HOME  ⁄  Ekonomi

BPDP Ungkap 200 Produk Turunan Sawit Berpotensi Tingkatkan Nilai Tambah UMKM, dari Makanan hingga Kosmetik

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BPDP Ungkap 200 Produk Turunan Sawit Berpotensi Tingkatkan Nilai Tambah UMKM, dari Makanan hingga Kosmetik
Foto: (Sumber :Para narasumber memberikan pemaparan dalam Pekan Jurnalis dan UMKM Sawit 2026 bertemakan “Menyuarakan Narasi Sawit Baik Bersama Media dan UMKM" di Malang, Jawa Timur, 23 - 24 Oktober 2026 . (Antara/HO/Dokumentasi pribadi).)

Pantau - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan sekitar 200 jenis produk turunan minyak sawit untuk menciptakan produk bernilai tambah tinggi, mulai dari makanan, kerajinan tangan, batik, hingga produk perawatan tubuh.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansyah mengatakan kelapa sawit merupakan komoditas strategis nasional yang memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan usaha lokal.

Menurutnya, berbagai produk turunan sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku utama maupun bahan pendukung dalam industri kreatif dan manufaktur skala UMKM.

"Karena itulah, pelaku UMKM dapat terus berinovasi, memperluas pasar dan menciptakan kesempatan ekonomi yang lebih luas," kata Helmi dalam Pekan Jurnalis dan UMKM Sawit 2026 di Malang, Jawa Timur, sebagaimana disampaikan melalui keterangan di Jakarta, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan bertema "Menyuarakan Narasi Sawit Baik Bersama Media dan UMKM" tersebut berlangsung pada 23–24 Oktober 2026 dengan dukungan BPDP.

BPDP Dorong UMKM Manfaatkan Ratusan Produk Turunan Sawit

Helmi menjelaskan bahwa terdapat sekitar 200 jenis turunan minyak sawit yang berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

Produk tersebut mencakup minyak goreng, margarin, krimer, pengganti lemak kakao atau cocoa butter substitute, hingga biodiesel.

Berbagai bahan berbasis sawit tersebut dapat digunakan dalam proses produksi makanan, kerajinan, serta kebutuhan industri lainnya.

"Pemanfaatan bahan berbasis sawit membuka peluang bagi UMKM untuk mengembangkan produk inovatif dengan nilai tambah," ujarnya.

Menurut Helmi, pengembangan produk turunan sawit dapat membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar.

Ia juga menyebutkan bahwa industri kelapa sawit memiliki peran penting dalam perekonomian nasional.

Helmi menyatakan kontribusi kelapa sawit mencapai 9 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia.

Selain mendukung ekspor, komoditas tersebut juga berperan dalam hilirisasi energi dan penyerapan jutaan tenaga kerja.

Industri Oleokimia Sawit Hasilkan Devisa hingga 6 Miliar Dolar AS

Ketua Umum Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin) Markus Susanto mengatakan banyak produk usaha kecil dan menengah yang memanfaatkan bahan oleokimia turunan sawit.

Bahan tersebut antara lain asam lemak (fatty acid), bahan dasar sabun (soap noodle), dan gliserin.

Menurut Markus, produk oleokimia digunakan dalam berbagai barang kebutuhan sehari-hari, seperti sabun, kosmetik, sampo, deterjen, dan produk perawatan tubuh.

Pemanfaatannya menunjukkan bahwa industri turunan sawit memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor usaha.

“Saat ini, produk oleokimia hampir 70 persen memenuhi pangsa pasar ekspor dan 30 persen dipakai untuk kebutuhan dalam negeri. Kontribusinya bagi devisa ekspor mencapai 5 miliar sampai 6 miliar dolar per tahun," katanya.

Markus menilai besarnya pemanfaatan oleokimia membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan produk berbasis bahan baku sawit.

Produk tersebut dapat dikembangkan sesuai kebutuhan pasar domestik maupun peluang pemasaran yang lebih luas.

Limbah Sawit Bisa Diolah Menjadi Pakan Ternak dan Sabun

Guru Besar Departemen Teknologi Industri Pertanian Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Susinggih Wijana, mengatakan peluang usaha dari kelapa sawit tidak hanya berasal dari minyak dan produk turunannya.

Menurutnya, produk samping dan limbah sawit juga memiliki potensi untuk diolah kembali menjadi barang yang bernilai ekonomi.

Pemanfaatan limbah tersebut merupakan bagian dari konsep ekonomi sirkular atau circular economy yang menekankan penggunaan kembali sumber daya.

Susinggih mencontohkan bahwa pelaku UMKM dapat mengolah limbah sawit menjadi bahan baku pakan ternak.

Peluang usaha tersebut mencakup kegiatan produksi hingga pendistribusian pakan kepada konsumen.

Selain itu, bahan turunan sawit juga dapat dimanfaatkan untuk memproduksi sabun dalam skala usaha kecil hingga menengah.

Menurutnya, pengolahan produk samping sawit dapat membuka kesempatan usaha baru sekaligus meningkatkan pemanfaatan bahan yang tersedia.

Media dan UMKM Didorong Berkolaborasi Perluas Pasar

Pemimpin Redaksi Majalah Sawit Indonesia Qayuum Amri menekankan pentingnya kerja sama antara media dan pelaku UMKM dalam mendukung pengembangan produk berbasis sawit.

Menurutnya, media dapat membantu memperluas jangkauan informasi mengenai produk UMKM sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan kelapa sawit.

Kolaborasi tersebut juga dapat mendukung upaya pemasaran produk lokal agar semakin dikenal masyarakat.

“Harapan kami, kita bisa saling mendukung dan tumbuh bersama, baik pelaku UMKM maupun teman-teman media," ujarnya.

Pekan Jurnalis dan UMKM Sawit 2026 menjadi forum pertemuan antara insan pers dan pelaku usaha untuk membahas peluang pengembangan industri turunan sawit.

Melalui kegiatan tersebut, BPDP berupaya mendorong inovasi, penguatan usaha lokal, dan peningkatan nilai tambah komoditas kelapa sawit bagi perekonomian nasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026