HOME  ⁄  Ekonomi

MSIG Life Catat Laba Bersih Rp181 Miliar pada Semester I 2026, Perkuat Modal dan Strategi Pertumbuhan hingga 2030

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

MSIG Life Catat Laba Bersih Rp181 Miliar pada Semester I 2026, Perkuat Modal dan Strategi Pertumbuhan hingga 2030
Foto: (Sumber :CEO & Presiden Direktur MSIG Life Wianto Chen ketiga kanan) bersama sejumlah direksi MSIG Life saat memaparkan kinerja perusahaan. ANTARA/HO-MSIG Life.)

Pantau - PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life) mencatat laba bersih sebesar Rp181 miliar pada semester pertama 2026, didukung pertumbuhan premi bisnis baru, penguatan pengelolaan risiko, serta kondisi permodalan yang dinilai menjadi landasan perusahaan untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan hingga 2030.

CEO dan Presiden Direktur MSIG Life Wianto Chen mengatakan perusahaan menunjukkan penguatan sejumlah indikator keuangan sepanjang 2025 hingga enam bulan pertama 2026.

"Dengan fundamental yang kokoh, MSIG Life siap mempercepat pertumbuhan berkualitas serta penciptaan nilai jangka panjang bagi nasabah, mitra, dan pemegang saham menuju 2030," kata Wianto dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Menurutnya, peningkatan kinerja tersebut dicapai di tengah tekanan inflasi medis dan kondisi pasar keuangan yang berfluktuasi.

Premi Bisnis Baru MSIG Life Tumbuh Melampaui Industri Asuransi

Wianto menjelaskan bahwa pendapatan premi bisnis baru yang disetahunkan atau Annualized Premium Equivalent (APE) MSIG Life tumbuh 12 persen sepanjang 2025.

Pertumbuhan tersebut melampaui kinerja industri asuransi yang mengalami kontraksi sebesar 2 persen pada periode yang sama.

Pada semester pertama 2026, APE perusahaan kembali meningkat 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, pertumbuhan APE industri asuransi pada semester pertama 2026 tercatat sebesar 2 persen secara tahunan.

Perusahaan juga membukukan Contractual Service Margin (CSM) sebesar Rp913 miliar pada periode Januari hingga Juni 2026, meningkat 8 persen.

CSM merupakan indikator yang menggambarkan keuntungan masa depan dari kontrak asuransi yang masih berjalan dan akan diakui secara bertahap selama masa pertanggungan.

"Rencana jangka menengah 2020 hingga 2025 menjadikan MSIG Life perusahaan yang semakin tangguh, bertumbuh, dan laba berkelanjutan, termasuk sepanjang semester pertama 2026 di tengah tingginya inflasi medis serta volatilitas pasar keuangan," ujarnya.

Laba Bersih Naik 69 Persen dan Rasio Klaim Membaik

Selain mencatat laba bersih Rp181 miliar pada semester pertama 2026, MSIG Life melaporkan pertumbuhan laba bersih sebesar 69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Wianto mengatakan peningkatan tersebut turut didukung perbaikan rasio klaim kesehatan dan meninggal dunia sebesar delapan poin secara tahunan.

Perbaikan rasio klaim tersebut didorong oleh penguatan proses seleksi risiko atau underwriting, tata kelola klaim, serta penerapan manajemen risiko berbasis data.

Di sisi investasi, hasil investasi dari produk non-unit link tumbuh 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan hasil investasi tersebut didukung strategi diversifikasi penempatan dana pada instrumen domestik maupun global.

"Pertumbuhan tersebut kami dorong melalui tiga strategi utama: penguatan jalur distribusi, efisiensi dan peningkatan pengalaman nasabah, serta penguatan tata kelola," kata Wianto.

Ketiga strategi tersebut menjadi fokus perusahaan dalam memperkuat kinerja operasional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah.

Ekuitas MSIG Life Capai Rp8,19 Triliun, RBC Jauh di Atas Batas Minimum

MSIG Life juga melaporkan posisi permodalan dengan ekuitas sebesar Rp8,19 triliun.

Nilai tersebut berada di atas ketentuan modal minimum tertinggi bagi perusahaan asuransi sebesar Rp1 triliun sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 23 Tahun 2023.

Berdasarkan ketentuan tersebut, batas minimum ekuitas sebesar Rp1 triliun wajib dipenuhi paling lambat pada 31 Desember 2028.

Sementara itu, rasio solvabilitas atau Risk-Based Capital (RBC) MSIG Life tercatat sebesar 1.381,6 persen.

Angka tersebut jauh melampaui batas minimum RBC yang ditetapkan regulator sebesar 120 persen.

Posisi ekuitas dan rasio solvabilitas tersebut menjadi bagian dari indikator yang digunakan perusahaan untuk menunjukkan kemampuan keuangannya dalam mendukung kewajiban kepada pemegang polis.

Jumlah Tertanggung Capai Satu Juta, Premi Lanjutan Naik 27 Persen

Di luar kinerja keuangan, MSIG Life mencatat sekitar satu juta tertanggung telah mempercayakan perlindungan asuransinya kepada perusahaan hingga Juni 2026.

Perusahaan juga membukukan pertumbuhan premi lanjutan sebesar 27 persen secara tahunan pada semester pertama 2026.

Capaian tersebut berbanding terbalik dengan kondisi industri asuransi yang mencatat penurunan premi lanjutan sekitar 6 persen pada periode yang sama.

Pertumbuhan premi lanjutan menjadi salah satu indikator keberlangsungan pembayaran premi dari nasabah yang telah memiliki polis.

Dari sisi sumber daya manusia, tingkat keterlibatan karyawan MSIG Life tercatat sebesar 87 persen berdasarkan Employee Voice Survey 2025.

Perusahaan menyebut hasil survei tersebut berada di atas rata-rata tingkat keterlibatan karyawan pada perusahaan asuransi global.

Sementara itu, dalam bidang tata kelola perusahaan, MSIG Life memperoleh predikat Trusted Company pada Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2025.

Penghargaan tersebut diberikan oleh lembaga independen The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG).

MSIG Life menyatakan akan melanjutkan penguatan distribusi, efisiensi operasional, pengalaman nasabah, serta tata kelola perusahaan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan dan penciptaan nilai jangka panjang menuju 2030.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026