
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) bersama Perum Bulog meluncurkan program bantuan pangan beras periode Oktober hingga Desember 2026 di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Sabtu.
Program tersebut menyasar 33,2 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia dengan total kebutuhan beras mencapai sekitar satu juta ton.
Selain bantuan pangan, pemerintah juga menambah alokasi beras untuk Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak satu juta ton guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras selama musim paceklik.
Kedua program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok.
Pelaksanaan program bantuan pangan dan SPHP akan melibatkan Perum Bulog dalam penyediaan stok serta penguatan jaringan distribusi beras kepada masyarakat.
Pemerintah Siapkan Bantuan Beras untuk 33,2 Juta Penerima Manfaat
Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pemerintah mengalokasikan bantuan pangan beras bagi 33,2 juta penerima manfaat secara nasional untuk periode Oktober hingga Desember 2026.
Total kebutuhan beras yang disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut mencapai sekitar satu juta ton.
Bantuan pangan ini ditujukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, khususnya kelompok penerima manfaat yang telah ditetapkan melalui program pemerintah.
Penyaluran bantuan akan dilakukan setelah data penerima manfaat tersedia dan selesai melalui proses verifikasi.
Tahapan verifikasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan beras dapat diterima masyarakat yang memenuhi persyaratan.
Pemerintah juga menempatkan kesiapan stok dan kelancaran distribusi sebagai perhatian utama agar pelaksanaan program bantuan pangan dapat berjalan sesuai ketentuan.
Melalui program tersebut, pemerintah berupaya memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan beras sekaligus membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
Zulhas Umumkan Tambahan 1 Juta Ton Beras SPHP untuk Musim Paceklik
Selain menyiapkan bantuan pangan, pemerintah menambah alokasi beras SPHP sebanyak satu juta ton untuk menjaga pasokan dan mengantisipasi tekanan harga selama musim paceklik.
Tambahan alokasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga lebih terjangkau ketika pasokan di pasaran mengalami tekanan.
"Selain itu, pemerintah menambah alokasi beras Program SPHP sebanyak satu juta ton untuk menjaga akses pangan masyarakat pada musim paceklik dan memastikan harga beras tetap terjaga," kata Zulkifli Hasan.
Menurut Zulhas, keberadaan stok beras melalui program bantuan pangan dan SPHP menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan.
Program SPHP juga diarahkan untuk memastikan beras tetap tersedia melalui berbagai saluran distribusi sehingga masyarakat memiliki kemudahan dalam memenuhi kebutuhan konsumsi.
Berbeda dengan bantuan pangan yang diberikan kepada penerima manfaat terverifikasi, beras SPHP disalurkan melalui jaringan distribusi untuk membantu menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasaran.
Pemerintah berharap kedua program tersebut dapat berjalan secara bersamaan dalam memperkuat akses masyarakat terhadap pangan.
Bulog Sumatera Utara Siapkan Stok dan Perkuat Distribusi Beras
Zulkifli Hasan turut mengapresiasi sinergi antara Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Perum Bulog dalam mendukung pelaksanaan berbagai kebijakan pangan pemerintah.
Menurut Zulhas, kerja sama antara kedua lembaga tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian target swasembada pangan nasional.
Perum Bulog bertanggung jawab mempersiapkan ketersediaan stok beras sekaligus memastikan jaringan distribusi siap mendukung pelaksanaan bantuan pangan dan program SPHP.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara, R Darma Wijaya, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung penyaluran kedua program tersebut.
Bulog Sumatera Utara akan mengoptimalkan ketersediaan stok dan memperkuat jaringan distribusi agar bantuan pangan serta beras SPHP dapat menjangkau masyarakat sesuai ketentuan.
"Kami akan terus mengoptimalkan distribusi agar bantuan pangan beras dapat tersalurkan tepat sasaran setelah data penerima terverifikasi, serta beras SPHP dapat diakses masyarakat dengan mudah untuk membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga beras," ujar Darma Wijaya.
Darma menjelaskan bahwa ketepatan data penerima manfaat menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan penyaluran bantuan pangan beras.
Sementara itu, distribusi beras SPHP akan dioptimalkan melalui berbagai saluran yang tersedia untuk memudahkan masyarakat memperoleh beras.
Penguatan jaringan distribusi tersebut juga dilakukan untuk menjaga kelancaran pasokan, terutama ketika terjadi tekanan ketersediaan pangan selama musim paceklik.
Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan dan Target Swasembada Nasional
Peluncuran bantuan pangan beras di Kabupaten Asahan menjadi bagian dari pelaksanaan program pangan nasional untuk periode Oktober hingga Desember 2026.
Pemerintah menempatkan ketersediaan stok, ketepatan data penerima manfaat, dan kelancaran distribusi sebagai faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan program tersebut.
Koordinasi antara pemerintah pusat dan Perum Bulog juga terus diperkuat agar penyaluran bantuan pangan dan beras SPHP dapat berjalan sesuai sasaran.
Melalui bantuan pangan, pemerintah berupaya memastikan kelompok penerima manfaat memperoleh dukungan untuk memenuhi kebutuhan beras.
Sementara melalui SPHP, pemerintah berupaya menjaga ketersediaan beras di pasaran sekaligus mengantisipasi kenaikan harga yang dapat membebani masyarakat.
Kedua program tersebut menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dari sisi ketersediaan pasokan, distribusi, dan keterjangkauan harga.
Dengan alokasi bantuan pangan bagi 33,2 juta penerima manfaat serta tambahan satu juta ton beras SPHP, pemerintah berupaya menjaga stabilitas pangan sekaligus mendukung agenda swasembada pangan nasional.
- Penulis :
- Leon Weldrick




