
Pantau - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menggandeng tujuh agen perjalanan asal Tiongkok untuk memperluas pemasaran paket wisata Labuan Bajo dan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke kawasan tersebut.
Kerja sama tersebut dijajaki melalui kegiatan Wonderful Indonesia Business Matching for Chinese Travel Agents yang mempertemukan agen perjalanan Tiongkok dengan pelaku industri pariwisata lokal di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kementerian Pariwisata, Yulia, mengatakan Tiongkok merupakan salah satu pasar utama pariwisata Indonesia yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Indonesia sepanjang 2025 mencapai 1,3 juta kunjungan, sedangkan hingga Agustus 2026 jumlahnya telah melampaui satu juta kunjungan.
"Kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia mencapai 1,3 juta pada 2025. Hingga Agustus 2026, jumlahnya sudah melampaui satu juta kunjungan, tumbuh 16,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan pasar Tiongkok masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan, dan Labuan Bajo adalah salah satu destinasi dengan potensi besar," kata Yulia di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Sabtu (24/10/2026).
Tujuh Agen Perjalanan Tiongkok Bertemu 14 Pelaku Wisata Labuan Bajo
Kegiatan pertemuan bisnis tersebut melibatkan tujuh agen perjalanan asal Tiongkok sebagai pembeli atau buyers dan 14 pelaku industri pariwisata Labuan Bajo sebagai penjual atau sellers.
Ketujuh agen perjalanan yang berpartisipasi adalah China Bamboo Garden International Travel Service Co., Ltd., Hangzhou China Travel Service Group, dan GZL International Travel Service Ltd.
Selain itu, kegiatan tersebut diikuti Guangdong Asia-Pacific Travel (BOBO Travel), China International Travel Service (Jiangsu) Co., Ltd., Shenzhen Dreamka Travel, serta Charm Deer.
Para agen perjalanan tersebut diharapkan dapat menjadi mitra pemasaran untuk memperkenalkan lebih banyak produk dan destinasi wisata Labuan Bajo serta Flores kepada calon wisatawan di Tiongkok.
Sementara itu, sebanyak 14 pelaku usaha pariwisata lokal yang terlibat berasal dari berbagai sektor pendukung aktivitas wisata.
Bidang usaha tersebut mencakup penyedia layanan akomodasi, agen perjalanan wisata, operator kapal wisata, serta penyedia jasa transportasi laut.
Keterlibatan berbagai sektor usaha tersebut membuka peluang penyusunan paket perjalanan yang mencakup kebutuhan wisatawan, mulai dari penginapan, transportasi, hingga aktivitas wisata.
Melalui pertemuan bisnis secara langsung, agen perjalanan Tiongkok dan pelaku usaha lokal dapat menjajaki kerja sama pemasaran maupun penjualan paket wisata.
Yulia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi destinasi, tetapi juga menghasilkan kesepakatan bisnis yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.
"Kepada para pelaku industri pariwisata Labuan Bajo, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Semoga lahir kerja sama yang nyata setelah kegiatan ini," katanya.
Kemenpar Catat Kunjungan Wisatawan Tiongkok Tumbuh 16,46 Persen
Kementerian Pariwisata mencatat pasar Tiongkok masih menunjukkan pertumbuhan positif dalam menyumbang kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok mencapai 1,3 juta kunjungan.
Sementara hingga Agustus 2026, jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok telah melampaui satu juta kunjungan atau meningkat 16,46 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah untuk memperluas promosi destinasi wisata Indonesia, termasuk kawasan Labuan Bajo dan Flores.
Melalui kerja sama dengan agen perjalanan Tiongkok, pemerintah berupaya membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi produk wisata lokal.
Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan peluang masuknya paket wisata Labuan Bajo dan Flores ke dalam penawaran perjalanan yang dipasarkan kepada wisatawan asal Tiongkok.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Petrus Antonius Rasyid, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif pemerintah pusat dalam mempertemukan pelaku usaha lokal dengan mitra bisnis internasional.
Menurut Petrus, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada pelaku industri pariwisata Manggarai Barat untuk membangun hubungan bisnis secara langsung dengan agen perjalanan asal Tiongkok.
Ia menilai kolaborasi antara Kementerian Pariwisata, BPOLBF, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dapat memperluas jangkauan promosi Labuan Bajo di pasar internasional.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka peluang peningkatan jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Labuan Bajo dan wilayah sekitarnya.
Agen Wisata Tiongkok Diajak Rasakan Langsung Pengalaman di Labuan Bajo
Selain pertemuan bisnis, kegiatan tersebut juga menggabungkan perjalanan pengenalan destinasi atau familiarization trip (famtrip) bagi para agen perjalanan asal Tiongkok.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta memperoleh kesempatan mengenal dan merasakan langsung pengalaman berwisata di Labuan Bajo serta kawasan Flores.
Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengatakan pengenalan destinasi secara langsung menjadi bagian penting dalam mendorong agen perjalanan untuk memasarkan produk wisata Labuan Bajo.
Menurut Andhy, agen perjalanan perlu memahami karakteristik dan pengalaman wisata yang ditawarkan suatu destinasi agar mampu menyusun paket perjalanan sesuai kebutuhan wisatawan Tiongkok.
"Pasar Tiongkok sangat strategis bagi Labuan Bajo Flores. Lewat famtrip ini, para agen perjalanan tidak hanya mengenal Labuan Bajo dari foto, tetapi merasakan langsung pengalaman berwisata di sini, sehingga paket yang mereka tawarkan nanti lebih meyakinkan. Kami ingin pertemuan hari ini berlanjut menjadi kerja sama dan transaksi nyata antara agen perjalanan Tiongkok dan pelaku usaha lokal," ujar Andhy.
BPOLBF berharap pengalaman langsung tersebut dapat membantu agen perjalanan memahami daya tarik wisata Labuan Bajo dan Flores secara lebih menyeluruh.
Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal dalam menyusun paket perjalanan yang lebih menarik dan sesuai dengan karakteristik pasar wisatawan Tiongkok.
Melalui kombinasi perjalanan pengenalan destinasi dan pertemuan bisnis, pemerintah berupaya mendorong terbentuknya kerja sama pemasaran yang berkelanjutan.
BPOLBF Dorong Paket Wisata hingga Daratan Flores
BPOLBF juga mendorong pengembangan paket wisata yang tidak hanya berpusat pada destinasi unggulan seperti Pulau Komodo dan Pulau Padar.
Andhy menginginkan agar paket perjalanan yang ditawarkan kepada wisatawan Tiongkok turut mencakup berbagai destinasi wisata alam dan budaya di daratan Flores.
Perluasan cakupan destinasi tersebut bertujuan memberikan pilihan pengalaman wisata yang lebih beragam kepada wisatawan mancanegara.
Dengan menawarkan lebih banyak destinasi dalam satu rangkaian perjalanan, pemerintah berharap wisatawan dapat menghabiskan waktu lebih lama selama berkunjung ke Labuan Bajo dan Flores.
Peningkatan lama tinggal wisatawan diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi pariwisata melalui penggunaan layanan akomodasi, transportasi, serta berbagai jasa wisata lokal.
Pengembangan paket wisata hingga daratan Flores juga diarahkan untuk memperluas distribusi manfaat ekonomi pariwisata kepada masyarakat di berbagai wilayah.
Dengan demikian, manfaat kunjungan wisatawan diharapkan tidak hanya terkonsentrasi di kawasan destinasi utama Labuan Bajo, tetapi juga menjangkau pelaku usaha dan masyarakat di wilayah Flores lainnya.
Pemerintah Targetkan Kerja Sama Bisnis dan Transaksi Nyata
Kolaborasi antara Kementerian Pariwisata, BPOLBF, pemerintah daerah, agen perjalanan Tiongkok, dan pelaku usaha lokal menjadi bagian dari upaya memperkuat pemasaran pariwisata Indonesia di pasar internasional.
Melalui kegiatan Wonderful Indonesia Business Matching for Chinese Travel Agents, pemerintah berupaya mempertemukan kebutuhan pasar wisatawan Tiongkok dengan produk dan layanan yang ditawarkan industri pariwisata Labuan Bajo.
Kegiatan tersebut diharapkan menghasilkan kerja sama konkret dalam penyusunan, pemasaran, dan penjualan paket perjalanan wisata.
Selain meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, pemerintah juga menargetkan penguatan jaringan bisnis antara pelaku usaha lokal dan mitra perjalanan internasional.
BPOLBF berharap kerja sama tersebut dapat mendorong pengembangan produk wisata yang lebih beragam sekaligus meningkatkan lama tinggal wisatawan di kawasan Labuan Bajo dan Flores.
Melalui perluasan pemasaran dan pengembangan destinasi hingga daratan Flores, pemerintah berupaya meningkatkan daya saing pariwisata sekaligus mendorong pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
- Penulis :
- Leon Weldrick




