HOME  ⁄  Ekonomi

OJK Catat 27,73 Juta Pembukaan Akun Keuangan Selama BIK 2026, Perluas Akses Perbankan hingga Fintech

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

OJK Catat 27,73 Juta Pembukaan Akun Keuangan Selama BIK 2026, Perluas Akses Perbankan hingga Fintech
Foto: (Sumber :Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono menyampaikan pidato dalam puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dan Financial Expo (FinExpo) 2026 di Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/10/2026). (ANTARA/HO-OJK).)

Pantau - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sebanyak 27,73 juta rekening atau akun keuangan dibuka selama pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026, mencakup layanan perbankan, pasar modal, asuransi, pembiayaan, pegadaian, dan teknologi finansial (fintech).

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya OJK bersama industri jasa keuangan untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan formal.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono menegaskan bahwa peningkatan akses harus diimbangi dengan literasi keuangan dan kepercayaan masyarakat.

OJK Rinci Pembukaan 27,73 Juta Akun Keuangan

Berdasarkan data OJK, pembukaan akun selama BIK 2026 mencakup 7,21 juta rekening perbankan dan 2,07 juta rekening pasar modal.

Selain itu, tercatat 5,38 juta polis asuransi dan 2,07 juta rekening perusahaan pembiayaan.

Pada sektor pegadaian, jumlah rekening yang dibuka mencapai 4,63 juta, sedangkan layanan fintech mencatat 5,87 juta akun.

OJK menyampaikan capaian tersebut dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Dicky mengatakan perluasan layanan keuangan tidak cukup hanya diukur berdasarkan jumlah rekening atau akun yang dibuka.

Menurutnya, masyarakat juga perlu memiliki pemahaman yang memadai agar dapat menggunakan produk keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan.

OJK Tekankan Kepercayaan dan Transparansi Industri Keuangan

Dicky menilai kepercayaan masyarakat merupakan faktor utama dalam menjaga keberlangsungan industri jasa keuangan.

“Industri keuangan itu kuncinya cuma satu, kalau masyarakat percaya,” kata Dicky.

Karena itu, OJK terus mendorong pelaku usaha jasa keuangan untuk menyediakan produk dan layanan yang transparan serta bertanggung jawab.

Produk keuangan juga diharapkan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat agar akses yang semakin luas dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan keluarga.

Selain pembukaan rekening, OJK mencatat sebanyak 6.446 kegiatan literasi dan inklusi keuangan diselenggarakan sepanjang Oktober 2026.

Rangkaian kegiatan tersebut menjangkau lebih dari 798 ribu peserta di berbagai wilayah Indonesia.

Program Inklusi Keuangan Menjangkau Daerah 3T dan UMKM

Pelaksanaan BIK 2026 turut diarahkan untuk memperluas layanan keuangan kepada masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

OJK juga menjangkau sejumlah kelompok prioritas, termasuk perempuan, pelajar, pemuda, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kelompok lainnya meliputi pekerja sektor informal, petani, nelayan, penyandang disabilitas, dan masyarakat perdesaan.

Dicky menegaskan bahwa program literasi dan inklusi keuangan perlu diarahkan pada peningkatan kesejahteraan serta ketahanan keuangan keluarga.

Upaya tersebut sejalan dengan pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK) yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 22 Oktober 2026.

Peresmian dilakukan dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026 di Jakarta.

Pembentukan DNKK diharapkan memperkuat koordinasi berbagai pihak agar masyarakat tidak hanya memperoleh akses keuangan, tetapi juga mampu mengelola keuangannya secara sehat.

FinExpo 2026 Digelar di Bandung hingga 1 November

Puncak BIK 2026 diselenggarakan bersamaan dengan Financial Expo (FinExpo) 2026 di Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (29/10/2026).

Kegiatan FinExpo berlangsung selama empat hari, mulai 29 Oktober hingga 1 November 2026.

Pameran tersebut merupakan bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap layanan keuangan formal.

FinExpo menghadirkan berbagai produk dan layanan dari pelaku usaha jasa keuangan serta pelaku UMKM.

Pengunjung juga dapat mengikuti kegiatan edukasi dan interaktif, seperti gelar wicara, lokakarya, kompetisi, dan hiburan.

OJK Jawa Barat Dorong Pembiayaan Sektor Produktif

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman mengatakan kerja sama antara OJK, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan berperan penting dalam memperluas pembiayaan bagi sektor produktif.

Menurutnya, kolaborasi tersebut perlu terus ditingkatkan agar akses keuangan dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat.

“Melalui momentum FinExpo 2026 ini, kami berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat sehingga akses keuangan semakin luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, petani, peternak, dan berbagai sektor produktif lainnya,” kata Darwisman.

OJK berharap capaian BIK 2026 dapat diikuti peningkatan pemanfaatan layanan keuangan yang aman, bertanggung jawab, dan mendukung kesejahteraan masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026