
Pantau - Pemerintah Iran mengajukan sejumlah usulan kepada Rusia untuk memperluas kerja sama sektor energi, termasuk investasi pengembangan ladang minyak dan rencana pasokan gas melalui jaringan pipa yang melintasi Azerbaijan.
Pelaksana Tugas Menteri Perminyakan Iran, Hamid Bovard, mengatakan kedua negara tengah melanjutkan pembahasan kerja sama energi dan hanya perlu menyelesaikan sejumlah persoalan teknis sebelum menandatangani kesepakatan pasokan gas.
Pernyataan tersebut disampaikan Bovard pada Senin (26/10/2026), sebagaimana dilaporkan kantor berita Iran, IRNA.
Iran Tawarkan Perluasan Investasi Ladang Minyak kepada Rusia
Bovard menjelaskan Iran dan Rusia telah menjalankan sejumlah rencana investasi bersama dalam pengembangan ladang minyak Iran.
Pemerintah Iran kini mengajukan usulan tambahan untuk memperluas keterlibatan Rusia dalam sektor energi negara tersebut.
"Selain rencana bersama yang sedang berjalan di bidang investasi Rusia dalam pengembangan ladang minyak Iran, kami telah mengajukan usulan kepada Pemerintah Rusia untuk memperluas kerja sama di bidang tersebut. Kami akan menyaksikan pertukaran sumber daya energi," kata Bovard seperti dikutip oleh kantor berita IRNA.
Menurut Bovard, langkah tersebut membuka babak baru dalam hubungan bilateral Iran dan Rusia.
Kerja sama yang dibahas mencakup investasi di sektor perminyakan serta pertukaran sumber daya energi antara kedua negara.
Rusia dan Iran Tinggal Selesaikan Masalah Teknis Pasokan Gas
Selain pengembangan ladang minyak, Iran dan Rusia sedang mempersiapkan kesepakatan pasokan gas melalui proyek jaringan pipa.
Bovard mengatakan perundingan kedua negara telah mencapai tahap penyelesaian sejumlah persoalan teknis.
Kesepakatan tersebut belum ditandatangani karena masih terdapat beberapa hal yang perlu diselesaikan.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin pada Januari 2025 menyampaikan bahwa volume pasokan gas Rusia ke Iran melalui proyek pipa tersebut berpotensi mencapai 55 miliar meter kubik per tahun.
Namun, Putin menjelaskan penyaluran gas perlu dimulai dengan volume lebih kecil, yakni hingga 2 miliar meter kubik.
Rencana tersebut menunjukkan bahwa peningkatan volume pasokan akan dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan proyek.
Jalur Pipa Gas Rusia ke Iran Direncanakan Melintasi Azerbaijan
Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev sebelumnya menjelaskan bahwa jalur pipa gas dari Rusia menuju Iran direncanakan melewati wilayah Azerbaijan.
Menurut Tsivilev, pembahasan proyek tersebut telah memasuki tahap akhir perundingan.
Rusia dan Iran juga disebut telah menyepakati pendekatan terkait penetapan harga gas.
Azerbaijan memiliki peran dalam rencana kerja sama tersebut karena wilayahnya akan menjadi jalur penghubung infrastruktur pasokan gas Rusia menuju Iran.
Putin, Aliyev, dan Pezeshkian Bahas Kerja Sama Energi Tiga Negara
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengadakan pertemuan di Turkmenistan pada Jumat (9/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas format kerja sama energi serta mekanisme untuk memperkuat hubungan trilateral antara Rusia, Azerbaijan, dan Iran.
Ketiga pemimpin juga mendiskusikan sejumlah bidang yang menjadi kepentingan bersama.
Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya ketiga negara untuk mengembangkan kerja sama energi lintas wilayah.
Hingga kini, Iran dan Rusia masih menyelesaikan pembahasan teknis sebelum kesepakatan pasokan gas dapat ditandatangani.
- Penulis :
- Aditya Yohan




