensi kualitas produk.

Penggunaan bahan baku yang bertanggung jawab menjadi perhatian lainnya dalam upaya memperkuat daya saing industri nasional.

Langkah tersebut diarahkan untuk membantu produsen memenuhi tuntutan pasar internasional yang semakin memperhatikan asal-usul bahan baku dan kepatuhan terhadap ketentuan perdagangan.

Selain perusahaan besar, HIMKI memberikan perhatian terhadap penguatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor mebel dan kerajinan.

Peningkatan kapasitas UMKM dinilai penting agar pelaku usaha memiliki kemampuan lebih baik dalam memenuhi persyaratan kualitas, desain, kapasitas produksi, dan pengiriman untuk pasar ekspor.

Melalui penguatan tersebut, HIMKI berupaya memperluas keterlibatan pelaku industri nasional dalam jaringan perdagangan internasional.

HIMKI Optimalkan IFEX dan Trade Expo Indonesia untuk Perluas Pasar

Dalam memperkuat akses pemasaran internasional, HIMKI terus mengoptimalkan berbagai kegiatan pameran perdagangan yang mempertemukan produsen nasional dengan pembeli dari luar negeri.

Salah satu kegiatan yang dimanfaatkan adalah Indonesia International Furniture Expo (IFEX), yang menjadi sarana promosi sekaligus pengembangan jaringan bisnis bagi industri mebel dan kerajinan Indonesia.

Selain IFEX, HIMKI turut memanfaatkan Trade Expo Indonesia (TEI) untuk memperkenalkan produk nasional dan membuka peluang kerja sama perdagangan dengan pembeli mancanegara.

Kedua pameran tersebut diharapkan mampu membantu produsen Indonesia memperluas jaringan pembeli, memperkenalkan keunggulan produk, serta membangun hubungan bisnis berkelanjutan.

Namun, strategi pemasaran HIMKI tidak hanya berfokus pada kegiatan promosi melalui pameran.

Organisasi tersebut juga merancang pengembangan pusat penghubung pasar atau market hub dalam empat tahun mendatang.

Pusat penghubung pasar tersebut dirancang untuk menjaga komunikasi antara produsen Indonesia dan pembeli internasional secara berkelanjutan.

Dengan demikian, hubungan perdagangan diharapkan tidak hanya berlangsung selama kegiatan pameran, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama bisnis jangka panjang.

Pengembangan market hub juga menjadi bagian dari upaya HIMKI memperkuat jaringan perdagangan internasional dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi industri nasional.

HIMKI Targetkan Ekspor Mebel dan Kerajinan Capai 25 Miliar Dolar AS pada 2045

HIMKI menetapkan target nilai ekspor mebel dan kerajinan Indonesia mencapai 6 miliar dolar AS pada 2031 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kontribusi industri terhadap kinerja ekspor nasional.

Dalam jangka panjang, organisasi tersebut memiliki visi mendorong nilai ekspor mebel dan kerajinan Indonesia mencapai 25 miliar dolar AS pada 2045.

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, HIMKI menekankan pentingnya peningkatan daya saing produk, efisiensi logistik, penguatan kapasitas industri, serta perluasan jaringan pemasaran internasional.

Amerika Serikat tetap menjadi salah satu pasar utama yang ingin diperkuat melalui peningkatan kemampuan produsen nasional dalam memenuhi kebutuhan pembeli dari aspek mutu, desain, biaya, dan kepastian pengiriman.

Penguatan hubungan perdagangan jangka panjang juga menjadi bagian dari strategi untuk menjaga keberlanjutan akses pasar produk Indonesia.

Melalui berbagai langkah tersebut, HIMKI berharap industri mebel dan kerajinan nasional mampu memperbesar peluang ekspor, memperkuat posisi dalam persaingan global, serta mendukung pencapaian target ekspor pada 2031 dan visi jangka panjang pada 2045.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026