HOME  ⁄  Ekonomi

Disperin Kalsel Petakan Hambatan Investasi dan Dorong Hilirisasi Industri untuk Perkuat Ekonomi Bumi Antasari

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Disperin Kalsel Petakan Hambatan Investasi dan Dorong Hilirisasi Industri untuk Perkuat Ekonomi Bumi Antasari
Foto: (Sumber :Disperin Kalsel identifikasi kendala investasi di 'Bumi Antasari'. ANTARA-HO/MC-Diskominfokalsel.)

Pantau - Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Kalimantan Selatan mengidentifikasi berbagai hambatan investasi dan memetakan peluang pengembangan industri melalui diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) guna meningkatkan daya saing ekonomi daerah serta memperkuat posisi Kalsel sebagai Gerbang Logistik Kalimantan.

Kegiatan bertajuk Potensi Peluang Investasi Sektor Industri tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi investasi yang efektif dan berkelanjutan.

Kepala Bidang Kerja Sama, Pengawasan, Promosi dan Investasi Industri Disperin Kalsel Hasan mengatakan penguatan investasi merupakan bagian dari pelaksanaan program Kalsel Bekerja, yakni Berkelanjutan, Berbudaya, Religius, dan Sejahtera.

“Melalui FGD ini, kita ingin mengidentifikasi berbagai hambatan investasi yang dihadapi pelaku usaha maupun pemerintah daerah, memetakan peluang proyek investasi yang efektif, inklusif, dan berkelanjutan, serta merumuskan strategi investasi industri Kalimantan Selatan yang tepat sasaran dan berdaya saing,” kata Hasan di Banjarmasin, Kamis (29/10/2026).

Hilirisasi Sawit dan Mineral Jadi Peluang Investasi Kalsel

Hasan menjelaskan bahwa Kalimantan Selatan memiliki potensi sumber daya alam dan komoditas unggulan yang dapat dikembangkan menjadi produk industri bernilai tambah.

Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang investasi besar adalah industri pengolahan kelapa sawit.

Hilirisasi minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dapat diarahkan untuk menghasilkan produk turunan seperti minyak goreng, oleokimia, dan biodiesel.

Pengembangan industri tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas sekaligus memperkuat struktur industri daerah.

Selain kelapa sawit, komoditas karet, kelapa, dan berbagai produk pangan lokal juga memiliki peluang untuk dikembangkan melalui industri pengolahan.

Sektor pertambangan dan mineral turut menjadi perhatian melalui diversifikasi produk dan pemanfaatan teknologi pengolahan yang lebih efisien.

Menurut Hasan, penguatan hilirisasi diperlukan agar Kalimantan Selatan tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari proses pengolahan.

Industri Halal dan Logistik Masuk Prioritas Pengembangan

Disperin Kalsel juga mengidentifikasi peluang investasi pada industri halal yang mencakup makanan, minuman, kosmetik, dan farmasi.

Ketersediaan bahan baku lokal dinilai dapat mendukung pengembangan kawasan industri halal dan memperluas pasar produk daerah.

Penguatan sektor tersebut sejalan dengan misi pemerintah provinsi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, merata, dan berbasis syariah.

Selain industri halal, Kalimantan Selatan memiliki prospek pengembangan industri manufaktur ringan, perakitan, pengemasan, perkapalan, serta layanan logistik terpadu.

Peluang tersebut berkaitan dengan arah pembangunan provinsi sebagai Gerbang Logistik Kalimantan.

Pengembangan sektor logistik diharapkan dapat memperkuat keterhubungan industri daerah dengan rantai pasok nasional.

Industri Kreatif Lokal Didorong Masuk Rantai Pasok

Hasan mengatakan industri kecil dan menengah (IKM) berbasis kearifan lokal juga perlu mendapat perhatian dalam strategi pengembangan investasi.

Produk unggulan daerah seperti kain Sasirangan, kerajinan anyaman, dan olahan pangan khas Banua memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Penguatan kapasitas produksi dan keterhubungan dengan jaringan industri dinilai penting agar pelaku IKM dapat meningkatkan daya saing.

Menurutnya, pengembangan industri besar dan kecil perlu dilakukan secara terintegrasi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Upaya tersebut juga diharapkan dapat membuka kesempatan kerja dan meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Disperin Kalsel Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Hasan menegaskan bahwa peningkatan investasi industri tidak dapat dilakukan oleh satu instansi pemerintah saja.

Pengembangan sektor industri membutuhkan keterlibatan Disperin, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kamar Dagang dan Industri (KADIN), serta asosiasi usaha.

Asosiasi seperti Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan pengelola kawasan industri juga diharapkan berperan dalam mendukung pengembangan proyek investasi.

“Investasi industri membutuhkan kerja bersama atau superteam. Karena itu, forum ini diharapkan menjadi ruang untuk menyamakan persepsi, menyelaraskan kepentingan, dan membangun komitmen bersama dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kalimantan Selatan,” katanya.

Menurut Hasan, kerja sama tersebut diperlukan untuk menyelaraskan kebutuhan pelaku usaha dengan kebijakan pemerintah daerah.

Hasil Diskusi Ditargetkan Jadi Peta Jalan Investasi

Disperin Kalsel berharap hasil FGD dapat ditindaklanjuti menjadi peta jalan atau roadmap pengembangan investasi industri yang konkret dan terukur.

Peta jalan tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan program investasi yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah.

Hasan menekankan bahwa rekomendasi hasil diskusi perlu diarahkan pada langkah pelaksanaan yang memiliki sasaran dan hasil yang jelas.

Melalui perencanaan yang terarah, pemerintah provinsi menargetkan penguatan hilirisasi komoditas, peningkatan daya saing industri, serta perluasan kesempatan kerja.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Kalsel Bekerja menuju Gerbang Logistik Kalimantan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026