HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Pastikan Stok Beras Jawa Barat Aman hingga Panen Raya 2027, Cadangan Capai 623,9 Ribu Ton

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Bulog Pastikan Stok Beras Jawa Barat Aman hingga Panen Raya 2027, Cadangan Capai 623,9 Ribu Ton
Foto: Tumpukan beras di gudang Bulog daerah Jawa Barat (sumber: Bulog)

Pantau - Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat memastikan persediaan beras di wilayahnya dalam kondisi aman hingga akhir 2026, bahkan mencukupi kebutuhan masyarakat sampai memasuki panen raya yang diperkirakan berlangsung mulai Februari 2027.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Barat, Nurman Susilo, menyatakan cadangan beras yang dikuasai Bulog saat ini sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dalam beberapa bulan mendatang.

"Posisi stok (beras) Jabar secara garis besar, sangat cukup sampai persiapan pengadaan panen raya tahun depan," ujar Nurman melalui pesan singkat di Bandung, Sabtu (24/10/2026).

Berdasarkan data Bulog Jawa Barat hingga 22 Oktober 2026, total persediaan beras yang berada dalam penguasaan lembaga tersebut mencapai sekitar 623,9 ribu ton.

Dari jumlah tersebut, sekitar 623,8 ribu ton merupakan beras penugasan pemerintah atau Public Service Obligation (PSO), sedangkan sekitar 107 ton lainnya merupakan beras komersial.

Cadangan tersebut dikelola melalui jaringan pergudangan yang tersebar di delapan kantor cabang Bulog Jawa Barat untuk mendukung ketersediaan pasokan pangan di berbagai wilayah.

Stok Beras Terbesar Tersimpan di Indramayu dan Cirebon

Berdasarkan sebaran persediaan, Kantor Cabang Bulog Indramayu tercatat memiliki stok beras terbesar, yakni sekitar 192,7 ribu ton.

Posisi berikutnya ditempati Kantor Cabang Cirebon dengan persediaan sekitar 176,7 ribu ton, disusul Karawang sebanyak 99,7 ribu ton.

Sementara itu, Kantor Cabang Subang menguasai stok sekitar 59,1 ribu ton dan Ciamis memiliki persediaan sebanyak 43,7 ribu ton.

Kantor Cabang Cianjur tercatat menyimpan sekitar 24,8 ribu ton beras, sedangkan Bandung memiliki cadangan sekitar 19 ribu ton.

Adapun Kantor Cabang Bogor memiliki persediaan sekitar 7,9 ribu ton, menjadi yang paling kecil di antara delapan kantor cabang Bulog Jawa Barat.

Dengan persediaan yang tersebar di berbagai wilayah tersebut, Bulog Jawa Barat menilai cadangan beras pemerintah masih mencukupi untuk mendukung kebutuhan masyarakat hingga masa pengadaan hasil panen berikutnya.

Bulog Imbau Masyarakat Tidak Panik dan Borong Beras

Nurman mengimbau masyarakat Jawa Barat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan beras karena cadangan yang dikelola pemerintah masih berada dalam kondisi aman.

Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau memborong beras karena persediaan dinilai cukup untuk menghadapi kebutuhan hingga awal 2027.

"Diharapkan masyarakat tidak panik karena stok cukup," tegas Nurman.

Menurut Bulog, kecukupan cadangan beras menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketersediaan pangan menjelang akhir tahun dan memasuki periode panen raya berikutnya.

Pengelolaan stok melalui delapan kantor cabang juga menjadi bagian dari upaya Bulog memastikan persediaan beras tetap tersedia untuk mendukung pelaksanaan program pemerintah.

Penyerapan Gabah dan Beras Petani Lampaui Target 2026

Selain memastikan kecukupan cadangan beras, Bulog Jawa Barat mencatat realisasi penyerapan gabah dan beras petani sepanjang 2026 telah melampaui target yang ditetapkan.

Berdasarkan data realisasi pengadaan setara beras, Bulog Jawa Barat berhasil menyerap sebanyak 694.947 ton atau mencapai 100,7 persen dari target tahun 2026.

Capaian tersebut menunjukkan realisasi penyerapan hasil panen petani telah melampaui target pengadaan meskipun tahun berjalan masih menyisakan beberapa bulan.

Namun, Bulog Jawa Barat memastikan kegiatan pembelian gabah dan beras dari petani lokal tidak akan dihentikan meskipun target penyerapan telah tercapai.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan penyerapan hasil pertanian sekaligus mendukung stabilitas harga gabah dan beras di tingkat produsen.

Bulog Tetap Serap Gabah Petani hingga Desember 2026

Nurman menegaskan Bulog Jawa Barat akan terus melakukan pembelian gabah dan beras dari petani hingga akhir Desember 2026.

Menurutnya, keberhasilan melampaui target pengadaan tidak menjadi alasan bagi Bulog untuk menghentikan dukungan terhadap petani lokal.

"Meski target telah tercapai, kami akan terus menyerap gabah petani hingga akhir Desember dan melanjutkan komitmen ini pada tahun-tahun berikutnya, khususnya untuk mendukung petani di Jawa Barat," ungkap Nurman.

Komitmen tersebut juga akan dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan sektor pertanian dan menjaga stabilitas harga hasil panen.

Dengan cadangan beras sekitar 623,9 ribu ton per 22 Oktober 2026 dan realisasi penyerapan mencapai 694.947 ton, Bulog Jawa Barat menyatakan kesiapannya menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendukung petani.

Melalui pengelolaan persediaan di delapan kantor cabang dan kelanjutan pembelian hasil panen, Bulog Jawa Barat berupaya memastikan pasokan beras tetap mencukupi hingga memasuki panen raya Februari 2027.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026