HOME  ⁄  Ekonomi

Kemendag Buka Akses Pasar di 33 Negara untuk Produk Kreatif Indonesia, Dorong Pelaku Usaha Tembus Ekspor

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kemendag Buka Akses Pasar di 33 Negara untuk Produk Kreatif Indonesia, Dorong Pelaku Usaha Tembus Ekspor
Foto: Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri menjawab pertanyaan dari awak media, di Jakarta, Jumat 23/10/2026 (sumber: ANTARA/Aji Cakti)

Pantau - Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkomitmen memperluas akses pasar produk kreatif Indonesia melalui pemanfaatan jaringan perwakilan perdagangan di 33 negara serta penguatan kerja sama lintas kementerian untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan bahwa kreativitas menjadi salah satu unsur penting dalam pengembangan produk lokal karena mampu mendorong pelaku usaha menghasilkan inovasi dan produk bernilai tambah.

"Kreativitas itu embedded dalam setiap produk lokal sebetulnya. Ada unsur kreativitas yang membuat para pelaku usaha itu berpikir, berkreasi, sehingga bisa menciptakan sebuah produk. Dan kami di pemerintah, di Kementerian Perdagangan khususnya, kami selalu hadir untuk membantu membuka pasar, baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri," ujar Roro dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Menurut Roro, pemerintah terus berupaya memberikan dukungan agar produk kreatif Indonesia tidak hanya mampu bersaing di pasar domestik, tetapi juga memiliki kesempatan lebih besar untuk menjangkau konsumen internasional.

Ia menilai penguatan akses pasar perlu dilakukan melalui kerja sama berbagai pihak agar kreativitas dan kualitas produk dalam negeri dapat diperkenalkan secara lebih luas.

Kemendag Manfaatkan Atase Perdagangan dan ITPC di 33 Negara

Roro menjelaskan bahwa salah satu bentuk dukungan konkret Kemendag dalam memperluas pasar produk kreatif adalah pemanfaatan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.

Saat ini, Kemendag memiliki jaringan perdagangan yang tersebar di 33 negara melalui atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).

Jaringan tersebut menjadi infrastruktur penting untuk mendukung promosi, analisis pasar, serta pembukaan peluang perdagangan bagi produk-produk lokal Indonesia.

Menurut Roro, keberadaan atase perdagangan dan ITPC dapat dimanfaatkan bersama oleh berbagai kementerian serta pemangku kepentingan untuk membantu pelaku usaha memasuki pasar ekspor.

Perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri juga memiliki tugas memperkenalkan produk nasional kepada calon pembeli internasional sekaligus mengidentifikasi peluang pasar yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha.

"Jadi apa saja yang sudah dilakukan pemerintah, yang pertama tentu sinergi lintas kementerian ini merupakan kunci. Lalu kemudian yang kedua, infrastruktur yang kami miliki khususnya jaringan di 33 negara dalam bentuk atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center, inilah yang kita kolaborasikan bersama dalam arti kata bisa kita manfaatkan bersama-sama, di mana mereka memang ditugaskan untuk menunjukkan, melakukan analisis pasar, lalu kemudian membuka pasar luar negeri untuk produk-produk lokal kita," kata Roro.

Ia menekankan bahwa pemanfaatan jaringan perdagangan tersebut perlu diperkuat melalui kolaborasi dengan kementerian yang memiliki program pengembangan produk kreatif.

Dengan dukungan perwakilan perdagangan di berbagai negara, pelaku usaha Indonesia diharapkan dapat memperoleh informasi mengenai kebutuhan pasar sekaligus memperluas jaringan pemasaran produk.

Kemendag dan Kemenekraf Perkuat Kerja Sama Ekonomi Kreatif

Sebagai bagian dari upaya memperluas pasar produk kreatif nasional, Kementerian Perdagangan menjalin kerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman sebagai dasar penguatan sinergi dalam mendukung pengembangan dan pemasaran produk ekonomi kreatif Indonesia.

Roro menilai kerja sama lintas kementerian menjadi salah satu langkah penting untuk memperkenalkan kualitas, kreativitas, serta potensi produk dalam negeri kepada konsumen global.

Menurutnya, sinergi tersebut diharapkan dapat menciptakan wadah yang membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing sekaligus memperluas kesempatan memasuki pasar internasional.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menjelaskan bahwa pemerintah menjalankan strategi pengembangan ekonomi kreatif melalui pendekatan kolaborasi hexahelix.

Pendekatan tersebut merupakan model kerja sama yang melibatkan enam unsur utama, yakni pemerintah, akademisi, lembaga keuangan, media, komunitas, dan pelaku bisnis.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berupaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dengan melibatkan berbagai pihak yang memiliki peran dalam pengembangan usaha dan peningkatan kualitas produk.

Salah satu bentuk pelaksanaannya adalah penguatan kegiatan riset dan pendidikan untuk mendorong inovasi serta meningkatkan kemampuan pelaku industri kreatif.

Selain itu, kolaborasi tersebut juga mencakup upaya perlindungan terhadap pelaku industri kreatif agar dapat mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Produk Fesyen, Kuliner, Film hingga Gim Didorong Masuk Pasar Global

Kerja sama antara Kemendag dan Kemenekraf diarahkan untuk meningkatkan daya saing berbagai subsektor ekonomi kreatif Indonesia.

Subsektor yang menjadi perhatian meliputi fesyen, kuliner, kerajinan, film, animasi, musik, dan gim.

Melalui dukungan lintas kementerian, produk dari berbagai subsektor tersebut diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk memperluas jaringan distribusi dan menjangkau konsumen internasional.

Roro menekankan bahwa keberhasilan pemasaran produk lokal tidak hanya ditentukan oleh kualitas dan kreativitas, tetapi juga berkaitan dengan cerita serta nilai yang melatarbelakangi terciptanya produk.

Menurutnya, cerita di balik produk dapat menjadi bagian penting dalam memperkenalkan identitas dan keunikan produk Indonesia kepada calon konsumen.

Oleh karena itu, dukungan terhadap produk kreatif juga perlu mencakup upaya memperkenalkan karakteristik, nilai, dan keunggulan yang dimiliki setiap produk.

"Maka kami ingin menitikberatkan dalam kesempatan ini bahwa pemerintah hadir untuk memberikan dukungan kepada para pelaku usaha sehingga produk-produknya bisa tembus ke pasar dunia," ujar Roro.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa Kemendag akan memfokuskan dukungannya pada pemasaran produk kreatif Indonesia ke pasar mancanegara.

Dukungan tersebut dilakukan melalui pemanfaatan jaringan perwakilan perdagangan di luar negeri serta penguatan kerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif.

Melalui sinergi lintas kementerian, pemanfaatan jaringan perdagangan di 33 negara, dan penguatan kolaborasi hexahelix, pemerintah berupaya meningkatkan akses pasar serta daya saing produk kreatif nasional.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis, memperkenalkan keunggulan produk lokal, serta meningkatkan peluang produk kreatif Indonesia menembus pasar global.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026