
Pantau - Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi mengapresiasi komitmen PT Pertamina (Persero) dalam memperkuat pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat di seluruh Indonesia tetap terpenuhi.
Tulus menegaskan bahwa kepastian ketersediaan BBM merupakan salah satu hak mendasar konsumen karena kelangkaan bahan bakar dapat meningkatkan beban ekonomi masyarakat.
Menurutnya, gangguan pasokan tidak hanya berdampak pada harga bahan bakar, tetapi juga berpotensi menambah biaya transportasi dan logistik.
"Jika pasokan tidak ada kepastian, maka akan berdampak terhadap situasi mikro ekonomi masyarakat. Dalam hal ini masyarakat harus membeli BBM dengan produk yang lebih mahal plus harus menambah ongkos tambahan untuk biaya transportasi, biaya logistik, dan lain-lain," kata Tulus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Tulus Abadi Nilai Kepastian Pasokan BBM Jadi Hak Konsumen
Tulus mengatakan ketersediaan BBM yang terjaga memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia menilai Pertamina memiliki pengalaman dan kapasitas dalam mengelola pasokan serta distribusi bahan bakar di Indonesia.
Menurutnya, kepastian pasokan perlu menjadi perhatian karena masyarakat bergantung pada BBM untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.
Ketika pasokan terganggu, konsumen berpotensi menghadapi tambahan pengeluaran akibat harus mencari bahan bakar dengan harga lebih tinggi.
Gangguan distribusi juga dapat berdampak pada biaya transportasi dan kegiatan logistik yang membutuhkan bahan bakar secara berkelanjutan.
Karena itu, Tulus mengapresiasi langkah Pertamina dalam memperkuat ketersediaan BBM bagi masyarakat.
Perbedaan Harga BBM Subsidi dan Nonsubsidi Perlu Diantisipasi
Selain menjaga ketersediaan bahan bakar, Tulus mengingatkan pentingnya langkah mitigasi terhadap perubahan perilaku konsumen.
Menurutnya, kesenjangan harga antara BBM bersubsidi dan nonsubsidi dapat memengaruhi keputusan masyarakat dalam memilih jenis bahan bakar.
Perbedaan harga tersebut berpotensi mendorong perpindahan pengguna dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.
Perubahan pola konsumsi itu perlu diperhitungkan dalam upaya menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat.
Tulus menilai penguatan mitigasi menjadi langkah penting untuk mengantisipasi perubahan permintaan BBM di lapangan.
Ia juga mendorong keterlibatan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung upaya normalisasi pasokan apabila terjadi gangguan.
Koordinasi lintas pihak dinilai diperlukan agar penanganan persoalan distribusi dapat dilakukan secara lebih cepat.
Masyarakat Diingatkan Tidak Melakukan Pembelian BBM Berlebihan
Tulus turut mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan karena kekhawatiran terhadap kemungkinan kelangkaan.
Menurutnya, perilaku membeli bahan bakar dalam jumlah tidak wajar justru dapat mengganggu stabilitas pasokan.
Ia menekankan bahwa masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk membantu menjaga kelancaran distribusi BBM.
"Masyarakat juga punya tanggungjawab untuk menjaga stabilitas dan keandalan pasokan BBM, dan tidak perlu melakukan tindakan panic buying. Sebab tindakan panic buying justru bisa memicu keadaan semakin distortif, bahkan chaos," ujarnya.
Tulus berharap konsumen tetap melakukan pembelian sesuai kebutuhan agar distribusi bahan bakar dapat berjalan dengan baik.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan BBM di masyarakat.
Pertamina Perkuat Distribusi dan Operasional SPBU
Sebelumnya, Pertamina menyampaikan komitmen untuk terus memperkuat pasokan dan distribusi BBM di seluruh Indonesia.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi melalui jaringan distribusi yang tersedia.
Salah satu upaya yang dilakukan perusahaan adalah menambah pasokan bahan bakar sesuai kebutuhan.
Pertamina juga memperkuat kegiatan operasional stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk mendukung pelayanan kepada konsumen.
Selain itu, perusahaan menyiapkan layanan tambahan berdasarkan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Penguatan pasokan, operasional SPBU, dan layanan tambahan tersebut menjadi bagian dari langkah Pertamina menjaga kelancaran distribusi BBM kepada masyarakat.
Tulus menilai komitmen tersebut penting untuk melindungi konsumen dari dampak ekonomi yang dapat muncul akibat ketidakpastian ketersediaan bahan bakar.
- Penulis :
- Aditya Yohan




