HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp18.140 per Dolar AS, Ketegangan Timur Tengah dan Arus Modal Asing Tekan Pergerakan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rupiah Melemah ke Rp18.140 per Dolar AS, Ketegangan Timur Tengah dan Arus Modal Asing Tekan Pergerakan
Foto: (Sumber :Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Jumat (16/10/2026). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/kye).)

Pantau - Nilai tukar rupiah melemah 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp18.140 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Selasa (27/10/2026), di tengah ketidakpastian geopolitik Timur Tengah dan tekanan arus keluar dana asing dari pasar saham domestik.

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, rupiah berada di level Rp18.135 per dolar AS.

Analis Doo Financial Lukman Leong memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif seiring munculnya laporan mengenai potensi serangan militer AS terhadap Iran dan upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan kawasan.

Ketegangan Timur Tengah Picu Ketidakpastian Rupiah

Lukman mengatakan perkembangan geopolitik Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah terhadap dolar AS.

Menurutnya, pasar menghadapi dua perkembangan yang berbeda, yakni kemungkinan eskalasi militer dan upaya penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.

“Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif di tengah laporan beragam dari Timteng, mulai dari potensi serangan AS terhadap Iran dalam beberapa hari ke depan hingga upaya diplomatik untuk mencapai perdamaian di kawasan,” ujar Lukman kepada ANTARA di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Ketidakpastian tersebut diperkirakan membuat pergerakan rupiah berlangsung fluktuatif sepanjang perdagangan.

Empat Negara Gelar Pertemuan Diplomatik di Teheran

Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, delegasi dari Turkiye, Arab Saudi, Pakistan, dan Iran mengadakan pertemuan di Teheran pada Senin (26/10/2026).

Menurut laporan Anadolu, pembicaraan empat negara tersebut berfokus pada keamanan regional, aktivitas Israel di kawasan, serta perkembangan situasi di Palestina dan Lebanon.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi turut menghadiri pertemuan tersebut.

Turkiye diwakili Direktur Organisasi Intelijen Nasional Ibrahim Kalin, sedangkan Arab Saudi mengutus Menteri Pertahanan Pangeran Khalid bin Salman.

Pakistan diwakili Kepala Staf Angkatan Darat Asim Munir.

Pertemuan tersebut menjadi salah satu perkembangan diplomatik yang turut diperhatikan di tengah ketidakpastian keamanan Timur Tengah.

Laporan Potensi Serangan AS terhadap Iran Jadi Sorotan

Selain upaya diplomasi, laporan mengenai persiapan operasi militer AS terhadap Iran turut menjadi perhatian pasar.

Mengutip laporan Xinhua, Pentagon disebut sedang mempersiapkan kemungkinan operasi militer baru yang berpotensi berskala besar terhadap Iran.

Menurut laporan tersebut, operasi dapat dilaksanakan "dalam waktu 96 jam setelah menerima" perintah dari Presiden AS Donald Trump.

Laporan yang sama menyebut pasukan AS dalam jumlah yang dinilai memadai telah dikerahkan ke kawasan Timur Tengah.

Sejumlah pejabat AS juga disebut memperkirakan perintah operasi dapat dikeluarkan sebelum akhir tahun, dengan kemungkinan setelah pemilihan umum paruh waktu AS.

Operasi yang dilaporkan sedang dipersiapkan itu disebut berpotensi memiliki cakupan lebih luas daripada serangan terbatas terhadap radar, peluncur, dan aset militer Iran lainnya.

Informasi tersebut masih berupa laporan mengenai kemungkinan operasi militer, bukan konfirmasi bahwa serangan telah diperintahkan atau dilaksanakan.

Arus Keluar Dana Asing Turut Membebani Rupiah

Dari dalam negeri, Lukman menilai arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia masih menjadi faktor yang menekan nilai tukar rupiah.

Kombinasi sentimen domestik dan perkembangan geopolitik global diperkirakan membuat rupiah bergerak dalam rentang terbatas.

Berdasarkan berbagai faktor tersebut, Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah berada pada kisaran Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS.

Pergerakan rupiah selanjutnya diperkirakan tetap dipengaruhi perkembangan situasi Timur Tengah serta aktivitas investor asing di pasar keuangan domestik.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026