HOME  ⁄  Ekonomi

Pasar Gim Indonesia Tembus Rp30,99 Triliun, Pengembang Lokal Baru Kuasai 2,5 Persen dan Didorong Jadi Raja di Negeri Sendiri

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pasar Gim Indonesia Tembus Rp30,99 Triliun, Pengembang Lokal Baru Kuasai 2,5 Persen dan Didorong Jadi Raja di Negeri Sendiri
Foto: (Sumber :Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya (kiri) mencoba gim karya pengembang lokal saat menghadiri Hari Game Indonesia (Hargai) Playday 2026 di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta, Sabtu (8/8/2026). Hargai Playday 2026 yang mengangkat tema "Satu Dekade Kemajuan Industri Gim Nasional" digelar sebagai wadah bagi masyarakat untuk mengenal, memainkan, dan mengapresiasi gim karya pengembang lokal. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye.)

Pantau - Industri gim Indonesia memiliki potensi pasar mencapai Rp30,99 triliun pada 2024, tetapi pengembang gim lokal baru menguasai sekitar 2,5 persen pendapatan pasar nasional sehingga diperlukan penguatan daya saing agar produk dalam negeri mampu menjadi pemain utama di negeri sendiri.

Besarnya peluang tersebut menjadi perhatian dalam penyelenggaraan Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2026 yang berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 dan mempertemukan pengembang gim lokal dengan pelaku industri dari dalam maupun luar negeri.

Ajang yang diselenggarakan melalui kerja sama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI) tersebut menjadi wadah kolaborasi, pengembangan bisnis, serta promosi karya pengembang gim Indonesia.

Penyelenggaraan IGDX tahun ini juga berlangsung bersamaan dengan Bali Tech Week (BTW) di lokasi yang sama untuk memperluas peluang kerja sama dalam industri teknologi dan ekonomi digital.

Sejak pertama kali digelar pada 2021, IGDX telah berkembang menjadi salah satu kegiatan penting bagi ekosistem pengembangan gim nasional.

Melalui kegiatan tersebut, pengembang lokal memperoleh kesempatan memperkenalkan dan menguji coba karya mereka di hadapan penerbit gim atau publisher untuk membuka peluang kerja sama dan pendanaan.

Jumlah Pemain Gim Indonesia Diproyeksikan Capai 174,4 Juta pada 2027

Berdasarkan Laporan Peta Ekosistem Gim Indonesia (PEGI) 2024, jumlah pemain gim di Indonesia mencapai 154,9 juta orang atau sekitar 55,3 persen dari total populasi.

Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 174,4 juta pemain pada 2027 seiring perkembangan teknologi digital dan semakin luasnya akses masyarakat terhadap internet.

Potensi pertumbuhan industri gim nasional juga didukung jumlah pengguna internet aktif yang mencapai 232,7 juta orang atau sekitar 83 persen dari populasi Indonesia.

Besarnya jumlah pengguna internet dan pemain gim menunjukkan bahwa Indonesia memiliki pasar yang luas bagi pengembangan produk hiburan digital.

Namun, tingginya aktivitas bermain gim di masyarakat belum sepenuhnya memberikan keuntungan bagi pengembang dalam negeri.

Dari total nilai pasar industri gim Indonesia sebesar Rp30,99 triliun pada 2024, pengembang lokal baru memperoleh sekitar 2,5 persen pendapatan.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara besarnya konsumsi gim nasional dan kemampuan produk lokal dalam menguasai pasar domestik.

Gim Asing Masih Mendominasi Pasar Indonesia

Pasar gim Indonesia selama ini didominasi produk berbasis perangkat seluler yang dikembangkan perusahaan asing.

Sejumlah judul populer seperti Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) dan PUBG Mobile menjadi contoh gim yang memiliki basis pemain besar di Indonesia.

Popularitas gim tersebut didukung kemudahan akses karena dapat diunduh secara gratis serta menyediakan fitur permainan daring bersama atau multiplayer.

Fitur tersebut sesuai dengan kebiasaan pemain Indonesia yang gemar bermain bersama atau mabar, baik secara daring maupun ketika berkumpul dengan teman.

Selain itu, semakin luasnya penggunaan telepon pintar dan jaringan internet turut mendorong pertumbuhan gim berbasis perangkat seluler.

Kombinasi kemudahan akses, permainan bersama, dan dukungan teknologi membuat gim asing mampu mempertahankan posisinya di pasar nasional.

Sementara itu, pengembang gim lokal masih menghadapi tantangan untuk memperbesar pangsa pasar di tengah persaingan dengan produk internasional.

Pengembang Lokal Lebih Banyak Garap Gim Komputer untuk Pasar Global

Berbeda dengan karakter pasar domestik yang didominasi gim perangkat seluler, pengembang Indonesia justru lebih banyak mengembangkan gim untuk komputer pribadi atau PC.

Data PEGI 2024 menunjukkan sekitar 33,8 persen pengembang lokal berfokus pada gim PC, sedangkan 25,7 persen lainnya mengembangkan gim perangkat seluler.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa fokus produksi pengembang nasional belum sepenuhnya sejalan dengan karakter pasar gim terbesar di Indonesia.

Sebagian besar produk gim PC buatan Indonesia justru menyasar konsumen internasional yang memiliki permintaan terhadap jenis permainan tersebut.

Amerika Serikat tercatat menjadi pasar terbesar bagi gim lokal Indonesia dengan pangsa mencapai 73 persen berdasarkan data yang dipaparkan dalam laporan tersebut.

Besarnya pasar luar negeri memberikan peluang bagi pengembang nasional untuk memperoleh pendapatan sekaligus memperkenalkan karya mereka kepada pemain internasional.

Di sisi lain, kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pengembang lokal masih memiliki ruang besar untuk memperluas jangkauan produk di pasar Indonesia.

IGDX 2026 Buka Peluang Pendanaan dan Kolaborasi Pengembang Gim

Penyelenggaraan IGDX 2026 menjadi salah satu upaya memperkuat hubungan antara pengembang gim Indonesia dan pelaku industri internasional.

Melalui kegiatan ini, pengembang lokal dapat memperkenalkan produk, membangun jaringan bisnis, serta memperoleh masukan langsung dari calon mitra.

Kesempatan melakukan uji coba permainan atau playtest juga memberikan ruang bagi pengembang untuk menunjukkan kualitas dan potensi komersial karya mereka.

Pertemuan dengan penerbit gim menjadi bagian penting dalam membuka peluang pendanaan dan memperluas distribusi produk ke pasar yang lebih besar.

Kolaborasi tersebut diperlukan mengingat industri gim tidak hanya bergantung pada kemampuan menciptakan permainan, tetapi juga membutuhkan dukungan pemasaran dan akses pasar.

Penyelenggaraan IGDX bersama Bali Tech Week turut mempertemukan ekosistem gim dengan sektor teknologi digital yang memiliki keterkaitan dalam pengembangan produk kreatif.

Gim Lokal Berpeluang Perkenalkan Budaya Indonesia ke Dunia

Selain memiliki nilai ekonomi, industri gim juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat internasional.

Pengembang lokal memiliki peluang mengangkat kekayaan budaya Nusantara melalui cerita, karakter, latar permainan, serta berbagai unsur visual yang digunakan dalam gim.

Pemanfaatan identitas budaya tersebut dapat menjadi salah satu pembeda produk Indonesia di tengah persaingan industri gim global.

Pasar internasional yang telah dijangkau pengembang lokal menunjukkan adanya peluang untuk memperluas pengenalan budaya Indonesia melalui produk hiburan digital.

Namun, penguatan pasar domestik tetap menjadi tantangan mengingat sebagian besar pendapatan industri gim nasional masih dinikmati pengembang asing.

Dengan jumlah pemain yang diproyeksikan mencapai 174,4 juta orang pada 2027, Indonesia memiliki basis konsumen yang besar untuk mendukung pertumbuhan industri gim dalam negeri.

Penguatan kemampuan pengembangan produk, perluasan akses pendanaan, dan peningkatan kerja sama industri menjadi sejumlah faktor yang dapat membantu pengembang lokal memperbesar pangsa pasar.

Melalui penyelenggaraan IGDX dan berbagai upaya pengembangan ekosistem industri, gim buatan Indonesia memiliki kesempatan untuk meningkatkan daya saing di pasar domestik sekaligus memperluas jangkauan ke tingkat global.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026