
Pantau - Dewan Energi Nasional (DEN) membuka peluang pemanfaatan energi nuklir melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sebagai salah satu pilihan untuk memperkuat keandalan pasokan listrik nasional sekaligus mendukung diversifikasi sumber energi di Indonesia.
Anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan, Unggul Priyanto, menyampaikan bahwa energi nuklir mulai dipertimbangkan sebagai bagian dari pengembangan pembangkit listrik nasional pada masa mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan Unggul seusai pembukaan kegiatan Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional yang diselenggarakan DEN bekerja sama dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Fakultas Teknik Unsoed, Blater, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (27/10/2026).
Unggul menjelaskan bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir memiliki kemampuan menghasilkan listrik secara stabil dengan faktor kapasitas tinggi sehingga berpotensi menjadi salah satu sumber energi andalan dalam bauran energi nasional.
"Ke depan kita sudah berpikir mau menggunakan PLTN. Nuklir itu sangat andal," kata Unggul.
PLTN Dinilai Lebih Andal dengan Faktor Kapasitas di Atas 95 Persen
Unggul mengungkapkan bahwa salah satu keunggulan pembangkit listrik tenaga nuklir terletak pada kemampuannya beroperasi dalam jangka waktu panjang tanpa memerlukan pengisian ulang bahan bakar sesering pembangkit listrik berbahan bakar batu bara.
Menurutnya, pengisian ulang bahan bakar nuklir umumnya dapat dilakukan dalam rentang sekitar satu setengah hingga dua tahun, bergantung pada desain reaktor dan pola pengoperasian pembangkit.
Selain memiliki interval pengisian ulang bahan bakar yang panjang, PLTN dinilai mampu menghasilkan listrik secara berkelanjutan dengan tingkat pemanfaatan kapasitas pembangkit yang tinggi.
Unggul menyebutkan bahwa faktor kapasitas pembangkit nuklir dapat mencapai lebih dari 95 persen, lebih tinggi dibandingkan sejumlah sumber pembangkit listrik lainnya.
"Kapasitas pembangkit nuklir dapat mencapai lebih dari 95 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan batu bara yang sekitar 80 persen, tenaga air sekitar 30 persen, dan tenaga surya sekitar 17 persen," katanya.
Perbandingan tersebut disampaikan untuk menggambarkan potensi pembangkit nuklir dalam mendukung kebutuhan listrik yang memerlukan pasokan stabil dan berkelanjutan.
Unggul menilai keandalan pasokan listrik menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan pilihan sumber energi untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional yang terus berkembang.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tidak ada satu sumber energi yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan energi Indonesia secara mandiri.
Karena itu, pemanfaatan energi nuklir perlu ditempatkan sebagai bagian dari bauran energi nasional bersama sumber energi lainnya, termasuk tenaga surya, tenaga air, dan batu bara.
Pendekatan tersebut memungkinkan setiap sumber energi dimanfaatkan berdasarkan karakteristik, kemampuan, dan kontribusinya terhadap keandalan sistem kelistrikan nasional.
DEN Dorong Sosialisasi Energi Nuklir kepada Masyarakat dan Akademisi
Selain membahas potensi pembangkit nuklir, Unggul menjelaskan bahwa DEN memiliki peran dalam perencanaan dan pengawasan pelaksanaan kebijakan energi nasional.
DEN juga bertugas memberikan rekomendasi kepada pemerintah mengenai arah pengembangan dan pemanfaatan berbagai sumber energi untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Dalam konteks pengembangan energi nuklir, DEN memandang peningkatan pemahaman masyarakat sebagai salah satu langkah penting sebelum pembahasan mengenai pilihan sumber energi dilakukan secara lebih luas.
Menurut Unggul, masyarakat dan kalangan akademisi perlu memperoleh informasi yang memadai mengenai karakteristik, keunggulan, serta peran masing-masing sumber energi dalam sistem kelistrikan.
"Pemahaman mengenai berbagai pilihan energi perlu diperluas melalui sosialisasi kepada masyarakat dan kalangan akademisi agar pembahasan kebijakan energi nasional dapat berlangsung berdasarkan informasi yang memadai," kata Unggul.
Kegiatan Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional yang melibatkan Unsoed menjadi salah satu upaya DEN untuk memperluas pemahaman mengenai arah kebijakan energi Indonesia, termasuk peluang pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir.
Melalui keterlibatan perguruan tinggi, pembahasan mengenai kebijakan energi diharapkan dapat menjangkau kalangan akademisi sekaligus memperkenalkan berbagai pilihan teknologi pembangkit listrik.
DEN menempatkan peluang pemanfaatan energi nuklir sebagai bagian dari pembahasan diversifikasi sumber energi nasional, bukan sebagai pengganti seluruh sumber energi yang telah digunakan.
Dengan demikian, pengembangan PLTN menjadi salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan pemerintah dalam memperkuat keandalan pasokan listrik nasional dengan tetap memperhatikan kontribusi sumber energi lainnya.
- Penulis :
- Leon Weldrick




