HOME  ⁄  Ekonomi

MIND ID Perkuat Rantai Pasok Mineral untuk Industri Teknologi Tinggi, Investasi Ditargetkan Rp542 Triliun

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

MIND ID Perkuat Rantai Pasok Mineral untuk Industri Teknologi Tinggi, Investasi Ditargetkan Rp542 Triliun
Foto: Chief Technology Officer (CTO) Danantara Indonesia Sigit Puji Santosa memberikan keterangan kepada wartawan (sumber: ANTARA/Aria Ananda)

Pantau - Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, tengah menyiapkan penguatan rantai pasok mineral nasional untuk mendukung pengembangan industri berteknologi tinggi, mulai dari kendaraan listrik, infrastruktur energi, hingga industri penerbangan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia melalui pengembangan industri pengolahan lanjutan dan manufaktur yang mampu menghasilkan komponen berteknologi tinggi.

Chief Technology Officer (CTO) Danantara Indonesia, Sigit Puji Santosa, menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan investasi sebesar 20 miliar hingga 30 miliar dolar Amerika Serikat (AS), atau sekitar Rp361,4 triliun hingga Rp542,1 triliun, dalam tiga tahun mendatang.

Target investasi tersebut diarahkan untuk mendukung sejumlah proyek industri prioritas nasional, khususnya sektor mineral, material maju, dan semikonduktor.

Pernyataan itu disampaikan Sigit melalui keterangan yang diterima di Denpasar, Bali, Kamis (29/10/2026).

“Dari sejumlah sektor tersebut, mineral, material maju, dan semikonduktor sebagai prioritas pengembangan karena memiliki potensi memberikan dampak ekonomi yang besar,” kata Sigit.

Danantara Prioritaskan Pengembangan Mineral, Material Maju, dan Semikonduktor

Sigit menjelaskan bahwa pengembangan industri strategis Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan ekstraksi sumber daya alam maupun pengolahan mineral pada tahap awal.

Menurutnya, Indonesia perlu membangun kemampuan teknologi dan manufaktur agar industri dalam negeri mampu menghasilkan komponen dengan tingkat kompleksitas lebih tinggi.

Kemampuan tersebut diperlukan untuk meningkatkan nilai ekonomi produk nasional sekaligus memperluas peran Indonesia dalam rantai pasok industri berteknologi tinggi.

Dalam pengembangan industri modern, penguasaan material maju menjadi salah satu faktor penting yang menghubungkan ketersediaan sumber daya mineral dengan kebutuhan sektor manufaktur.

Material maju memiliki peran dalam produksi komponen yang membutuhkan karakteristik dan spesifikasi teknis tertentu, termasuk untuk kendaraan listrik, infrastruktur energi, dan industri penerbangan.

Pengolahan mineral menjadi material industri juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas kerja sama teknologi dengan berbagai mitra investasi dan pelaku industri.

Selain memperkuat kerja sama, pengembangan industri material maju diharapkan meningkatkan kompetensi tenaga kerja nasional melalui penguasaan keterampilan dan proses produksi yang lebih kompleks.

Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat penguasaan teknologi produksi dalam negeri agar Indonesia tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan mentah maupun produk hasil pengolahan awal.

Rosan Dorong Hilirisasi Berlanjut ke Penguasaan Teknologi

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menilai capaian investasi hilirisasi perlu dimanfaatkan sebagai landasan untuk memperkuat kemampuan teknologi dan manufaktur nasional.

Menurut Rosan, keberhasilan Indonesia menarik investasi di sektor hilirisasi harus dilanjutkan dengan pengembangan industri yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi.

Transformasi tersebut membutuhkan kolaborasi dengan mitra investasi yang tidak hanya menyediakan modal, tetapi juga mendukung transfer teknologi dan peningkatan kemampuan produksi nasional.

Kerja sama investasi diharapkan membantu industri Indonesia mengembangkan kemampuan untuk merancang, memproduksi, serta menyempurnakan berbagai produk berteknologi tinggi.

“Yakni beralih dari sekadar mengolah sumber daya menjadi merancang, membuat, dan menyempurnakan produk-produk masa depan,” kata Rosan.

Rosan menilai perubahan tersebut penting agar Indonesia dapat bergerak dari kegiatan pengolahan sumber daya alam menuju pengembangan produk industri yang membutuhkan penguasaan teknologi dan inovasi.

Dengan demikian, pengembangan hilirisasi tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas pengolahan mineral, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemampuan manufaktur nasional.

Investasi Hilirisasi Indonesia Capai Lebih dari 32 Miliar Dolar AS

Peluang transformasi industri nasional turut didukung oleh meningkatnya kontribusi investasi hilirisasi terhadap keseluruhan realisasi investasi di Indonesia.

Sepanjang 2025, nilai investasi hilirisasi nasional tercatat mencapai lebih dari 32 miliar dolar AS atau sekitar 30 persen dari total investasi nasional.

Kontribusi tersebut meningkat dibandingkan 2024, ketika investasi hilirisasi menyumbang sekitar 24 persen dari keseluruhan realisasi investasi.

Hingga September 2026, kontribusi investasi hilirisasi kembali meningkat menjadi sekitar 31 persen dari total investasi nasional.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran sektor pengolahan sumber daya alam dalam struktur investasi Indonesia selama beberapa tahun terakhir.

Capaian investasi hilirisasi juga membuka peluang untuk memperluas pengembangan sektor manufaktur berbasis teknologi, termasuk industri material maju dan komponen berteknologi tinggi.

Investasi pada sektor tersebut diharapkan dapat mendukung penguatan kapasitas produksi nasional sekaligus memperluas keterlibatan industri dalam negeri pada rantai pasok global.

MIND ID Perkuat Kolaborasi Industri melalui DTIIF 2026

Dalam mendukung transformasi industri nasional, Grup MIND ID turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan DTIIF 2026 sebagai forum kolaborasi investasi, inovasi, dan teknologi.

Forum tersebut menjadi sarana untuk memperkuat keterkaitan antara sektor pertambangan, pengolahan mineral, dan industri manufaktur nasional.

Melalui kegiatan itu, MIND ID mendukung perluasan kolaborasi yang menghubungkan ketersediaan bahan baku mineral dengan kebutuhan pengembangan industri berbasis teknologi.

Ketersediaan mineral strategis di dalam negeri menjadi salah satu modal awal bagi Indonesia untuk membangun rantai pasok industri yang lebih terintegrasi.

Rantai pasok tersebut mencakup berbagai tahapan, mulai dari penyediaan bahan baku mineral, pemurnian, pengolahan lanjutan, hingga pemanfaatannya dalam produksi komponen industri.

Integrasi dari sektor hulu hingga hilir diharapkan meningkatkan nilai ekonomi sumber daya mineral Indonesia melalui pengembangan produk dengan tingkat pengolahan lebih lanjut.

Selain meningkatkan nilai tambah mineral, penguatan rantai pasok juga berpotensi mendorong pertumbuhan industri pendukung yang terlibat dalam proses produksi dan penyediaan komponen.

Pengembangan industri berteknologi tinggi tersebut diharapkan turut menciptakan kebutuhan tenaga kerja terampil dengan kompetensi yang sesuai dengan perkembangan teknologi manufaktur.

Hilirisasi Mineral Didorong Hasilkan Produk Bernilai Tambah Tinggi

MIND ID memandang penguatan hubungan antara industri pertambangan dan manufaktur sebagai bagian penting dalam mendukung pemanfaatan sumber daya mineral secara lebih produktif.

Pengembangan rantai pasok mineral nasional diarahkan agar Indonesia memiliki kemampuan lebih besar dalam memenuhi kebutuhan bahan baku dan komponen bagi industri strategis.

Dalam konteks tersebut, keberhasilan hilirisasi pada masa mendatang tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk atau peningkatan kapasitas fasilitas pemurnian mineral seperti smelter.

Keberhasilan hilirisasi juga perlu dilihat dari kemampuan industri nasional mengembangkan teknologi, menguasai proses produksi, dan menghasilkan produk manufaktur bernilai tambah lebih tinggi.

Penguasaan teknologi serta kemampuan memproduksi komponen industri menjadi faktor penting agar manfaat ekonomi kekayaan mineral Indonesia tidak berhenti pada kegiatan ekstraksi dan pemurnian.

Melalui pengembangan material maju, semikonduktor, serta berbagai industri strategis lainnya, Indonesia diharapkan dapat memperluas perannya dalam rantai pasok industri teknologi tinggi.

Penguatan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan pertambangan, mitra investasi, dan pelaku manufaktur menjadi salah satu langkah yang diperlukan untuk mendukung transformasi tersebut.

MIND ID bersama Danantara Indonesia terus mendorong pengembangan rantai pasok mineral nasional yang lebih terintegrasi agar sumber daya alam Indonesia dapat mendukung industri kendaraan listrik, energi, penerbangan, dan sektor manufaktur berteknologi tinggi dengan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian nasional.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026