
Pantau - Festival Indonesia Timur yang berlangsung di kawasan Food Garden Jakarta Garden City (JGC), Jakarta Timur, pada 28 Oktober hingga 1 November 2026, membuka peluang ekonomi bagi 60 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui promosi kuliner Nusantara dan produk usaha lokal.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, mengatakan festival tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk dan memperluas pasar.
"Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan kesempatan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)," kata Munjirin di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Festival yang mengusung tema "Katong Semua Basudara" tersebut menghadirkan perpaduan budaya, kuliner, musik, dan berbagai kegiatan komunitas yang mencerminkan keberagaman Indonesia Timur.
Sebanyak 60 UMKM Ramaikan Festival Indonesia Timur
Sebanyak 60 pelaku UMKM berpartisipasi dalam Festival Indonesia Timur dengan menghadirkan beragam kuliner khas Nusantara.
Keikutsertaan para pelaku usaha tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat sekaligus menjangkau calon konsumen baru.
Munjirin menilai kegiatan festival dapat menjadi sarana pengembangan usaha lokal karena mempertemukan pelaku UMKM dengan pengunjung dari berbagai kalangan.
"UMKM untuk memperkenalkan produk, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing usahanya," ujar Munjirin.
Menurutnya, kehadiran kuliner khas daerah menunjukkan hubungan erat antara kekayaan budaya Indonesia dan potensi pengembangan ekonomi masyarakat.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing sekaligus memperkenalkan kreativitas masyarakat kepada pengunjung.
Festival Padukan Budaya, Kuliner, dan Musik Nusantara
Festival Indonesia Timur tidak hanya menghadirkan produk UMKM, tetapi juga menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menampilkan kekayaan budaya Nusantara.
Munjirin mengatakan perpaduan unsur budaya, kuliner, musik, dan aktivitas komunitas dapat menjadi sarana memperkuat keberagaman budaya Indonesia.
Kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan hasil karya dan potensi usaha mereka.
Melalui festival ini, pengunjung dapat mengenal beragam cita rasa kuliner Nusantara sekaligus menikmati kegiatan budaya yang diselenggarakan di kawasan Jakarta Garden City.
Penyelenggaraan festival diharapkan dapat mendukung pelestarian budaya sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat.
Jakarta Garden City Siapkan Kawasan untuk Kegiatan Masyarakat
Presiden Komisaris PT Modernland Realty Tbk, Dharma Mitra, mengatakan pihaknya berkomitmen menyediakan ruang bagi berbagai kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, Jakarta Garden City memiliki fasilitas dan infrastruktur yang mendukung penyelenggaraan kegiatan dengan melibatkan banyak pengunjung.
"Jakarta Garden City selalu siap menjadi tuan rumah berbagai event atau aktivitas untuk warga Jakarta, karena kesiapan kami 100 persen, mulai dari fasilitas, lokasi yang strategis, hingga infrastruktur jalan yang mendukung," tutur Dharma.
Ia menjelaskan bahwa Jakarta Garden City dikembangkan sebagai kawasan kota mandiri terpadu dengan luas sekitar 370 hektare.
Kawasan tersebut menggabungkan hunian, area komersial, ruang terbuka hijau, dan berbagai fasilitas pendukung dalam satu lingkungan.
Pengembangan tersebut menggunakan konsep kota mandiri terpadu atau integrated township untuk mendukung kebutuhan tempat tinggal sekaligus aktivitas masyarakat.
"Dengan dukungan infrastruktur dan aksesibilitas kawasan, Jakarta Garden City terus dikembangkan untuk menunjang kebutuhan hunian sekaligus aktivitas sosial, ekonomi, dan rekreasi masyarakat. Kelengkapan fasilitas menjadi salah satu keunggulan Jakarta Garden City dalam mendukung gaya hidup modern," ungkap Dharma.
Festival Berlangsung hingga 1 November 2026
Festival Indonesia Timur diselenggarakan di Food Garden Jakarta Garden City, Jakarta Timur, selama lima hari, mulai Rabu (28/10/2026) hingga Minggu (1/11/2026).
Kegiatan bertema "Katong Semua Basudara" tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menikmati keberagaman budaya Indonesia Timur sekaligus mendukung produk UMKM lokal.
Dengan keterlibatan 60 pelaku usaha, festival ini diharapkan dapat memperluas peluang pemasaran produk dan mendorong perkembangan ekonomi kreatif di Jakarta Timur.
- Penulis :
- Aditya Yohan




