HOME  ⁄  Ekonomi

BP BUMN Dorong Reaktivasi Jalur Kereta Api Sumbar untuk Angkutan Logistik, DPR Minta Diperluas hingga Sijunjung

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

BP BUMN Dorong Reaktivasi Jalur Kereta Api Sumbar untuk Angkutan Logistik, DPR Minta Diperluas hingga Sijunjung
Foto: Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria sambutan pada Pencanangan Reaktivasi Jalur Kereta Api di Sumbar yang dilaksanakan di Stasiun Kereta Api Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa 27/10/2026 (sumber: ANTARA/Aadiaat M. S)

Pantau - Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, berharap reaktivasi jalur kereta api di Sumatera Barat (Sumbar) dapat memperkuat distribusi logistik, meningkatkan konektivitas antardaerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengangkutan komoditas pertanian dan pertambangan.

Dony menyampaikan bahwa pengaktifan kembali jalur kereta api tidak hanya bertujuan meningkatkan layanan transportasi penumpang, tetapi juga mendukung kelancaran distribusi berbagai hasil produksi daerah.

"Jalur kereta api yang diaktifkan diharapkan bisa membawa dampak ke logistik juga, membawa hasil pertanian dan pertambangan dengan kereta api," kata Dony Oskaria saat Pencanangan Reaktivasi Jalur Kereta Api di Stasiun Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa.

Menurutnya, pemanfaatan kereta api sebagai moda angkutan barang diharapkan dapat memberikan alternatif distribusi bagi pelaku usaha sekaligus memperkuat hubungan ekonomi antarwilayah di Sumatera Barat.

Program reaktivasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pembangunan infrastruktur transportasi di luar Pulau Jawa.

Reaktivasi Jalur Kereta Api Sumbar Membutuhkan Dukungan Masyarakat

Dony menegaskan bahwa keberhasilan reaktivasi jalur kereta api membutuhkan dukungan dan kerja sama pemerintah daerah, pemangku kepentingan, serta masyarakat yang tinggal di sekitar jalur rel.

Salah satu tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program tersebut adalah keberadaan rumah warga yang telah dibangun di atas jalur kereta api yang direncanakan kembali beroperasi.

Kondisi tersebut membutuhkan sosialisasi dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat agar proses reaktivasi dapat berlangsung lancar.

Dukungan masyarakat dinilai penting untuk memastikan pengaktifan kembali jalur kereta api dapat terlaksana dan manfaatnya segera dirasakan oleh pelaku usaha maupun masyarakat umum.

Dony juga menjelaskan bahwa reaktivasi jalur kereta api tidak hanya direncanakan di Sumatera Barat, tetapi turut menyasar sejumlah wilayah lainnya di Indonesia.

Salah satu rencana pengembangan tersebut adalah pengaktifan kembali jalur kereta api yang menghubungkan Aceh dengan Medan, Sumatera Utara.

Menurut Dony, program tersebut merupakan permintaan Presiden agar pembangunan konektivitas dan peningkatan layanan transportasi kereta api tidak hanya berpusat di Pulau Jawa.

Pemerintah menginginkan pemerataan infrastruktur transportasi sehingga masyarakat di berbagai daerah memiliki akses konektivitas yang lebih baik.

DPR Minta Jalur Kereta Api Diperluas hingga Kabupaten Sijunjung

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, meminta pemerintah memperluas cakupan reaktivasi jalur kereta api di Sumatera Barat hingga menjangkau Kabupaten Sijunjung.

Andre menilai pengaktifan kembali jalur kereta api sebaiknya tidak berhenti pada lintasan Kayu Tanam di Kabupaten Padang Pariaman menuju Sawahlunto, tetapi juga diteruskan hingga Sijunjung.

Perluasan tersebut dinilai penting untuk mendukung pengangkutan komoditas unggulan daerah menuju Pelabuhan Teluk Bayur.

Menurut Andre, keberadaan layanan angkutan barang menggunakan kereta api dapat menjadi alternatif bagi truk yang selama ini mengangkut hasil produksi dari Sijunjung dan wilayah sekitarnya melalui jalan raya.

"Truk-truk membawa batu bara dan CPO naik di Sijunjung ke Teluk Bayur," tambahnya.

Komoditas batu bara dan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) menjadi salah satu jenis barang yang diharapkan dapat diangkut menggunakan kereta api menuju Pelabuhan Teluk Bayur.

Andre menilai pengalihan sebagian angkutan logistik dari truk ke kereta api berpotensi mengurangi beban kendaraan berat di jalan raya.

Pengurangan lalu lintas kendaraan berat tersebut diharapkan dapat membantu memperlambat kerusakan infrastruktur jalan akibat aktivitas pengangkutan barang.

Selain itu, pemanfaatan kereta api untuk distribusi logistik dinilai dapat mendukung penyesuaian terhadap ketentuan peraturan lalu lintas baru yang akan diterapkan.

Reaktivasi Kereta Api Sumbar Direncanakan Berlangsung Dua Tahap

Andre menjelaskan bahwa reaktivasi jalur kereta api di Sumatera Barat direncanakan berlangsung secara bertahap dengan menghubungkan sejumlah wilayah yang memiliki potensi ekonomi dan kebutuhan transportasi.

Pada tahap pertama, reaktivasi dimulai dari Kayu Tanam di Kabupaten Padang Pariaman, kemudian dilanjutkan menuju Padang Panjang, Solok, hingga Sawahlunto.

Pengaktifan kembali lintasan tersebut diharapkan dapat memperkuat mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar distribusi barang antardaerah.

Sementara itu, tahap kedua direncanakan menghubungkan Padang Panjang dengan Bukittinggi, Payakumbuh, hingga kawasan perbatasan Kabupaten Limapuluh Kota dengan Provinsi Riau.

Pengembangan lintasan tersebut diharapkan dapat memperluas jaringan transportasi kereta api di Sumatera Barat dan memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada transportasi jalan raya.

Dengan jaringan kereta api yang semakin luas, pemerintah diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antardaerah sekaligus mendukung aktivitas perdagangan dan distribusi komoditas unggulan.

Reaktivasi Kereta Api Diharapkan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sumbar

Andre berharap program reaktivasi jalur kereta api dapat berjalan beriringan dengan pembangunan jalan tol dan penguatan infrastruktur transportasi lainnya di Sumatera Barat.

Menurutnya, integrasi pembangunan infrastruktur transportasi menjadi salah satu langkah penting untuk memperlancar pergerakan barang dan masyarakat.

Keberadaan jalur kereta api yang terhubung dengan kawasan produksi dan pelabuhan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi distribusi komoditas pertanian maupun pertambangan.

Selain mendukung aktivitas logistik, pengembangan jaringan transportasi juga diharapkan mampu memperluas akses perdagangan dan membuka peluang kegiatan ekonomi baru di berbagai wilayah.

Andre menilai pembangunan konektivitas melalui reaktivasi kereta api, pengembangan jalan tol, dan infrastruktur pendukung lainnya diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang menurutnya masih tergolong lemah.

Melalui program reaktivasi tersebut, pemerintah berharap layanan kereta api di Sumatera Barat dapat kembali berperan sebagai sarana transportasi masyarakat sekaligus menjadi tulang punggung distribusi logistik dan penggerak perekonomian daerah.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026