HOME  ⁄  Ekonomi

Peneliti IPB University Ciptakan Rendang Domba Premium Tahan Tiga Tahun, Gunakan Teknologi Genetik SheepLight

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Peneliti IPB University Ciptakan Rendang Domba Premium Tahan Tiga Tahun, Gunakan Teknologi Genetik SheepLight
Foto: (Sumber :Kemasan rendang domba premium hasil pengembangan tim peneliti IPB University. ANTARA/HO-Humas IPB..)

Pantau - Tim peneliti Fakultas Peternakan IPB University mengembangkan rendang domba premium yang mampu bertahan hingga tiga tahun pada suhu ruang melalui penerapan teknologi seleksi genetik SheepLight serta proses pengalengan dan sterilisasi termal.

Inovasi tersebut dikembangkan untuk menghasilkan produk daging domba yang lebih empuk, memiliki aroma khas yang lebih rendah, serta menawarkan profil asam lemak yang lebih baik.

Peneliti IPB University sekaligus inovator rendang domba premium, Prof Asep Gunawan, mengatakan pengembangan produk tersebut berawal dari penelitian bersama tim Fakultas Peternakan pada 2016.

Penelitian kemudian terus dikembangkan untuk menjawab tantangan kualitas daging domba sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil peternakan.

Teknologi SheepLight Digunakan untuk Seleksi Domba Premium

Asep menjelaskan bahwa salah satu tantangan dalam meningkatkan konsumsi daging domba adalah persepsi konsumen mengenai aroma yang kuat, tekstur alot, serta kandungan lemak dan kolesterol.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, tim peneliti menerapkan teknologi SheepLight dalam proses seleksi ternak.

“Untuk menjawab tantangan tersebut, tim menggunakan teknologi SheepLight berbasis loop-mediated isothermal amplification (LAMP) untuk mendeteksi penanda genetik dalam seleksi domba premium," kata Asep dalam keterangannya di Bogor, Jumat (30/10/2026).

Teknologi tersebut digunakan untuk mengidentifikasi penanda genetik yang berkaitan dengan kualitas daging domba.

Melalui pendekatan ini, tim peneliti menargetkan produksi daging yang lebih empuk, beraroma lebih rendah, dan memiliki komposisi asam lemak lebih baik.

Rendang dipilih sebagai produk olahan karena telah dikenal di berbagai negara dan memiliki identitas kuliner Indonesia yang kuat.

Rendang Domba Bisa Disimpan Tiga Tahun Tanpa Pendingin

Selain seleksi ternak, tim IPB University mengembangkan metode pengolahan untuk memperpanjang masa simpan rendang domba premium.

Asep menjelaskan bahwa proses pengalengan dikombinasikan dengan sterilisasi termal agar produk dapat disimpan dalam waktu lama.

Tahapan produksi dimulai dari pemilihan bahan baku, persiapan daging, pengolahan menggunakan bumbu rendang, hingga pengisian produk ke dalam kaleng.

Kemasan kemudian ditutup secara hermetis atau kedap udara sebelum menjalani proses sterilisasi.

Sterilisasi dilakukan menggunakan mesin retort dengan kombinasi suhu dan waktu yang disesuaikan dengan kebutuhan pengolahan.

Melalui proses tersebut, rendang domba premium dikembangkan agar dapat disimpan hingga tiga tahun pada suhu ruang tanpa memerlukan fasilitas pendingin.

Karakteristik ini membuka peluang distribusi ke berbagai wilayah, termasuk daerah dengan keterbatasan fasilitas penyimpanan dingin.

Pengembangan Domba Premium Libatkan Peternak di Tujuh Provinsi

Pengembangan rendang domba premium tidak hanya dilakukan di laboratorium, tetapi juga melibatkan kelompok peternak dan sejumlah pemangku kepentingan.

Kerja sama tersebut mencakup tujuh provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Jambi, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Timur.

Kolaborasi dilakukan melalui kegiatan pembibitan, seleksi ternak, pendampingan budi daya, serta penguatan manajemen pemeliharaan.

Keterlibatan peternak menjadi bagian dari upaya menghubungkan hasil penelitian dengan kegiatan produksi di sektor peternakan.

Asep berharap inovasi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi peternak sekaligus membuka peluang usaha melalui pengolahan produk pangan.

“Melalui rendang domba premium, kami ingin menunjukkan bahwa hasil penelitian pemuliaan ternak dapat memberikan nilai tambah ekonomi, membuka peluang pasar baru, meningkatkan kesejahteraan peternak, sekaligus memperkenalkan produk pangan inovatif Indonesia kepada dunia,” ungkap Prof Asep.

IPB University Jajaki Pasar Ekspor Rendang Domba Premium

Tim peneliti IPB University juga mulai menjajaki peluang pemasaran rendang domba premium ke luar negeri.

Pasar potensial yang menjadi perhatian meliputi komunitas diaspora Indonesia dan konsumen kuliner Asia.

Wilayah Asia Tenggara dan Timur Tengah termasuk kawasan yang dipertimbangkan untuk pengembangan pasar produk tersebut.

Menurut Asep, kemampuan produk bertahan lama tanpa pendingin menjadi salah satu faktor yang mendukung peluang distribusi lebih luas.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan penelitian tidak hanya diukur dari publikasi ilmiah atau teknologi yang dihasilkan, tetapi juga manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Melalui inovasi rendang domba premium, IPB University berupaya menghubungkan penelitian pemuliaan ternak, pengembangan industri pangan, dan peningkatan kesejahteraan peternak lokal.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026