HOME  ⁄  Ekonomi

Wamenekraf Irene Umar Dorong Kreativitas dan AI untuk Percepat Kemajuan Ekonomi Kreatif Indonesia

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Wamenekraf Irene Umar Dorong Kreativitas dan AI untuk Percepat Kemajuan Ekonomi Kreatif Indonesia
Foto: Tangkapan layar Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dalam acara World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat 23/10/2026 (sumber: ANTARA/Fitra Ashari)

Pantau - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar mendorong penguatan kreativitas sebagai fondasi penting untuk mempercepat kemajuan Indonesia melalui pengembangan inovasi, pemanfaatan teknologi, dan penciptaan peluang ekonomi bagi masyarakat.

Irene menilai kreativitas memiliki peran strategis dalam mengubah berbagai potensi bangsa, mulai dari warisan budaya, pengetahuan, hingga teknologi, menjadi sumber inovasi dan nilai tambah ekonomi.

Pernyataan tersebut disampaikan Irene dalam forum internasional World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang diikutinya secara daring dari Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Menurutnya, kreativitas merupakan sumber daya yang dapat terus berkembang dan dibagikan sehingga mampu menghasilkan berbagai peluang baru bagi masyarakat.

"Kreativitas adalah sumber daya yang terus tumbuh dan dapat dibagikan. Kreativitas mengubah warisan budaya kita menjadi kemungkinan baru, tradisi menjadi inovasi, dan teknologi menjadi kekuatan yang menghubungkan hati manusia," ujar Irene.

Ia menekankan bahwa kemajuan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga membutuhkan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan gagasan dan menciptakan inovasi.

Irene Umar Soroti Peran Kreativitas dalam Pembangunan Nasional

Irene menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung kemajuan karena mampu memperkuat keterhubungan antarmasyarakat dan berbagai sektor pembangunan.

Selain infrastruktur, pengembangan pengetahuan juga diperlukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi perubahan dan memanfaatkan peluang ekonomi.

Ia turut menyoroti pentingnya perluasan inklusi agar seluruh kelompok masyarakat memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan.

Penguatan koperasi juga dinilai dapat mendukung peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat melalui kerja sama dan pengelolaan sumber daya secara bersama.

Di sisi lain, pelestarian tradisi menjadi bagian penting dalam menjaga kekayaan budaya yang dapat dikembangkan menjadi produk dan karya kreatif bernilai ekonomi.

Menurut Irene, seluruh unsur tersebut dapat saling mendukung apabila dihubungkan melalui kreativitas yang mampu menghasilkan inovasi dan kolaborasi.

"Ketika infrastruktur menghubungkan kita, pengetahuan mendorong kita, inklusi memberikan suara kepada semua orang, koperasi memperkuat kita, dan tradisi membuka pintu ke dunia, kreativitas mengubah potensi kolektif menjadi peluang bersama," kata Irene.

Ia menilai kreativitas dapat menjadi penghubung antara berbagai sumber daya dan kemampuan masyarakat sehingga pembangunan tidak hanya menghasilkan kemajuan fisik, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan sosial.

Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Harus Berlandaskan Nilai Kemanusiaan

Dalam forum WCCE 2026, Irene juga menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) yang semakin memperluas peluang penciptaan inovasi.

Menurutnya, perkembangan teknologi tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan gagasan, meningkatkan kemampuan, serta menciptakan berbagai bentuk karya dan produk baru.

Namun, Irene menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan artifisial harus tetap berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.

Penekanan tersebut diperlukan agar perkembangan teknologi memiliki arah yang jelas dan dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.

Ia menilai teknologi seharusnya menjadi sarana untuk mendukung kreativitas dan memperkuat hubungan antarmanusia, bukan sekadar alat untuk menghasilkan kemajuan teknologi.

Dengan pendekatan tersebut, pemanfaatan AI diharapkan dapat membantu masyarakat mengembangkan inovasi tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan.

Penggabungan kreativitas manusia dan perkembangan teknologi juga dinilai dapat memperluas peluang pengembangan ekonomi kreatif di berbagai sektor.

Ekonomi Kreatif Didorong Perluas Akses Produk Lokal ke Pasar Global

Irene menekankan bahwa pengembangan ekonomi kreatif perlu diarahkan pada pembangunan ekosistem yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ekosistem yang kuat diharapkan dapat memberikan dukungan kepada pelaku kreatif untuk mengembangkan gagasan menjadi produk, layanan, maupun kegiatan ekonomi yang memiliki nilai tambah.

Selain meningkatkan kesejahteraan, penguatan ekonomi kreatif juga perlu membuka akses lebih luas bagi produk dan karya lokal Indonesia ke pasar internasional.

Menurut Irene, identitas budaya dan kekayaan tradisi yang dimiliki masyarakat Indonesia merupakan potensi penting dalam pengembangan produk kreatif.

Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui inovasi, perluasan jaringan, serta kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif dan berbagai pemangku kepentingan.

Ia juga menekankan pentingnya kesempatan yang setara bagi setiap individu untuk mengembangkan ide dan mengubahnya menjadi nilai ekonomi.

Dengan dukungan ekosistem yang inklusif, pelaku kreatif dari berbagai latar belakang diharapkan memiliki ruang lebih luas untuk berinovasi dan mengembangkan usaha.

Irene berharap produk dan karya kreatif yang berakar pada identitas lokal tidak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga mampu memperoleh pengakuan di tingkat global.

Wamenekraf Minta Kementerian dan Subsektor Tinggalkan Ego Sektoral

Selain menyoroti pengembangan kreativitas dan teknologi, Irene menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat kemajuan ekonomi kreatif nasional.

Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan kerja sama antara kementerian, subsektor, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.

Irene mengaitkan pentingnya kerja sama tersebut dengan mandat Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penguatan persatuan dalam pelaksanaan agenda pembangunan nasional.

Sejalan dengan arahan tersebut, ia meminta kementerian dan subsektor mengesampingkan ego sektoral serta mengutamakan kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.

Kerja sama lintas sektor dinilai diperlukan untuk menghubungkan berbagai program, sumber daya, dan kemampuan yang dimiliki masing-masing pihak.

Melalui kolaborasi tersebut, potensi yang sebelumnya berkembang secara terpisah diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan inovasi dan peluang ekonomi yang lebih luas.

Irene menilai penguatan koordinasi juga dapat membantu menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih terintegrasi dan memberikan kesempatan bagi semakin banyak pelaku kreatif.

WCCE 2026 Bahas Jakarta Vision untuk Masa Depan Ekonomi Kreatif Dunia

Dalam kesempatan tersebut, Irene turut menyoroti peran World Conference on Creative Economy 2026 sebagai forum kerja sama internasional dalam membahas arah pengembangan ekonomi kreatif.

Menurutnya, WCCE menjadi ruang bagi berbagai negara untuk bertukar pandangan dan merumuskan visi bersama mengenai masa depan sektor ekonomi kreatif.

Salah satu gagasan yang dibahas dalam forum tersebut adalah Jakarta Vision yang diarahkan sebagai visi bersama untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif global.

Irene berharap Jakarta Vision tidak hanya relevan bagi Indonesia, tetapi juga dapat memberikan kontribusi terhadap upaya masyarakat internasional dalam membentuk masa depan ekonomi kreatif.

Visi tersebut diharapkan menjadi bagian dari pembahasan yang lebih luas mengenai hubungan antara kreativitas, inovasi, kolaborasi, dan pembangunan dunia.

Melalui keikutsertaan dalam WCCE 2026, Indonesia berupaya mengambil bagian dalam pembentukan arah pengembangan ekonomi kreatif global.

Irene menegaskan bahwa penguatan kreativitas perlu disertai pemanfaatan teknologi yang berlandaskan nilai kemanusiaan serta pembangunan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif.

Kolaborasi antara pemerintah, pelaku kreatif, dan berbagai pemangku kepentingan juga menjadi unsur penting dalam mengoptimalkan potensi budaya, pengetahuan, dan teknologi Indonesia.

Melalui pendekatan tersebut, Irene berharap kreativitas dapat terus berkembang sebagai kekuatan yang mendorong inovasi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat daya saing produk dan karya kreatif Indonesia di pasar global.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026