HOME  ⁄  Ekonomi

Mentan Amran Sebut Kebijakan Prabowo Dongkrak Daya Beli Petani Lampung, Harga Singkong Naik dari Rp700 Jadi Rp3.000 per Kilog

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Mentan Amran Sebut Kebijakan Prabowo Dongkrak Daya Beli Petani Lampung, Harga Singkong Naik dari Rp700 Jadi Rp3.000 per Kilog
Foto: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bertemu petani yang ada di Kabupaten Pringsewu, Lampung, Minggu (25/10/2026).

Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kebijakan Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian mulai meningkatkan daya beli petani di Lampung melalui penurunan harga pupuk bersubsidi, penguatan harga komoditas, dan penghentian impor singkong.

Amran menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan kerja dan bertemu petani di Kabupaten Pringsewu, Lampung, Minggu (25/10/2026).

Menurutnya, kebijakan pemerintah diarahkan untuk mengurangi biaya produksi sekaligus meningkatkan pendapatan petani agar kesejahteraan masyarakat perdesaan terus membaik.

"Kebijakan Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian mulai menunjukkan dampak terhadap daya beli petani di Lampung," kata Amran.

Ia menjelaskan bahwa penguatan harga hasil pertanian menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memastikan petani memperoleh manfaat lebih besar dari kegiatan produksi.

Harga Singkong Lampung Naik dari Rp700 Menjadi Rp3.000 per Kilogram

Amran mengungkapkan bahwa kebijakan penghentian impor singkong menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat harga komoditas pertanian.

Menurutnya, harga singkong yang sebelumnya berada pada kisaran Rp700 per kilogram kini mencapai Rp3.000 per kilogram.

Kenaikan tersebut setara dengan sekitar 329 persen dibandingkan harga sebelumnya.

“Sebagaimana arahan Bapak Presiden, harga pupuk bersubsidi turun. Kemudian untuk singkong, kami diperintahkan menghentikan impor. Hasilnya, harga singkong yang sebelumnya sekitar Rp700 per kilogram sekarang mencapai Rp3.000 per kilogram,” ujar Amran.

Selain penguatan harga singkong, pemerintah juga menjalankan kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi untuk mengurangi beban biaya produksi petani.

Amran menilai kombinasi kebijakan tersebut dapat memberikan ruang lebih besar bagi petani untuk meningkatkan pendapatan dari hasil pertanian.

Ia juga menegaskan pentingnya memastikan manfaat kebijakan ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat yang memproduksi pangan dan komoditas pertanian.

Nilai Tukar Petani Capai 131,11, Diklaim Tertinggi Sepanjang Sejarah

Menteri Pertanian menyebut perkembangan daya beli petani juga tercermin dari indikator Nilai Tukar Petani (NTP).

Menurut Amran, NTP telah mencapai angka 131,11 yang disebutnya sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Nilai Tukar Petani merupakan indikator yang membandingkan indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayarkan petani.

Indikator tersebut digunakan untuk melihat perkembangan kemampuan daya beli petani dalam menjalankan usaha pertanian dan memenuhi kebutuhan konsumsi.

“Nilai tukar petani sekarang 131, tertinggi selama Republik ini berdiri. Inilah karena kebijakan-kebijakan kita, serta kolaborasi pemerintah pusat dan daerah,” jelas Amran.

Ia menyatakan pemerintah akan terus memperkuat kebijakan yang mendukung peningkatan kesejahteraan petani.

Amran juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi petani.

“Kami mendukung apa yang dibutuhkan petani. Regulasi yang diperlukan untuk kepentingan dan keuntungan petani akan kami selesaikan,” tegasnya.

Gubernur Lampung Sebut Harga Padi, Jagung, dan Singkong Meningkat

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa sektor pertanian memiliki peran penting dalam perekonomian daerah.

Ia menjelaskan bahwa padi, jagung, dan singkong merupakan tiga komoditas utama yang berkaitan dengan mata pencaharian masyarakat Lampung.

Menurut Rahmat, hampir 60 persen masyarakat Lampung memiliki keterkaitan dengan ketiga komoditas tersebut.

Karena itu, perubahan harga hasil panen dan biaya produksi dinilai memiliki pengaruh luas terhadap aktivitas ekonomi daerah.

”Semenjak Pak Prabowo menjadi Presiden, harga pupuk murah, kemudian harga komoditas jadi ikut naik, padi naik, jagung naik, singkong naik,” ujar Rahmat.

Ia menilai penguatan harga komoditas pertanian turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah.

Pemerintah Provinsi Lampung juga mencermati perkembangan indikator konsumsi untuk melihat kondisi perekonomian daerah.

Pembelian Kendaraan Baru di Lampung Naik pada Semester I 2026

Rahmat menyampaikan bahwa peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat salah satunya terlihat dari pertumbuhan pembelian kendaraan bermotor.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, jumlah kendaraan bermotor baru pada semester pertama 2026 mencapai 83.515 unit.

Angka tersebut meningkat 22,15 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 68.370 unit.

Jumlah kendaraan roda dua meningkat dari 62.464 unit menjadi 74.892 unit atau tumbuh 19,90 persen.

Sementara itu, jumlah kendaraan roda empat bertambah dari 5.906 unit menjadi 7.213 unit.

”Petani-petani di sini alhamdulillah mendapatkan kejadian yang sangat luar biasa. Investasi yang salah satunya adalah tingkat konsumsi. Kami melihat indikator-indikator konsumsi dari Provinsi Lampung, yang pertama itu pembelian mobil,” ungkap Rahmat.

Gubernur Lampung menyebut peningkatan pembelian kendaraan juga terlihat di sejumlah kabupaten yang memiliki kegiatan pertanian.

“Pembelian kendaraan di kabupaten-kabupaten pertanian meningkat. Kami juga melihat indikator konsumsi lain yang tumbuh. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi di wilayah pertanian bergerak,” ujar Rahmat.

Meski demikian, kenaikan pembelian kendaraan tidak secara langsung membuktikan bahwa seluruh pertumbuhan tersebut berasal dari peningkatan pendapatan petani atau kebijakan pertanian.

Data konsumsi kendaraan menjadi salah satu indikator yang perlu dilihat bersama perkembangan ekonomi lainnya.

Pemprov Lampung Dorong Hilirisasi Singkong Jadi Tepung Mocaf

Selain memperkuat harga komoditas, Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong pengembangan industri pengolahan hasil pertanian.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah singkong, yang selama ini banyak dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.

Melalui program hilirisasi, singkong mulai dikembangkan menjadi berbagai produk olahan, termasuk tepung mocaf atau tepung singkong termodifikasi.

Pengembangan produk tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus membuka peluang kegiatan ekonomi di tingkat desa.

Rahmat juga mengaitkan perkembangan sektor pertanian dengan pertumbuhan ekonomi Lampung dibandingkan provinsi lain di Sumatera.

”Dan karena kebijakan-kebijakan itu, hari ini Lampung menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi nomor dua terdekat di Sumatera. Ini semua karena kebijakan untuk petani. Terima kasih,” ujar Rahmat.

Pemerintah pusat dan daerah menyatakan akan terus memperkuat kebijakan pertanian melalui pengendalian biaya produksi, perlindungan harga hasil panen, dan pengembangan industri pengolahan komoditas.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat ekonomi bagi petani Lampung sekaligus memperkuat kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian daerah.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026