
Pantau - Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, mendorong pembangunan gedung konvensi berkapasitas minimal 10.000 orang untuk memperkuat posisi kota tersebut sebagai destinasi wisata pertemuan, insentif, konferensi, dan pameran atau Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan fasilitas konvensi berskala besar diperlukan untuk meningkatkan kemampuan Bandung menjadi tuan rumah berbagai kegiatan nasional maupun internasional.
“Bandung harus dibangun sebuah convention yang bisa menampung minimal 10.000 orang untuk memperkuat potensi Kota Bandung pada penyelenggaraan MICE,” kata Farhan di Bandung, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, pengembangan infrastruktur konvensi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata, perhotelan, restoran, transportasi, dan usaha masyarakat.
Bandung Butuh Gedung Konvensi untuk Tampung 10.000 Peserta
Farhan menilai Kota Bandung memiliki peluang untuk memperkuat daya saing sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan berskala besar.
Namun, peluang tersebut perlu didukung fasilitas konvensi dengan kapasitas yang memadai.
Pemerintah Kota Bandung mendorong pembangunan gedung yang mampu menampung sedikitnya 10.000 peserta dalam satu kegiatan.
Farhan menjelaskan bahwa rencana pembangunan fasilitas tersebut harus didukung data yang menunjukkan tingginya permintaan penyelenggaraan kegiatan MICE.
Data tersebut diperlukan untuk memperkuat dasar pengembangan infrastruktur konvensi di Kota Bandung.
Menurutnya, penyelenggaraan berbagai kegiatan nasional dapat menjadi sarana untuk mengukur kebutuhan fasilitas pertemuan dan konferensi berskala besar.
Salah satu kegiatan yang dinilai dapat mendukung upaya tersebut adalah Musyawarah Nasional (Munas) Indonesian Marketing Association (IMA).
Munas IMA Jadi Momentum Promosi Kota Bandung
Farhan mengatakan penyelenggaraan Munas IMA merupakan peluang untuk menunjukkan kesiapan Kota Bandung menjadi tuan rumah kegiatan nasional.
Kegiatan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mengumpulkan data mengenai potensi penyelenggaraan pertemuan dan konferensi di Bandung.
Menurutnya, keterlibatan para praktisi pemasaran dalam IMA dapat membantu memperluas promosi Kota Bandung sebagai destinasi MICE.
Farhan berharap anggota IMA dapat menjalin kerja sama dengan pemerintah kota untuk memperkenalkan potensi Bandung kepada pasar nasional dan internasional.
“Saya sangat berharap para ahli marketing ini nanti akan bermitra dengan Kota Bandung untuk pengembangan memasarkan Kota Bandung itu ke seluruh Indonesia, bahkan kalau perlu ke seluruh dunia,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya promosi sekaligus membuka peluang penyelenggaraan lebih banyak kegiatan di Kota Bandung.
Sektor MICE Berpotensi Gerakkan Hotel, Restoran, dan Transportasi
Pemerintah Kota Bandung menilai pengembangan sektor MICE tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kunjungan wisatawan.
Penyelenggaraan konferensi, pertemuan, dan pameran juga berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor pendukung.
Sektor perhotelan menjadi salah satu bidang yang dapat memperoleh manfaat dari kebutuhan akomodasi peserta kegiatan.
Selain itu, restoran dan usaha kuliner berpotensi mendapatkan tambahan permintaan dari pengunjung yang mengikuti acara.
Aktivitas transportasi serta usaha masyarakat juga dapat meningkat seiring penyelenggaraan kegiatan berskala besar.
Farhan menilai penguatan fasilitas konvensi dapat menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat ekonomi sektor pariwisata bagi masyarakat Bandung.
IMA Nilai Infrastruktur Bandung Sudah Mendukung Kegiatan Konvensi
Ketua Indonesian Marketing Association Suparno Djasmin menilai Kota Bandung telah memiliki berbagai fasilitas pendukung untuk menyelenggarakan kegiatan pertemuan dan konvensi.
Menurutnya, ketersediaan transportasi, hotel, akomodasi, restoran, dan infrastruktur lainnya menjadi modal penting dalam pengembangan sektor MICE.
“Bandung memiliki fasilitas yang sangat baik untuk kami melakukan rapat maupun konvensi. Infrastruktur, transportasi, hotel, akomodasi, restoran, dan semua kebutuhan untuk dilakukannya meeting yang baik tersedia di Bandung,” katanya.
Suparno mengatakan peningkatan kapasitas dan jumlah fasilitas penyelenggaraan acara dapat membuka peluang bagi Bandung untuk menjadi tuan rumah lebih banyak kegiatan.
Dengan dukungan infrastruktur yang sudah tersedia, pembangunan gedung konvensi berkapasitas besar dinilai dapat melengkapi kebutuhan penyelenggaraan acara di Kota Bandung.
Pemerintah Kota Bandung saat ini mendorong pengembangan fasilitas tersebut dengan mempertimbangkan potensi permintaan kegiatan MICE dan peluang kerja sama promosi.
- Penulis :
- Aditya Yohan




