
Pantau - Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) menggandeng Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) untuk memperkuat pendampingan industri kecil dan menengah (IKM) melalui program Pendampingan IKM Naik Tingkat, Adaptif, dan Resilien (PINTAR).
Kerja sama tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku IKM dalam mengembangkan usaha, menghadapi perubahan pasar, serta memperkuat daya saing melalui dukungan akademik dan pendampingan bisnis.
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Industri Disdagin Kota Bandung Muhammad Qadafi mengatakan keterlibatan perguruan tinggi menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas pembinaan pelaku usaha.
“Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kapasitas usaha, sehingga IKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan meningkatkan daya saingnya,” ujar Qadafi di Bandung, Senin (26/10/2026).
Program PINTAR dirancang agar pendampingan yang diberikan kepada pelaku IKM binaan Kota Bandung lebih sesuai dengan kebutuhan dan tantangan usaha yang mereka hadapi.
Program PINTAR Dorong IKM Bandung Naik Tingkat
Disdagin Kota Bandung mengembangkan program PINTAR sebagai upaya memperkuat pembinaan industri kecil dan menengah di wilayah tersebut.
Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Qadafi menjelaskan bahwa pendampingan tidak hanya diarahkan untuk membantu pelaku IKM mempertahankan usaha, tetapi juga meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi persaingan pasar.
Melalui kerja sama dengan SBM ITB, pemerintah kota berupaya menghadirkan pendekatan pembinaan yang didukung pengetahuan akademik dan penelitian.
“Melalui program PINTAR, kami ingin pendampingan IKM binaan Kota Bandung semakin terarah dan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha,” katanya.
Menurutnya, pendampingan yang disesuaikan dengan kondisi pelaku usaha diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih nyata bagi pengembangan industri kecil dan menengah.
Disdagin dan SBM ITB Kembangkan Penelitian Kolaboratif
Qadafi mengatakan kerja sama antara Disdagin Kota Bandung dan SBM ITB mencakup pelaksanaan serta pengembangan penelitian kolaboratif.
Penelitian tersebut diarahkan pada berbagai bidang yang berkaitan dengan sektor perdagangan dan perindustrian.
Dukungan akademik dari perguruan tinggi diharapkan dapat membantu pemerintah daerah menyusun pendekatan pembinaan yang lebih terarah.
Hasil penelitian juga dapat menjadi salah satu dasar dalam memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi pelaku IKM.
Dengan demikian, pengembangan program pendampingan dapat dilakukan berdasarkan kondisi usaha yang dihadapi peserta.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan industri kecil dan menengah di Kota Bandung.
Kurikulum dan Materi Pembinaan Disesuaikan dengan Kebutuhan IKM
Selain penelitian, kerja sama Disdagin Kota Bandung dan SBM ITB meliputi penyusunan serta pengembangan kurikulum pendampingan usaha.
Kedua pihak juga akan mengembangkan perangkat pembelajaran dan materi pembinaan bagi pelaku IKM serta usaha perdagangan.
Qadafi menjelaskan bahwa materi pendampingan akan disusun dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing pelaku usaha.
“Materi akan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik pelaku usaha agar relevan dan dapat diterapkan secara langsung,” katanya.
Penyesuaian tersebut dilakukan agar pengetahuan yang diberikan selama proses pendampingan dapat digunakan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Pemerintah kota berharap pendekatan tersebut dapat membantu pelaku IKM meningkatkan kemampuan pengelolaan dan pengembangan bisnis.
Kolaborasi Perguruan Tinggi Diharapkan Perkuat Industri Lokal
Disdagin Kota Bandung menilai keterlibatan perguruan tinggi dapat memperluas dukungan terhadap pengembangan industri kecil dan menengah.
Melalui program PINTAR, pendampingan diharapkan menjadi lebih terarah, terukur, dan berdasarkan kebutuhan nyata pelaku usaha.
Qadafi mengatakan kerja sama tersebut juga membuka peluang penerapan hasil kajian akademik untuk membantu mengatasi persoalan yang dihadapi sektor IKM.
“Sinergi pemerintah daerah dan perguruan tinggi juga membuka peluang penerapan pengetahuan akademik untuk menjawab berbagai tantangan industri kecil dan menengah,” katanya.
Pemerintah Kota Bandung berharap kolaborasi dengan SBM ITB dapat meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus memperkuat kemampuan adaptasi pelaku usaha terhadap perubahan pasar.
Program PINTAR menjadi salah satu langkah Disdagin Kota Bandung dalam mendukung pengembangan industri lokal melalui pendampingan usaha berbasis penelitian dan kebutuhan pelaku IKM.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




